Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label kerja online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerja online. Tampilkan semua postingan
Suka Duka 9 Tahun Kerja Online dari Rumah Menjadi Freelance Writer

Suka Duka 9 Tahun Kerja Online dari Rumah Menjadi Freelance Writer


Pada postingan lain di blog ini saya sudah pernah menyinggung sekilas bahwa saya pernah kerja online dari rumah menjadi penulis lepas. Sekitar 9 tahun lamanya, mulai dari tahun 2010 hingga 2019. Waktu yang tidak singkat tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi saya. Membangun karier dari nol secara otodidak. Setahap demi setahap, dari menulis naskah buku hingga jadi penulis tetap di media online. Dari penulis tetap di media online kemudian pindah ke menjual jasa menulis di situs freelance. 

Perjalanan selama 9 tahun tersebut tidak hanya berisikan suka dan hal menggembirakan. Namun, juga dibarengi duka dan deraian air mata. Nah, di postingan ini saya ingin sharing apa saja yang pernah saya alami sebagai penulis lepas yang kerja online dari rumah.


Pengalaman Sedih dan Emosional

1. Keluarga sempat tidak bisa menerima kerja online saya sebagai sebuah profesi. Maklum orang tua dan nenek saya masih dipengaruhi mindset lama bahwa kerja itu ya harus pergi pulang sore, berdandan rapi pakai sepatu hak tinggi dan ada di sebuah kantor. Sepanjang hidup, mereka belum pernah bertemu dengan orang yang kerjanya menulis. Di kampung pun belum ada. Mereka juga bukan generasi yang dibesarkan dengan teknologi internet. So, butuh waktu bertahun-tahun bagi mereka hingga akhirnya bisa menerima dan mengakui kalau menulis online itu sebuah pekerjaan.

Tak mudah bagi saya terus berjuang membuktikan kepada mereka kalau kerja online di rumah juga menghasilkan uang. Perubahan besar terjadi saat tetangga di kampung yang seorang guru memberikan apresiasi terhadap naskah buku yang pernah saya tulis. Dia merasa bangga karena saya mau berkarya dan komentar tersebut terdengar sampai ke telinga keluarga. Kedua orang tua saya pun kemudian menyadari kalau keterampilan menulis yang saya miliki merupakan hal positif dan mendatangkan manfaat.

 2. Hak saya tidak kunjung dibayar sampai hari ini di salah satu situs online. Medianya masih ada sampai sekarang tetapi sudah berganti kepemilikan. Saya sempat dulu menghubungi pihak perusahaan lama namun tak kunjung ada kejelasan. Sepertinya situs tersebut mengalami masalah keuangan dan dijual. Awal berdiri heboh banget, artikel posting banyak setiap hari. Namun, waktu itu saya melihat kontennya tidak aktif diperbarui. Saya berpikir mungkin bukan hanya saya saja yang tidak dibayar. Akhirnya ya sudahlah, saya move on dan terus berjuang mencari rezeki di tempat lain. 

3. Merasa tidak dihargai dan diperlakukan semena-mena. Pernah saya mendapatkan tawaran menulis beberapa naskah buku. Saya pun menulis sesuai tema yang diberikan dan selesai sekitar 100 an halaman. Selama ini tidak pernah ada masalah maupun revisi. Tentunya saya senang karena sebentar lagi akan menerima uang. 

Namun, si pemberi kerja malah dengan santainya mengatakan kalau naskahnya tersebut tidak bisa diterima lantaran dia ingin fotonya original milik saya sendiri bukan dari internet. Padahal referensi sudah saya icantumkan. Lha, naskahnya sendiri tentang masakan. Masak saya disuruh memasak ratusan menu dan memfotonya. Modal masaknya malah jauh lebih besar dari bayaran nulis naskahnya. Serius saya kesal sekali. Kalau bilang dari awal kan saya bisa menolak tema tersebut. Ini kan kerja keras saya jadi terbuang sia-sia. 

4. Dianggap tidak bekerja dan pemalas. Saat kerja online, seseorang secara tidak langsung menghabiskan banyak waktu dirumah. Apalagi yang memilih full time. Saya masih ingat betul kalau saya pernah kena sindiran. Suatu ketika bapak kos melihat saya kok diam di rumah saja seharian. Sementara adik saya setelah pulang kuliah akan pergi kerja part time ke laundry sampai malam hari. Pandangan dan sikapnya pun menjadi berbeda kepada saya. Mungkin dia berpikir saya kakak yang macam apa, santai di rumah tapi adik dibiarkan kerja keras. 

