Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Berbagi Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbagi Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Pengalaman Bermain dengan Bayi 1,2 dan 3 Bulan Tanpa Beli Mainan

Pengalaman Bermain dengan Bayi 1,2 dan 3 Bulan Tanpa Beli Mainan



Tidak terasa baby H hari ini sudah 3 bulan 3 hari usianya. Sejak lahir awal November kemaren ada beberapa hal yang menurut saya berbeda dengan anak pertama dulu. Terutama soal bermain-main. Seingat saya, baby H lebih cepat mengoceh dan cenderung suka dihibur atau diajak main-main. Nah, satu pelajaran yang saya peroleh bahwa mainan bayi usia 1 bulan, 2 bulan hingga 3 bulan seperti baby H saat ini sebenarnya bisa sederhana, gratis dan tanpa modal. Maksud saya, di usia tersebut tidak apa-apa kalau tidak membeli beragam mainan. Apalagi kalau belum ada uang, jangan sampai dipaksakan atau berhutang gara-gara ingin dicap sayang anak. Hikmah ini saya peroleh dari bayi sebelumnya. 


Sejauh ini saya belum ada membelikan mainan khusus untuk baby H. Berbeda dengan anak pertama dulu, belum beberapa minggu usianya kami sudah sibuk memikirkan mainan ini itu. Bahkan kami terkesan buru-buru, mungkin saking senangnya punya bayi. Mainan yang belum sesuai usia pun sudah kami stok  jauh-jauh hari di rumah. Rata-rata setiap mainan yang kami beli selalu ada peringatan bahwa tidak disarankan untuk anak dibawah 3 tahun karena mengandung material plastik tertentu. 

Selain mubazir dan cuma menambah pajangan di rumah, hal yang menjadi pelajaran dari anak pertama  adalah ternyata bayi saya belum begitu merespon dan belum bisa memahami cara kerja sebagian besar mainan-mainan tersebut karena memang terlalu dini diberikan. Jadi, mainan-mainan tersebut belum berpengaruh signifikan. Hikmah penting lainnya adalah memilih mainan anak sebaiknya benar-benar disesuaikan dengan usianya. 

Berdasarkan pengamatan pribadi saya, bayi usia 0-90 hari sebagaimana anak saya saat ini tidak melulu membutuhkan produk mainan tertentu yang harus dibeli. Tujuan kita membelikan mainan untuk memghibur, membuat anak senang serta menstimulasi kecerdasannya. Dan menurut saya hiburan dan stimulasi untuk bayi seusia tersebut cenderung sederhana sekali. Nah, ini dia cara bermain  sederhana dan mainan bayi usia 1 bulan, 2 bulan hingga 3 bulan gratis ala saya : 



A. Bermain dengan bayi usia 1 bulan


Sejak lahir sampai usia 30 hari, bayi saya cenderung tidur melulu. Apalagi pada minggu pertama, waktu bermainnya sedikit sekali. Dalam 24 jam sekitar 20-21 jam dihabiskan untuk tidur. Jadi, dengan ritme dunia bayi 1 bulan yang seperti itu tentunya dia belum terlalu memerlukan mainan ini itu.

Pada usia 0-30 hari bayi juga belum terlalu bisa merespon dan mengekspresikan emosinya. Palingan menangis kalau lagi lapar, lelah atau buang air atau pun kaget dengan suara kencang. Memang sudah mulai bisa mengenali wajah dan suara tapi belum terlalu bisa diajak komunikasi. Fokus pandangan matanya masih pendek berjarak sekitar 20-35 cm saja serta belum bisa menyadari tangan maupun kakinya sebagai bagian dari anggota badan yang bisa digerakkan. 

Perkembangan bayi yang memang masih sangat awal sekali karena baru saja lahir. Bisa dikatakan fase ini adalah fase penyesuaian setelah keluar dari alam rahim. Tahap dimana sang anak dalam proses belajar mengenali anggota tubuh dan mengenali orang-orang terdekat. Belum berada di fase bermain dan butuh mainan. Meski demikian, orang tua disarankan memberikan stimulus agar kemampuan sensorik maupun sosial pada bayi meningkat. Biasanya saya melakukan hal berikut ini : 


1. Menaruh benda berwarna mencolok

Misalnya menggantung kain atau kertas sekitar 30 cm di atas wajahnya kemudian saya gerakkan ke kanan kiri. Kadang-kadang hanya menggunakan tangan atau wajah saya. Saya menampilkan wajah di sisi kiri begitu dia menatap, perlahan-lahan saya gerakkan ke kanan sehingga mata dia mengikuti gerakan. Ini untuk melatih pergerakan matanya agar lebih fokus.