5.  Teman yang julid. Ketika saya pertama sekali berhasil menulis sebuah naskah buku dan diterbitkan pihak penerbit, ada seorang teman satu kampus yang mengeluarkan kata-kata kurang mengenakkan di telinga. Omongannya pedas sampai saya pulang dalam keadaan menangis. Dia bilang langsung ke saya, intinya buat apa saya menulis. Memangnya kalau saya menulis saya akan dikenang dan akan jadi tokoh zaman dulu yang karyanya diakui sampai sekarang. Saya jawab kalau saya menulis karena saya suka dan senang. Tidak peduli mau jadi terkenal atau tidak karena bukan itu tujuan saja. Tak sekali itu saja lho. Kadang suka menyindir saya di medsos hingga saya hapus pertemanan karena saya merasa privasi saya sudah terganggu dan ingin tenang tak mau meladeni.

6. Tanggal gajian tidak tetap. Saat kerja online dari rumah sebagai penulis lepas tanggal gajian tidak menentu. Kalau naskah buku biasanya harus masuk meja redaksi dulu, proses editing hingga desain. Biasanya kalau susah mau masuk ke percetakan, uangnya baru cair. Kira-kira 1-2 bulan sejak naskah dikirim. Jika ingin bisa gajian setiap bulan ya harus rutin nulis naskah setiap bulan juga. Sedikit berbeda dengan penulisan artikel, bayarannya lebih cepat keluar. Selesai hari ini maka langsung cair. Pernah juga saya menerima gaji bulanan pada tanggal tertentu saat jadi penulis tetap di salah satu media online.


Pengalaman Menyenangkan dan Membahagiakan

1. Bekerja bisa dari rumah dan dimana saja. Dulu saya juga memiliki mindset yang sama dengan sebagian besar orang yaitu kalau kerja ya ke luar rumah. Maksudnya sebuah kantor. Sayapun beberapa tahun pernah mengenyam status sebagai pekerja kantoran yang kerja dari pagi hingga sore dari Senin hingga Sabtu. Namun, mata saya terbuka lebar sejak mendapatkan tawaran kerja online dari rumah. Kemudahan ini saya peroleh berkat teknologi internet. Saya merasa bangga mendapatkan job secara online. Selain bisa dilakukan di rumah juga bisa dikerjakan dimana saja misalkan di tempat wisata atau alam terbuka. Mau pulang kampung pun tidak masalah, asalkan bawa laptop dan ada koneksi internetnya. Saya juga tidak harus tersiksa memakai make up dan sepatu hak tinggi seperti saat kerja ngantor dulu.

2. Waktunya lebih fleksibel. Selain bisa dilakukan dimana saja, kerja online dari rumah yang saya dapatkan tidak terikat dengan waktu. Dengan kata lain, memberikan kebebasan kepada saya mengenai jam kerjanya. Satu hal yang penting adalah job selesai sesuai dengan deadline yang diberikan. Mau bekerja tengah malam, subuh, pagi, siang, sore tergantung pada diri saya sendiri. Tidak ada pengawasan terkait jam kerja. Hanya saja agar pekerjaan tepat waktu dan menjaga profesionalitas diperlukan kedisiplinan. Soal kebebesan jam kerja ini tidak berlaku untuk semua pekerjaan online ya guys. Ada juga kerja online dari rumah yang menetapkan syarat dan ketentuan seperti setiap pagi jam 9.00 sudah harus mengirimkan hasil kerja.

3. Menghasilkan cuan lumayan. Saya sangat bersyukur sekali bisa menerima gaji atas jerih payah saya kerja online sebagai penulis naskah buku dan penulis artikel konten. Pembayaran dilakukan melalui transfer langsung ke rekening.  Satu naskah buku mendapatkan bayaran yang lumayan buat makan dan belanja sehari-hari. Kadang berkat hasil menulis juga dapat membantu keluarga. Tidak kalah dengan gaji karyawan sebulan. Itu kalau mampu menulis naskah setiap bulan. 

Soalnya menulis buku merupakan loncatan besar dan lebih membutuhkan waktu panjang. Berbeda dengan penulisan artikel yang relatif pendek dan bisa selesai dalam hitungan harian saja. Ketika tugas menulis artikel selesai dan dicek oleh pemberi kerja, tidak butuh lama untuk pembayarannya. Selesai hari ini bisa dibayar hari ini juga atau besok. Akan tetapi, saya juga pernah menulis artikel gajian perbulan karena statusnya menjadi penulis tetap di sebuah media. 