2. Berkeliling rumah

Meski jarak pandangnya belum jauh, hampir setiap hari saya ajak keluar dari kamar. Sekedar berkeliling di ruang tamu, dari satu kamar ke kamar lain bahkan hingga ke dapur. Kalau cuaca bagus, biasanya digendong di halaman sambil berjemur sinar matahari pagi. Kita sebagai orang dewasa mudah merasa sumpek dan bosan. Saya rasa bayi juga demikian, ia butuh suasana berbeda dan mengajaknya berkeliling sudah termasuk salah satu cara bermain yang menghiburnya.


3. Diajak bicara

Pada usia 30 hari ke bawah, baby H belum bisa mengoceh. Ada keluar suara sesekali tapi sangat jarang. Suaranya yang terdengar baru menangis. Meski demikian, bukan alasan untuk diam saja dan tidak mengajaknya mengobrol. Hal ini karena sang bayi sudah mulai belajar mengenali suara-suara di sekitarnya. 




B. Bermain dengan bayi 2 bulan


Pada usia 60 hari, sebagian besar waktu bayi saya masih dihabiskan untuk tidur. Namun, sekarang baby H waktu bermainnya bertambah. Jika pada umur 30 hari waktu tidurnya mencapai 20-21 jam, pada umur 2 bulan jam tidurnya sekitar 15-18 jam. Di usia ini perkembangan kemampuan motorik dan sosial bayi makin kelihatan. Dia sudah mulai menunjukkan ekspresi senang bisa dengan tersenyum, menggerakan kaki tangan maupun mengeluarkan suara-suara. 

Pada usia 60 hari baby H dia sudah bisa mengenali keberadaan orang lain. Sudah mengetahui wajah-wajah ibu, ayah, kakak maupun neneknya. Meski sudah menyadari tangan dan kakinya untuk bergerak, dia belum mampu menggenggam sesuatu dalam waktu lama. Hanya beberapa detik saja, jadi di usia ini bayi tentunya juga masih belum bisa memegang mainan-mainan. Cara bermain dan stimulasi bayi 2 bulan yang saya lakukan diantaranya : 


1. Tetap diajak main keluar rumah

Saya ingin baby H makin mengenal lingkungan. Ketika cuaca bagus, saya tetap membawanya jalan di sekitar pekarangan. Biar dia bisa memandang lebih luas seperti langit, sawah, bangunan dan lainnya. Dia sangat betah berlama-lama memandang semuanya. Di wajahnya kelihatan sekali kalau dia senang dan menikmatinya.


2. Menyanyikan lagu-lagu dan speaker muratal Al-Quran

Di masa ini alat pendengaran bayi semakin berkembang. Bayi juga lebih sering bereaksi kaget ketika ada suara yang terlalu kencang sebagai tanda bahwa dia sudah mendengarnya. Menyanyikan lagu sebelum tidur atau pun saat dia terjaga menjadi stimulasi yang baik untuknya. Selain itu, kami juga berusaha selalu memutar speaker muratal Al-Quran.


3. Memperlihatkan benda-benda cerah

Sama dengan usia 30 bulan, di umur 60 hari saya masih suka menaruh benda yang berwarna agak mencolok di dekat bayi karena saya lihat dia menyukainya. Tidak perlu mencari benda yang susah didapat, saya kadang meletakkan bantal dengan sarung yang bervariasi warnanya. Bayi saya terlihat senang, menatapnya lama dan berusaha untuk menjangkau dengan tangannya.


4. Membiarkan bayi menghisap jari tangannya

Orang-orang bilang mainan pertama bayi adalah tangan dan jarinya sendiri. Ternyata ini benar sekali. Pada beberapa kesempatan, bayi H suka sibuk sendiri memainkan tangan dan jarinya dibanding melihat benda lain. Menghisap jari seakan sebagai sesuatu yang menyenangkan baginya, membuatnya lengah dan terhibur. Bahkan saat dia menangis karena mengantuk, dia berusaha menenangkan diri dengan cara menghisap tangannnya. Sebagai orang tua, saya tidak melarang dan hanya perlu memastikan kalau tangannya dalam keadaan bersih. 


5. "Main petak umpet"

Bukan bermain petak umpet pada umumnya melainkan seolah-olah bersembunyi kemudian nongol lagi. Saya mencoba memanggil namanya dan memperlihatkan diri di wajahnya kemudian saya pergi menghilang sebentar menjaga jarak. Setelah itu saya muncul lagi di depannya. Si bayi akan mencoba merubah-rubah posisi kepala untuk melihat-melihat saya ada di sebelah mana dan matanya juga mencari-cari keberadaan saya. Tak jarang saya lihat dia kegirangan bermain sederhana seperti itu.