4. Dikenal dan dihubungi oleh pembaca. Hal ini saya alami saat masih kerja online dari rumah sebagai penulis naskah buku. Sebagian naskah tersebut mencantumkan nama saya sebagai penulisnya dan sebagian lagi memakai nama pena. Kalau memakai nama saya sendiri, disana terdapat kontak yang bisa dihubungi oleh pembaca seperti e-mail dan hp. Beberapa pembaca ada yang sekedar say hello, ada juga yang sharing dan curhat. Rasanya senang saja, ketika ada yang menghubungi berarti tulisan saya ada yang membaca dan menyukainya.  Ada satu kejadian yang lucu banget yaitu ketika seorang pembaca sengaja datang ke kota saya tinggal untuk silaturahmi. Eh, ternyata seorang pria yang seumuran dengan saya dan orangnya sedang mencari jodoh guys. So, dia berharap cocok sama saya dan mana tahu berjodoh. 

5. Diberikan apresiasi oleh suami dan orang kampung. Suami merupakan salah satu penyemangat yang mendukung agar saya tetap mempertahankan skill menulis. Disaat dulu orang tua saya sempat tidak setuju dengan pekerjaan saya, suami yang pada waktu itu masih sebagai sahabat memuji keterampilan saya. Saya juga sempat down karena menjalani pekerjaan yang berbeda sendiri dengan orang lain. Namun, suami mengatakan bahwa bakat dan pengalaman yang saya miliki membuatnya bangga. Katanya tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti saya. Dia juga selalu memberikan waktu jika saya ingin menulis. Hal ini membuat saya kembali percaya diri dan memperjuangkan cita-cita menghasilkan uang dari rumah dengan menulis. 

6. Bertambah pengetahuan. Poin yang menurut saya berbeda dengan saat saya bekerja sebagai karyawan kantoran adalah pengetahuan saya selalu update. Hal ini lantaran kerja menulis menuntut seseorang lebih banyak membaca berbagai informasi. Terlebih untuk tema yang kurang saya kuasai. Agar menemukan poin yang berbeda dengan apa yang telah ditulis orang serta memiliki bahan maka diperlukan riset. Kebetulan saya tidak membatasi diri pada satu niche saja. So, judul apapun yang diberikan mau tidak mau saya harus mampu mengerjakannya. 

7. Memiliki koneksi dan relasi. Walaupun pekerjaan dilakukan hanya di rumah, bukan berarti seseorang freelance writer tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Selain menambah kenalan melalui pembaca, saya juga jadi memiliki koneksi dan relasi ke pihak penerbitan atau media. Inilah salah satu manfaat besar yang saya rasakan. Kadang saya tidak minta kerja malah penerbit yang menawarkan penulisan naskah. Oya, saya pernah dihubungi oleh seseorang yang ingin karyanya diterbitkan tetapi tidak ada penerbit yang bersedia menerima naskah bukunya. Akhirnya dia mencetak sendiri saja untuk lingkungan tempat kerjanya. 

Biasanya penulis pemula yang belum punya koneksi memang akan kesulitan melakukan publikasi tulisan. Menembus meja redaksi penerbit itu butuh perjuangan. Saya pernah mengalaminya di awal-awal dulu. Kadang sudah mengirim tulisan tetapi sampai 6 bulan tidak ada kabar kejelasan diterima atau tidaknya. Menjadi salah satu penulis tetap di beberapa penerbit secara otomatis tulisan saya mayoritas mudah diterbitkan. Publikasinya menjadi luas karena dicetak ribuan hingga puluhan ribu eksemplar dengan distribusi hampir ke seluruh toko buku di tanah air. Selain pihak penerbit, saya juga pernah ikut dalam komunitas penulis. 


***

Nah, demikianlah suka suka yang saya alami selama 9 tahun kerja online dari rumah sebagai penulis lepas. Saya berharap pengalaman tersebut ada hikmah yang bisa diambil pelajaran terutama untuk teman-teman yang mau terjun ke dunia penulisan online. Kalau tidak ada pekerjaan yang sempurna di dunia ini. Pasti selalu ada dua sisi, ada yang menyenangkan dan ada juga yang membuat tidak nyaman.