C. Bermain dengan bayi 3 bulan


Berbeda dengan umur 0-60 hari, di umur 90 hari saya melihat perkembangan motorik dan sosial baby H semakin berkembang. Dia sudah bisa menunjukkan berbagai ekspresi. Kalau senang, terlihat matanya berbinar, tangan dan kakinya digerakkan. Kadang juga mengeluarkan suara-suara. Pandangan mata bayi sudah fokus sehingga suka mengikuti kemana arah saya pergi. Dia suka sekali tersenyum serta sering mengoceh bahkan dengan suara yang agak nyaring. Selain itu, dia sangat suka menjangkau benda-benda yang ada didekatnya.

Dengan perkembangan motorik bayi yang meningkat dari 2 bulan sebelumnya, sebenarnya sudah ada beberapa mainan yang bisa dibelikan. Umumnya sih mainan seperti kerincingan, mainan berbahan karet atau plastik yang bisa digenggam bayi serta boneka. Namun, saya masih memilih cara bermain sederhana seperti : 


1. Main ciluk ba

Saya cuma memainkan tangan menutup wajah dan mengeluarkan suara ciluk baa, bayi ternyata sangat senang sekali. Dia berekspresi seolah-olah dia menunggu untuk mengulangi permainan. Cara bermain ini bisa dibilang sudah turun menurun dari nenek moyang kita dan tidak ada yang tidak mengetahuinya karena memang bayi menjadi terhibur.


2. Digendong dan dipangku

Pada usia 3 bulan baby H sering menunjukkan ekspresi tidak betah kalau tidur telentang melulu. Dia mulai resah dengan menangis sambil mengangkat-angkat pantat. Ya, ingin digendong. Saat menangis kencang, dia akan langsung tersenyum begitu digendong. Di umurnya 3 bulan lebih seminggu kepala dan lehernya sudah semakin kuat. Baby H sudah bisa membalikkan badan dan mengangkat kepala. Jadi saya mulai memangku duduk dan dia semakin senang karena bisa memandang lepas semua sisi di rumah. 


3. Diayun-ayun pakai tangan

Selain digendong dan dipangki, baby H sangat senang bermain ayun. Bukan memakai ayunan bayi ya tapi cuma menggunakan tangan. Saya menggendong dan mengayun-ayun ke bawah seolah-olah dia mau diletakkan dilantai tapi ternyata tidak. Saya malah mengangkatnya kembali ke atas sejajar dengan saya. Saking senangnya, mulutnya terbuka dan mengoceh.


4. Makin banyak mengenalkan benda

Berhubung bayi H makin penasaran dengan sesuatu, saya pun berusaha menunjukkan benda-benda baru. Bisa berupa kain, plastik dan apa saja asalkan tidak membahayakan si kecil. Oya, bayi H sangat suka menarik benda dan membawa ke mulutnya. Kadang saya sering was-was meningalkannya sendiri dengan benda-benda di sekelilingnya. Takut dibawa kemulut, tertelan atau tertutup hidungnya sehingga sulit bernafas. Jadi, harus berhati-hati sekali dalam memilih benda. Jangan meletakkan sembarangan benda di dekatnya. 


5. Masih membiarkan emut tangan

Dibanding memberikan mainan kenyal berbahan plastik untuk diemut bayi, saya lebih suka baby H mengemut tangannya sendiri. Meskipun pernah ada yang mengomentari mengapa membiarkan anak menghisap harinya. Katanya tidak bagus dan akan terbiasa sampai besar. 


Bayi H senang memainkan tangannya, bagaimana mungkin saya akan melarangnya bermain dengan anggota badannya sendiri. Dia masih dalam proses mengenal dan merasakan tubuhnya. Bahkan kadang dia tidak menyadari kehadiran saya saking sibuk dan senang memainkan tangannya. Konon, saat dalam kandungan pun bayi sudah mulai menghisap jarinya. Ini sesuatu yang alami. Asalkan selalu dipastikan tangannya bersih, menurut saya tidak masalah. Justru kalau diberikan mainan buat digigit-gigit, makin membuat saya khawatir dengan materialnya. 


6. Terus diajak bercengkrama

Saya menjumpai baby H makin mengeluarkan suara yang beragam. Ocehannya main bervariasi bunyinya. Satu hal yang menarik adalah dia sangat suka kalau diajak bicara. Makin banyak saya bicara, makin banyak juga ocehannya. Makin kerasa intonasi suaranya. Tidak hanya siang hari, dini hari pun kadang dia senang diajak mengobrol. Kadang-kadang kalau dia lagi nangis kencang, tidak memulu pertanda lagi lapar atau mengantuk. Ternyata dia hanya ingin saya duduk di dekatnya sambil mengajaknya bicara. Tangisnya langsung reda seketika dan malah berganti senyum.


7. Makin sering diajak keliling rumah

Meski usianya sudah 3 bulan, saya masih belum yakin membawa baby H bermain jauh. Masih disekitar pekarangan rumah. Hal ini sudah membuatnya senang. Dia tak berhenti menatap tanaman, payung di taman, pagar, jemuran, langit, sawah dan lainnya. Semuanya membuat dia betah berlama-lama sampai tangan saya pegal menopang badannya.



***


Sebagian orang tua pasti sudah ada yang membelikan beberapa mainan bayi 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan. Tidak masalah sih karena perkembangan setiap anak berbeda. Cara setiap orang tua bermain dan menstimulasi anaknya pun berbeda. Saya bukan berarti anti membeli mainan ya, nanti ketika baby H sudah agak besar pasti saya membelikan. Disaat dia sudah membutuhkan. Hanya saja di usia 0-90 hari menurut pengamatan saya baby H lebih senang bermain dengan orang tuanya, lingkungan dan dengan anggota badannya. 


Mungkin juga masih banyak cara bermain lain dengan bayi 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan yang sama sekali belum saya coba. Hal tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan saya sendiri. Oleh karena itu, jika teman-teman punya pengalaman berbeda saya sangat senang kalau bisa sharing di kolom komentar. Oya, tulisan ini hanya sekedar untuk berbagi pengalaman ya. Saya tidak mengajak untuk melakukan hal yang sama, jadi teman-teman tidak harus terpaku dengan cara ala saya di atas. Setiap orang tua bebas memutuskan sesuatu yang menurutnya lebih baik dan lebih aman bukan? []



Pengalaman Membersihkan Karang Gigi Secara Alami

Pengalaman Membersihkan Karang Gigi Secara Alami


Mencoba membersihkan karang gigi secara alami merupakan upaya pertama yang saya lakukan di rumah. Saya ingin sekali plak dan kotoran yang sudah mengeras bertahun-tahun tersebut bisa lepas tanpa perlu ke dokter maupun ke puskesmas. Saya tidak tahu mengapa jadi ada karang gigi, rasanya sudah berusaha menjaga kebersihan dengan menggosok gigi beberapa kali sehari. Katanya sih karena sikat gigi tidak bisa menjangkau semua bagian pada gigi, pasti ada bagian yang sulit dijangkau sehingga lama kelamaan membentuk plak hingga karang. 

Saya berpikir mencari cara membersihkan karang gigi secara alami agar lebih hemat dan tidak mengeluarkan biaya besar. Soalnya akhir-akhir ini saya merasa kok mulut saya agak lebih bau dari biasa. Kemudian juga mulai merasakan sakit gigi, awalnya sangat kaget mendapati gigi saya berlubang. Walau lubangnya kecil tapi sangat sakit. Setelah saya cari tahu ternyata bau mulut dan gigi berlubang bisa jadi merupakan efek dari karang gigi yang sudah mengeras. Ternyata kotoran yang menempel di gigi dalam jangka waktu lama dapat merusak gigi.


Karang Gigi Saya Ternyata Tidak Bisa Lepas Dengan Cara Alami

Berhubung saya tipe yang malas ke dokter, saya pikir kalau masih bisa dibersihkan sendiri di rumah mengapa harus ke puskesmas? Saya kemudian mencaritahu cara membersihkan karang gigi secara alami yang berterbaran di internet seperti menggunakan baking soda, garam dan lainnya. Selain memanfaatkan garam dapur, saya juga mencoba menghilangkan karang gigi dengan kuku dan jarum. Tak hanya itu, saya juga mencoba menggosok lebih keras dengan sikat gigi pada bagian yang berkarang tetapi tetap tidak mau lepas dan rontok. 

Terbentuk bertahun-tahun, karang gigi saya benar-benar sudah membandel. Rasanya sebal banget punya karang gigi ini guys karena selain merusak kesehatan gigi juga membuat saya tidak percaya diri. Pasalnya, lokasi karang gigi di bagian depan dan samping sehingga kelihatan kalau lagi berbicara. Saya mikir kok saya jorok amat ya 😌 meskipun pada kenyataannya hampir semua orang memiliki karang gigi baik berukuran kecil, sedang maupun besar sudah parah. 

Oya, berdasarkan pengalaman saya, membersihkan karang gigi secara alami di rumah sendiri tidak membuahkan hasil sesuai harapan. Bahkan bisa dibilang tidak berhasil. Mengapa? Namanya karang gigi itu kan sudah keras banget dan menempel kuat. Mau mencoba pakai bahan alami apapun tetap tidak bakalan rontok, tidak akan lepas dengan sendirinya. Beda dengan kotoran dan plak biasa yang belum mengeras, maka bisa dibersihkan dengan sikat gigi bahkan langsung minggat dengan sekali sikat saja. 