Hampir tidak ada pekerjaan yang benar-benar sesuai harapan, semuanya ada plus minus sendiri. Tantangan masing-masing. Akhir-akhir ini kerja online dari rumah memang banyak dicari sejak pandemi karena bisa dilakukan di rumah karena hampir tanpa modal dan tetap menghasilkan. Namun, sebaiknya sebelum melamar dan mulai bekerja, siapkan mental untuk segala kemungkinan yang akan terjadi. Jangan bayangkan yang indah dan enak-enak saja. Akan tetapi, jangan lupa juga mempersiapkan diri menghadapi hal-hal yang tidak diharapkan. []



Pengalaman Kerja Survey Berbayar Online, Beneran Menjanjikan?

Pengalaman Kerja Survey Berbayar Online, Beneran Menjanjikan?



Pada suatu ketika saya mengunjungi salah satu situs berita nasional, disana saya melihat ada iklan "ikuti survey berbayar online dan dapatkan hadiah Rp 5.000 per survey". Wah kebetulan nih ada kerja online tanpa modal, tahu saja saya lagi nyari uang tambahan. Pikir saya. Tanpa pikir panjang saya langsung klik iklan tersebut kemudian dibawa pada halaman baru mengenai perusahaan penyedia survey berbayar tersebut. Setelah saya mempelajari segala sesuatunya, saya membuat akun. 

Oya, perusahaan tersebut berasal dari lokal dan berpusat di Jakarta. Nah, mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya disini karena saya khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun sebenarnya saya menulis ini murni pengalaman saya sendiri, bukan dalam rangka menjelek-jelekan perusahaan orang. 

Singkat cerita, pada tanggal 13 Desember 2019 saya membuat akun dan selesai mengisi data yang diperlukan. Saya langsung mendapatkan tawaran kerja mengisi survei berbayar online yang pada waktu itu juga tentang belanja online. Cuma modal klik-klik jawaban saja langsung dapat uang yang dimasukkan ke dalam akun. Siapa coba yang tidak mau? Wah saya rasanya sangat senang dan bahagia. Saking semangatnya, saya langsung menghubungi adik saya supaya dia juga bisa ikut serta dalam bisnis online tersebut. Soalnya gampang banget dan uangnya lumayan besar. 

Ditambah ada succes story yang dilampirkan di dalam website tersebut, membuat saya yakin juga akan sukses seperti mereka. Terlebih saya seorang ibu rumah tangga yang sepanjang hari menghabiskan waktu di rumah bersama si kecil, rasanya sangat cocok dengan pekerjaan online tersebut. Nah, apa yang terjadi saat saya bergabung dalam survei berbayar? Yuk ikuti sharing pengalaman saya sampai akhir.


Survei Selamat Datang Membuat Angan Terbang Tinggi

Sebagaimana yang saya ceritakan di awal kalau saya begitu bersemangat langsung mendapatkan tawaran pekerjaan mengisi survei beberapa menit setelah akun jadi. Saya mendapatkan email yang mengucapkan selamat datang dan kemudian diikuti tawaran survei. Apalagi jenis survei yang saya jawab sesuai sekali sama yaitu soal belanja online. Jadi, saya menjawabnya gampang banget. Gak pake lama. 

Saya begitu bahagia menjawab pertanyaan survei satu persatu. Tak berselang lama, saya langsung mendapatkan komisi atas survei pertama tersebut. Komisinya masuk ke akun dulu karena belum mencapai batas minimal. Saking senang dan yakinnya, saya langsung menelepon adik. Memberitahu kalau sekarang ada alternatif mencari uang tambahan dari rumah dengan kerja online tanpa modal. Saya antusias menceritakan panjang lebar dan mengajak adik saya mencoba. Adik saya sangat tertarik dengan segala yang berbaur uang internet, dia pun langsung membuka akun.

Kami masih sempat membahas soal peluang kerja online mengisi survei berbayar tersebut. Bahkan sampai menghitung-hitung. Jika bisa mengerjakan 10 survei online berbayar saja perbulan sudah berapa komisi yang dikumpulkan. Wah, bisa-bisa menghasilkan cuan ratusan ribu nih. Kami tertawa bahagia seolah menemukan salah satu pintu harta karun tersembunyi di dunia maya.


Survey Berikutnya yang Tak Kunjung Datang

Setelah dibawa terbang tinggi dalam beberapa menit setelah membuat akun, kemudian saya dihadapkan pada masa menunggu sesuatu yang tidak jelas sampai kapan akan ada keberadaannya.  Menunggu dari hari ke hari sesuatu yang tidak pasti, rasanya sangat membosankan sekaligus membuat putus harapan. Saya selalu cek akun setiap saat mana tahu dapat tawaran. Kalau hari ini kosong, besok saya coba cek lagi. Besoknya saya juga login lagi mencoba cek ulang, lagi dan lagi-lagi tapi hasilnya tetap nihil. 