Saya juga sempat menemukan ada namanya obat karang gigi yang dijual secara bebas. Obat yang diklaim mujarab, sekali pakai karang gigi langsung rontok. Nah, kok saya jadi sangsi dan takut mendengarnya. Jadi merinding. Obat apa yang super seperti itu, khawatirnya malah obat keras dan memiliki efek samping. Saya putuskan tidak membeli obat perontok gigi karena kurang yakin. Lebih baik mencari cara lain yang lebih masuk akal saja, aman dan tanpa efek samping pada kesehatan tubuh. 


Solusi Terbaik dan Masuk Akal adalah Menggunakan Alat Dental Scaling

Faktanya, jika plak sudah mengeras membentuk karang gigi, maka solusi satu-satunya adalah dikikis atau dirontokkan dengan alat khusus. Sudah tidak mempan dengan kuku, jarum maupun dengan baking soda, garam maupun cara alami lainnya. Terlebih jika selama ini karang gigi kamu belum pernah dibersihkan. Kayak saya yang sampai usia 37 tahun belum pernah membersihkan karang gigi. Sudah jelas karang giginya keras dan menempel kuat. Mana mempan pakai garam, baking soda dan bahan alami lainnya. 

Yup, menurut saya menggunakan alat perontok karang gigi jauh lebih masuk akal ketimbang menggunakan bahan alami. Bukan ngapain, karang gigi itu keras dan menempel kuat di gigi. Ya pastilah butuh alat buat melepaskannya. Dengan menggunakan alat khusus pembersih gigi bernama dental scaling ini, maka karang gigi lebih mudah lepas dan jatuh. 

Biasanya dokter gigi di klinik, rumah sakit maupun puskesmas menggunakan alat khusus tersebut untuk membersihkan karang gigi. Nama alatnya dental scaling. Saya mengetahui alat ini pertama kali ketika membaca pengalaman seorang blogger yang membersihkan karang gigi di suatu klinik. Katanya dia sampai mengeluarkan biaya ratusan ribu untuk melepaskan gigi berkarang di klinik tersebut. 

Nah, saya kemudian penasaran. Kira-kira ada gak ya yang jual alatnya secara online. Kepo banget berapa harganya juga. Biar saya bisa tetap bisa membersihkan sendiri di rumah secara leluasa. Soalnya kalau pergi ke rumah sakit dan ke klinik doker gigi susah nyari waktu dan sikond yang kurang mendukung. Maklum, emak-emak yang punya bayi pasti sangat rempong apalagi kalau ngantri di klinik. Bayi saya pasti rewel dan susah diajak kompromi. 

Terlebih membersihkan karang gigi di rumah sakit pasti membutuhkan waktu yang lumayan lama juga. Kalau di rumah kan bisa disesuaikan waktunya, misalnya diangsur-angsur pas anak lagi tidur. Pas saya searching, saya menemukan alat pembersih karang gigi yang dimaksud. Dental scaling adalah sebuah alat elektronik yang dibuat khusus untuk membersihkan karang gigi. Alat ini berukuran mini dan cara mengoperasikannya juga terbilang mudah dan sederhana. 


Yeay, Akhirnya Punya Alat Pembersih Karang Gigi Sendiri

Setelah membandingkan berbagai produk, saya akhirnya memutuskan membeli dental scaling alat pembersih karang gigi sonic elektrik 1 set 3 modes seharga Rp 178.000. Produk ini telah terjual lebih dari 4.800 pcs dengan rating 4.8 dari skala 5.0 dan juga meraih peringkat No.1 terlaris untuk kategori pembersih karang gigi. Sebenarnya banyak pilihan produk dengan berbagai merek dan harga berbeda. Namun, setelah melakukan riset, produk tersebut merupakan pilihan terbaik untuk saya. Seperti ini gambaran alatnya guys, kalau mau lihat langsung sudah disertai link dibawahnya. 


Dental Scaling No.1 Terlaris, Rating Bagus dan Termurah di Shopee 


Dari segi harga alat pembersih karang gigi tersebut pas dan ramah di kantong, tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah. Jika dibandingkan dengan biaya perawatan di rumah sakit, klinik maupun puskemas maka jauh lebih hemat. Sebab, alat ini tidaklah sekali pakai melainkan dapat digunakan berulangkali selama sparepartnya masih bagus. Kalau bagi saya selain untuk penghematan juga biar lebih leluasa dibersihkan di rumah. Seperti yang saya singgung tadi karena punya bayi dan tidak mendukung untuk ke klinik. 