Beberapa minggu kemudian, akhirnya saya menyerah dan memutuskan berhenti. Bahkan saking kecewanya, saya juga berhenti layanan pemberitahuan email. Rasanya diri ini terjatuh lantaran tidak ada kabar berita lagi. Sebenarnya sih saya bisa berlapang dada jika dikasih tahu dari awal oleh penyedia kalau survey berbayar onlinenya tidak selalu ada, tidak ready. Nah, ini dari awal seolah-olah banyak survei yang menunggu untuk dikerjakan. Makanya saya jadi terbuai angan. 

Soalnya di testimoni, ada yang berhasil gajian sampai ratusan ribu perbulan. Bukankah berarti dia mengerjakan banyak survei. Saya bingung sekali sebenarnya tentang hal ini. Bertanya-tanya, apakah perusahaannya yang memang belum banyak mendapatkan tawaran survei atau memang saya yang tidak sesuai kriteria. Entahlah, bisa jadi dua-duanya. Saya cek lagi, ternyata perusahaan tersebut baru berdiri 1 tahunan pada waktu itu. 


Komisi Tidak Bisa Cair dan Tidak Bisa dinikmati

Hanya mendapatkan tawaran mengerjakan satu survey berbayar online saja dengan komisi sekitar Rp 5.000. Kemudian tidak ada tawaran lagi setelahnya, otomatis ya rewardnya tidak bisa diambil. Hal ini lantaran tidak memenuhi minimal pencairan. Kemaren saya sempat iseng-iseng apakah saldo saya masih ada disana atau sudah hilang. Terhitung sudah 3,5 tahun silam saya membuat akun. Ternyata pada tahun 2023 ini perusahaannya masih bisa ditemukan di internet dan komisi saya masih tersedia disana. 

Beberapa waktu kemudian saya juga menemukan iklan senada tentang survey berbayar online tapi sudah perusahaan international begitu. Ogh, sepertinya ini perusahaan bagus, fikir saya. Saya klik iklannya. Namun, entah mengapa saya selalu dihantui rasa takut kalau ternyata juga sama dengan perusahaan pertama. Takutnya itu kalau juga hanya memberikan harapan palsu saja dan membuat saya tidak bisa mengontrol diri dari angan-angan dan berharap lebih.  

Selain itu, saya khawatir data saya akan disalahgunakan. Soalnya, saya sempat melihat ada beberapa pertanyaan yang harus diisi ketika membuka akun. Tidak bisa di close sehingga wajib dijawab setelah login. Pertanyaan-pertanyaan yang menjurus pada hobi, latar belakang, bakat minat, keluarga, keuangan dan sebagainya. Namun, anehnya ketika saya menjawab pertanyaan ini tidak mendapatkan komisi sama sekali. 
 

***

Nah itu pengalaman saya khusus mengikuti survey berbayar online untuk satu perusahaan survei lokal yang pernah saya ikuti. Sekali lagi saya tidak bisa menyebutkan namanya disini dengan pertimbangan diatas. Satu hal yang jelas hal ini tidak bisa dijadikan patokan kalau semua survei berbayar akan mengalami nasib seperti yang saya alami. Saya rasa pasti ada perusahaan penyedia survei yang memang sudah kokoh dan bonafid. Atau mungkin memang ada orang yang sukses di perusahaan tersebut dan saya yang kurang beruntung atau belum berezeki dari sana. 

Saran saya, cobalah melakukan riset apa saja penyedia survei berbayar online yang memenuhi kriteria yaitu terbukti membayar dan jobnya selalu ada. Bila teman-teman berhasil mendapatkan perusahaan yang memenuhi kriteria ini maka insaallah rezeki dari sini bukan lagi angan dan mimpi. Jika ada teman-teman yang punya pengalaman sukses dalam survey berbayar, saya dengan sangat senang hati bila mau berbagi disini. [] 


 Jatuh Bangun 13 Tahun Kerja Online dari Rumah dan Bisnis di Internet (Part 2)

Jatuh Bangun 13 Tahun Kerja Online dari Rumah dan Bisnis di Internet (Part 2)

Postingan ini merupakan bagian ke 2 dari sharing pengalaman dan suka duka saya kerja online dari rumah  dan membangun bisnis di internet selama 13 tahun terakhir. Terdapat 16 cara yang pernah saya coba jalani untuk mencari cuan di dunia digital. Nah, poin 11 hingga 16 ada di halaman ini beserta penutup. 

Sementara itu, poin 1-10 terdapat di artikel part 1 yaitu tentang membuat website bisnis online, jual beli domain, jual e-book di amazon, jualan produk di marketplace, menjadi freelance writer, mengelola blog dan monetisasi, mengisi survei online, membaca dan menonton dibayar, mengetik captcha, dan menjual jasa online. Agar tidak terdapat miss informasi dan mendapatkan sesi sharing secara menyeluruh, saya sarankan agar teman-teman terlebih dahulu membaca part 1 disini


11. Menjadi Publisher Adsense. Saya pertama kali membaca tentang bagaimana mendapatkan uang dari adsense sekitar tahun 2013-2014. Saya langsung tertarik membeli beberapa domain untuk blog. Akan tetapi semuanya terbengkalai sebab saya malas-malasan menulis. Barulah pada Juni 2020 saya bertekad menulis konten secara rutin karena ingin mendaftar sebagai publisher adsense. Singkat cerita saya diterima pada Desember 2020. Jujur, tidak mudah gajian dari adsense karena nilai per klik yang murah seperti Rp 100, Rp 200. Sampai sekarang saya masih belum bisa gajian setiap bulan dari adsense. Kadang kalau rezeki bisa payout per 3 bulan. Saat ini mungkin akan butuh waktu 1-2 tahunl lagi untuk gajian karena penghasilan harian menurun drastis.

12. Menjadi Affiliate Marketer. Tidak jauh berbeda dengan adsense, saya mendengar bisnis online menjadi afiliate juga dari para mastah internet marketer. Pada waktu itu, bertebaran kisah seseorang yang sukses dengan afiliate produk luar negeri seperti di Amazon. Katanya hasil afiliate di Amazon jauh lebih gurih dibanding di dalam negeri. Berhubung saya tidak begitu paham bahasa Inggris, saya pun tertarik mencoba afiliate dalam negeri tetapi saya tidak tahu harus mulai dari mana. Terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sehingga saya mengalami penolakan. Mayoritas harus punya sekian ribu followers dan saya tipikal yang tidak aktif bermedia sosial. Pada awal tahun 2022 saya mendapatkan email penawaran afiliate marketing. Alhamdulillah sejak saat itu sampai sekarang saya menghasilkan uang dari sini setiap bulan. Ya, bisalah buat beli snack beberapa bungkus. 

13. Review Berbayar. Setiap blogwalking ke beberapa situs yang saya senangi, saya mendapati kalau mereka menerima paid review. Malahan ada salah satu blogger yang penghasilan utamanya berasal dari sini dan jauh lebih besar dari iklan seperti adsense. Hanya saja bisnis ini sifatnya menunggu harus ada orang yang menghubungi atau mencari reviewer. Beberapa kali saya pernah melihat di situs freelancer lowongan menjadi reviewer di blog tetapi niche nya tidak relevan dengan blog saya. Akhirnya, pada bulan Agustus 2022 saya untuk pertama kalinya mendapatkan tawaran paid review dari salah satu pelaku bisnis. Memang harganya lumayan, satu kali review dibayar Rp 250.000. Sayangnya, belum ada penawaran selanjutnya hingga saat ini. 

14. Investasi dan Trading Saham. Hm, sampai saya berumur 35 tahun, saya benar-benar awam sekali soal saham. Tidak tahu dan tidak pernah mendengar karena selama ini tidak pernah terbesit keinginan untuk investasi karena memang belum ada dana untuk itu. Berhubung sudah berkeluarga dan punya anak yang masih kecil-kecil, saya mulai belajar melakukan pengaturan keuangan. Selain searching sana sini mempelajari bagaimana mengelola uang, saya juga menonton video dan membeli buku. Barulah saya kenal dengan saham dan mulai tertarik mendalami. 

Saya memberanikan diri membeli beberapa lot saham dengan modal awal sekitar Rp 750.000 dan sudah berjalan sekitar 2 tahun belakangan. Memang bisa menghasilkan uang tapi tidak mudah seperti dibayangkan. Adakalanya hijau dan beruntun. Adakalanya merah dan buntung. Resikonya memang tinggi dan membuat jantungan apalagi day trading. Saat ini saya memilih menjadi swing trading saja dan invetasi jangka pendek hingga menengah.