Nah, di toko online ada yang dibanderol mulai Rp 50.000 hingga Rp 1.000.000 an. Untuk yang harganya jutaan ini memang bagus sih ratingnya 4.9 dan 5.0 tapi sayang sekali saya tidak ada budget sebesar itu. Lagian menurut saya yang mahal itu lebih cocok digunakan oleh tenaga kesehatan misalnya dokter gigi. Kalau untuk membersihkan karang gigi sendiri di rumah, harga seratus ribuan sudah oke punya. Sebaliknya, alat yang dijual murah meriah dibawah seratus ribu ratingnya jelek banget guys dan membuat saya ragu. Itu alat apa ya sangat murah begitu, kayak mainan saja 😀

Berdasarkan penggunaan, dental scaling tersebut memang terbukti mampu dalam membersihkan karang gigi. Bahkan karang gigi saya baru pertama kali dibersihkan di usia saya yang sudah lewat 37 tahun bisa bersih dalam hitungan menit saja. Hanya saja untuk memakai dental scaling ini dibutuhkan kesabaran ekstra, tidak bisa buru-buru melainkan secara tenang. Sebab, karang giginya sudah mengeras bertahun-tahun, tentu tidak mungkin sekali congkel langsung copot. Sebaiknya dilakukan secara pelan-pelan saja. Sedikit demi sedikit sampai semua karang lepas. 



Dental Scaling No.1 Terlaris, Rating Bagus dan Termurah di Shopee 


Rasanya saya sangat senang dan bersyukur bisa memiliki alat pembersih gigi sendiri di rumah. Setelah karang gigi lepas, saya merasa lebih percaya diri saat bicara. Sudah tidak perlu menyembunyikan gigi lagi karena malu takut ketahuan ada karang giginya. Malu karena terkesan jorok, tidak bisa menjaga kebersihan gigi. Saya juga sangat senang bisa lebih leluasa membersihkan karang gigi di rumah tanpa harus ke dokter dan puskesmas. Sangat praktis dan tidak perlu mengantri juga. Bisa dibersihkan kapan saja saya sempat tanpa harus khawatir meninggalkan bayi saya. 

Oya, menurut saya menggunakan dental scaling ini jauh lebih ramah di kantong dan hemat. Seperti yang sempat saya singgung sebelumnya bahwa dental scalling ini bisa digunakan berkali-kali selama masih awet dan saya hanya mengeluarkan uang Rp 178.000 di awal saja. Kalau membersihkan karang gigi ke klinik, harganya sudah pasti ratusan ribu. Nah, itu baru biaya untuk satu orang saja plus untuk satu kali saja. Kalau anggota keluarga juga mau ikut membersihkan seperti suami dan anak kemudian dibersihkan sekali 6 bulan, nah kira-kira berapa biaya yang dikeluarkan? Lumayan menguras kantong bukan ? []




Pengalaman Menghilangkan Karang Gigi Yang Sudah Mengeras

Pengalaman Menghilangkan Karang Gigi Yang Sudah Mengeras


Sebenarnya saya sudah mulai gelisah melihat gigi saya yang kotor sekitar 10 tahun lalu. Yup, saya sudah mencari cara menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras puluhan tahun tersebut. Saya mencoba mengatasi dengan gosok gigi dan mencoba melepaskan dengan kuku atau benda. Memang ada karang gigi yang berhasil lepas sendiri tetapi tidaklah seberapa. Tanpa disadari jumlah yang tertinggal dan nempel di gigi malah makin bertambah banyak saja. Hal ini saya ketahui ketika kemaren salah satu gigi saya berlubang dan terasa sakit. 

Namanya sakit gigi rasanya sangat tidak nyaman banget sampai kurang konsentrasi beraktifitas dan jadi tidak produktif. Saya bingung kenapa saya bisa sakit gigi soalnya tidak ada riwayat sama sekali. Hingga usia 37 tahun ini, baru kali ini kena masalah gigi. Ternyata salah satu penyebab munculnya sakit gigi dan gigi berlubang adalah gigi yang kotor seperti plak dan karang. Tidak hanya nyeri nyut-nyutan, mulut saya terasa lebih bau sehingga saya tidak percaya diri. Belum lagi gusi yang sering berdarah dan perih saat gosok gigi. 

Kejadian ini, membuat saya bertekad mencari cara menghilangkan karang giri yang sudah mengeras tersebut. Tidak mau gigi saya berikutnya menjadi korban, berlubang parah dan rontok. Sungguh tidak terbayang jika saya jadi ompong seperti nenek-nenek dalam usia masih muda 😒  So, kali ini saya benar-benar bertekad kuat berikhtiar untuk mengatasinya.


Solusi Menghilangkan Karang Gigi Yang Sudah Mengeras Sendiri di Rumah

Berhubung sudah mencoba berbagai langkah di rumah untuk mengatasi dan tidak berhasil. Saya pun mencoba mencari referensi dan membaca pengalaman orang lain. Saya sempat memutuskan untuk membersihkan karang gigi ke dokter spesialis gigi di klinik terdekat. Namun, suami saya bilang kalau dokternya kurang ramah sehingga saya ragu. Terus juga tidak menerima BPJS makin saya galau soalnya budget juga belum ada. 

Kepikiran membersihkan karang gigi di puskesmas saja kata teman saya harganya jauh lebih murah dibanding klinik. Saya terus menunda-nunda karena entah mengapa rasanya malu saja memperlihatkan gigi yang kotor di depan dokter. Rasanya saya jorok sekali gitu. Terlintas di pikiran saya, ada gak ya cara menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras sendiri di rumah? Sehingga saya tidak perlu ngantri ke klinik maupun puskemas, susah nyari waktunya apalagi emak-emak yang punya momongan. Akhirnya, saya menemukan solusinya yaitu alat elektrik bernama dental scaling. 

Dental scaling merupakan alat elektronik pembersih karang gigi. Alat ini terbuat dari teknologi getaran frekuensi tinggi sehingga mampu membersihkan noda gigi dan plak bakteri gigi. Awalnya saya sempat ragu juga apakah ini beneran akan berfungsi sesuai harapan? Takutnya bualan penjual semata, sudah susah payah mengeluarkan uang tapi bukannya untung malah buntung. Seperti saya bilang tadi belum ada budgetnya sih, adanya bulan depan. Namun, saya mencoba menalangi dulu memakai uang jajan, biarlah jajan dikurangi demi kesehatan dan keindahan gigi 😁

Ternyata, saya menjumpai ada banyak merek dan produk yang dijual secara online. Bentuknya macam-macam, begitu juga dengan harganya. Ada yang dibanderol mulai Rp 50.000 hingga Rp 1.000.000 an. Sebelum memutuskan membeli merek mana, saya melakukan riset dulu yaitu mencari produk yang sudah terjual ribuan pcs dan ratingnya bagus. Bukan ngapain, saya ngeri melihat produk yang ratingnya rendah seperti 4.7 ke bawah. Tidak berani membeli. 
 
Setelah berulang kali dan berhari-hari membaca review serta testimoni orang yang sudah membeli dan setelah melakukan riset, bismillah saya mantap. Pilihan saya jatuh pada dental scaling alat pembersih karang gigi sonic elektrik 1 set 3 modes seharga Rp 178.000. Produk ini telah terjual lebih dari 4.800 pcs dengan rating 4.8 dari skala 5.0. Kemudian juga meraih peringkat No.1 terlaris untuk kategori pembersih karang gigi. Berikut penampakan alatnya ya guys : 


Dental Scaling No.1 Terlaris, Rating Bagus dan Termurah di Shopee 


Untuk dental scaling harga dibawah Rp 100.000 rasanya kurang meyakinkan, selain ratingnya jelek juga kok seperti mainan saja ya. Kurang masuk di akal. Takut sekali pakai langsung jadi barang rongsokan. Untuk dental scalling harga Rp 1.000.000 ke atas memang sangat oke, bagus dan kualitasnya meyakinkan plus ratingnya sempurna tetapi sayang tidak sesuai budget saya. Kemudian saya pikir yang mahal-mahal ini mah cocoknya untuk dokter spesialis. Buat kita-kita yang mandiri membersihkan sendiri di rumah, harga ratusan ribu sudah okelah.  Tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah, sedang-sedang saja.


Alhamdulillah Dalam Waktu Singkat, Karang Gigi Yang Sudah Mengeras 30 an Tahun Lepas

Sebelum membeli saya sempat membaca testimoni pembeli yang sudah mencoba menggunakan, bahkan ada yang memfotokan karang gigi yang rontok. Melihat hal tersebut, saya tidak sabaran ingin membersihkan gigi sekaligus penasaran ingin membuktikan apakah alatnya memang sesakti itu. Saking tidak sabar, saya selalu cek sudah sampai dimanakah paket saya. Saya memesan produk pada tanggal 08 Juli 2023 dan paketnya datang pada tanggal 14 Juli 2023. Sedikit lebih lama karena saya memesan pada hari libur, otomatis paket dikirim pada hari kerja. Begitu paket sampai ke tangan, hal pertama yang saya lakukan adalah mengecek kelengkapan produk dan langsung di cas dulu sampai penuh baterainya. 