15. Investasi Reksadana. Saya pertama kali mengenal istilah reksadana beriringan dengan saham, sama-sama dari belajar macam-macam produk investasi. Ditambah dengan gencarnya iklan reksadana berseliweran di dunia maya yang dipromosikan oleh para artis papan atas. Yup, invetasi ini memang lagi naik daun dan booming dikalangan anak muda. Akhirnya saya pun mencoba membuat akun reksadana. Saya ingin membuktikan apakah beneran menghasilkan atau tidak. Setelah invetasi sekitar 6 bulan, ternyata benar bisa mendapatkan uang dari sini. Sekali beberapa hari uang yang diakun selalu bertambah beberapa ribu tergantung jumlah modal. Ketika hendak mencairkan, lumayan saya bisa mendapatkan sekitar Rp 250.000 dari reksadana. 

16. Investasi Emas. Pada tahun 2021 saya sekaligus melakukan uji coba menggunakan 3 instrumen investasi online sekaligus yaitu saham, reksadana dan emas. Saya pun membuat akun di pegadaian digital service. Pernah juga membuat akun di salah satu marketplace karena bisa beli mulai dari Rp 5.000 saja. Jadi, duit hasil diskon dan cashback belanja online dibelikan ke emas saja agar terkumpul. Setelah mencoba sekitar 2 tahun, menurut saya pertumbuhannya cenderung lambat. Kayak siput berjalan. Bahkan sampai sekarang saja kurang lebih balik modal saja. Memang ada dapat selisih harga beli dan jual tetapi hasilnya tidak bisa dinikmati. Masih kecil baru bisa buat membayar biaya penyimpanan saja. Memang ini tergantung modal juga sih. Kalau modal besar mungkin dapat agak lebih. Namun, secara umum returnya gak sebesar reksadana dan saham. 


***

Mungkin teman-teman bertanya dari 16 kerja online dari rumah dan bisnis di internet diatas, mana yang berhasil? Belum ada sebenarnya yang berhasil sesuai dengan harapan tapi baru berhasil mendapatkan cuan secara konsisten yaitu dengan menjadi publisher adsense dan affiliate marketer. Sebab harapan saya adalah bisa gajian sebesar UMR setiap bulan dari internet. Sampai detik ini saya pun masih mengejar harapan tersebut.

Kalau sukses yang dimaksud patokannya kaya, ya saya belumlah sukses karena sejauh ini internet belum membuat saya tajir. Namun, saya merasa sukses telah berhasil membuktikan ke diri sendiri dan orang tua kalau internet memang bisa menghasilkan uang. Membuktikan kalau bekerja juga bisa dirumah, tidak harus kerja diluar. 

Saya ingin membuka mata orang terdekat kalau di zaman teknologi yang berkembang pesat, kantor pun sudah tidak harus di suatu tempat karena ada virtual office. Tidak asing lagi di zaman sekarang ada orang yang mulai bekerja untuk perusahaan Afrika dengan hanya stay di sebuah kosan di jogja. 


Berapa cuan yang saya dapatkan dari kerja online dari rumah dan bisnis di internet?

Untuk cuan nya alhamdulillah bisa gajian setiap bulan walau beberapa ratus ribu saja. Pada tahun 2023 ini, cuan nya antara 200.000-500.000 perbulan. Yup, masih jauh dibawah target yang sebesar UMR.  Saya baru berada di tahap penghasilan online yang konsisten setiap bulan tetapi jumlahnya masih fluktuatif. Naik turun tergantung rezeki. Paling rendah Rp 30.000 sebulan dan paling tinggi pernah mencapai Rp 900.000 ribuan dalam sebulan. Berapapun itu saya bersyukur karena tidak mudah mendapatkan uang secara online dengan internet. Kemaren, kini dan hingga nanti, insaallah saya terus berjuang. Semoga nanti rezeki saya semakin membaik dari bisnis online. []




 Jatuh Bangun 13 Tahun Kerja Online dari Rumah dan Bisnis di Internet (Part 1)

Jatuh Bangun 13 Tahun Kerja Online dari Rumah dan Bisnis di Internet (Part 1)




Pada postingan kali ini saya bermaksud merangkum perjalanan saya dalam menghasilkan uang dengan bantuan teknologi internet. Khususnya dengan cara bisnis online dan kerja online dari rumah. Perkenalan saya yang dengan internet dimulai sekitar tahun 2007-2008 pada saat saya mencari informasi untuk tugas akhir. Pada tahun 2009 saya sangat intens menggunakan internet tetapi masih sebatas untuk bermedia sosial. Yup, pada waktu itu lagi booming Facebook dan saya pun ikut-ikutan sampai menghabiskan waktu berjam-jam. 

Pada satu titik saya merasa bosan setiap hari dengan media sosial. Merasa tidak banyak manfaat yang saya peroleh. Merasa waktu seakan habis terbuang saja untuk hal yang tidak begitu penting. Bukan hanya waktu tapi uang pun habis untuk membeli kuota modem. Rasanya saya jenuh ditambah merasa waktu dan uang habis untuk hal yang tidak begitu produktif. Alhamdulillah pada tahun 2010 saya mendapatkan tawaran bekerja menulis naskah buku dari rumah untuk pertama kalinya dimana jobdesk dan pembayaran dilakukan secara online.

Berbekal pengalaman tersebut saya merasa internet itu sangat keren karena memudahkan pekerjaan saya. Tidak perlu datang ke kantor dan semuanya serba online. Sejak itu penasaran saya bagaimana caranya   kerja online dari rumah semakin mendalam. Saya bahkan sering insomnia gegara mempelajari cara menghasilkan uang lewat internet yang informasinya bersileweran di dunia maya. Sudah berbagai macam tutorial yang saya coba praktekkan. Bahkan ada sampai beli ebook dari para mastah. Hasilnya ada yang nol, ada yang tidak balik modal, ada yang dapat beberapa perak, dan ada yang alhamdulillah banget. 

Perjalanan yang cukup panjang dalam dunia bisnis online dan kerja online, hampir 13 tahun lamanya. Trial error yang memakan waktu, tenaga dan juga uang. Nah, inilah 16 jenis kerja online dari rumah dan bisnis online ang saya pernah saya coba untuk mewujudkan mimpi punya penghasilan dari rumah. Saya share disini secara singkat saja ya biar tidak terlalu panjang. Saya akan mengulas masing-masing di postingan berbeda supaya pembahasannya lebih detail dan maksimal dalam pengalaman serta berbagi informasi buat teman-teman.

1. Membuat Website Bisnis Online. Hm, seingat saya ini adalah langkah pertama yang saya coba. Yup, saya menggunakan kata coba karena berangkat dari penasaran dan awam soal internet. Hanya berbekal motivasi kesuksesan para suhu di bisnis online saja. Pada waktu itu saya belajar membawa usaha kerudung sulam go digital. Bisnis rumahan yang sebelumnya beberapa tahun saya jalankan offline. Cara ini tidak begitu membuahkan hasil karena berbagai sebab. Bukannya untung, saya malah buntung. Cerita selengkapnya bisa dibaca disini. 

2. Jual Beli Domain di Godaddy Auctions. Pada suatu ketika saya berselancar di dunia maya dan bertemu dengan seorang internet marketer yang membagikan pengalaman jual beli domain. Katanya ada yang sukses meraup cuan berkat domain tersebut. Lagi-lagi karena penasaran, saya pun mencoba mana tahu rezeki saya disini. Ternyata, saya juga tidak mendapatkan untung dan malah buntung juga. Syukurlah modal yang saya keluarkan tidak terlalu besar untuk uji coba ini. Dimana saya membeli 2 domain masing-masing seharga Rp 150.000.

3. Jual Ebook di Amazon. Lebih tepatnya menerbitkan buku digital melalui Kindle Direct Publishing yang setelah dipublish akan muncul di Amazon Store. Saya mengetahui hal ini dari salah satu dosen orang Indonesia yang sedang kuliah di Jepang. Dia membagikan pengalaman dan caranya melalui sebuah e-book. Saya pun tertarik dan harus merogoh kocek sekitar Rp 500.000. Hm, memang menghasilkan sih tetapi sangat jauh dari penghasilan dosen tersebut. Dia bisa mendapatkan belasan juta katanya setiap bulan, kalau saya sebulan sekitar Rp 50.000. Akhirnya, saya pun memutuskan mundur dan menyerah dengan bisnis ini. Tidak balik modal sama sekali.

4. Jual Produk di Marketplace. Nah, bagian ini merupakan hal yang selalu saya kenang karena sangat berjasa untuk orang-orang yang saya sayangi. Berhubung gagal membangun website bisnis online, maka saya mencoba masuk ke marketplace. Pertama sekali pada tahun 2014 di Tokopedia, lanjut Shopee pada tahun 2015 dan Bukalapak. Cara ini kemudian diteruskan oleh adik saya dan juga suami. Mereka mampu mendapatkan omset puluhan juta perbulan. Namun, ini bertahan hanya beberapa tahun saja, makin kesini makin turun drastis. Saat ini tokonya sudah tidak jalan lagi.

5. Menjadi Frelancer Writer. Ini adalah salah satu cara kerja online terbaik menurut saya. Dimana saya tidak lagi menjual