Hm, setelah baterai full kini dental scalling siap untuk digunakan. Sampailah saatnya saya eksekusi ke gigi. Penggunaannya sederhana dan gampang, tidak membingungkan. Di dalam box juga sudah disediakan petunjuk penggunaan. Awal mencoba memang masih sedikit kaku dan belum mengerti bagaimana cara yang pas. Saya membersihkan dari bawah, samping dan tidak beraturan. Lama-lama makin menemukan strategi untuk melepaskan karang giginya. Langkah terbaik dari pengalaman adalah memulai dari atas dibawah perbatasan dengan gusi kemudian ditarik ke arah bawah. Dengan cara ini, karang gigi lebih mudah lepas dan jatuh. 


Dental scaling pembersih gigi bisa diatur kecepatan getarannya apakah mau yang kecil, sedang dan besar. Begitu juga dengan alatnya diberikan dua pilihan yaitu yang ujungnya agak lebar dan kecil runcing. Ujung lebar cocok untuk merontokkan karang gigi yang besar. Sementara besi dengan ujung kecil runcing cocok untuk bagian sela-sela gigi. Agar lebih mudah membersihkan karang gigi dibagian tersembunyi dan sulit misalnya di pangkal gigi bagian dalam, maka produk ini sudah dilengkapi dengan endoskopi atau cermin rongga mulut. 

Oya, pesan dan kesan saya yang pernah mencoba memakai dental scaling ini, dibutuhkan kesabaran ekstra untuk melepaskan karang gigi. Tidak bisa buru-buru melainkan dalam waktu dan kondisi yang tenang. Bayangkan saja, karang giginya sudah mengeras bertahun-tahun, tentu tidak mungkin sekali congkel langsung copot. Lagipula pada proses pembersihan ini bau karang giginya minta ampun. Saya bahkan rasanya mau muntah sehingga perlu berkumur-kumur sesering mungkin. Saran saya, bagi yang karang giginya tebal sebaiknya diangsur saja perlahan-lahan. Dibersihkan sedikit demi sedikit hingga menjadi kinclong. 

Berdasarkan penggunaan, dental scaling memang terbukti ampuh dalam menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras. Bahkan karang gigi saya baru pertama kali dibersihkan di usia saya yang sudah lewat 37 tahun. Warnanya sudah menghitam dan menempel kuat terutama di gigi bagian samping kiri kanan. Alhamdulilah bisa lepas dan menjadi lebih bersih. Suami saya juga ikutan menggunakan dan berteriak histeris beberapa kali ketika karang giginya berjatuhan. 

Setelah selesai, rasanya gigi menjadi lebih ringan. Alat ini sudah dilengkapi sensor jika kontak dengan gusi maka otomatis akan berhenti bekerja. Sebaliknya, akan bekerja jika ada kontak dengan kalkulus gigi atau benda keras. Namun, jika cara penggunaannya kurang tepat bisa menyebabkan gusi berdarah misalnya terlalu menekan ujung alat tetapi tidak perih sama sekali. Bisa juga karena karang gigi yang menempel terlalu mepet ke gusi, ya mau tidak mau kadang terkena gusinya. 

Dari pengalaman mereka yang pernah bersihin gigi ke klinik gigi pun katanya juga mengalami begitu, gusi mereka sedikit berdarah serta gigi terasa agak ngilu tapi beberapa hari kemudian menjadi normal. Kalau saya sih tidak ada merasakan gigi ngilu terus gusi yang berdarah juga sangat sedikit sekali dan tidak perih karena memang tidak ada luka. Ini karena karang gigi saya bersembunyi di bawah gusi. 



Dental Scaling No.1 Terlaris, Rating Bagus dan Termurah di Shopee 


Hm, saya bersyukur bisa memiliki alat pembersih gigi ini. Kini saya merasa lebih percaya diri saat bicara. Sudah tidak perlu menyembunyikan gigi lagi karena malu takut ketahuan ada karang giginya. Malu karena terkesan jorok, tidak bisa menjaga kebersihan gigi. Saya juga sangat senang bisa lebih leluasa membersihkan karang gigi di rumah tanpa harus ke dokter dan puskesmas. Sangat praktis dan tidak perlu mengantri juga. Bisa dibersihkan kapan saja saya sempat tanpa harus khawatir meninggalkan bayi saya. 

Terakhir, jika dibandingkan dari segi biaya penggunaan dental scaling jauh lebih hemat. Dental scalling ini bisa digunakan berkali-kali selama masih awet dan saya hanya mengeluarkan uang Rp 178.000. Kalau menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras ke klinik, harganya sudah pasti ratusan ribu. Itu baru untuk satu orang dan untuk satu kali saja. Kalau anggota keluarga juga mau ikut membersihkan seperti suami dan anak, nah kira-kira berapa biaya yang dikeluarkan? Tentu berkali lipat.[]



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik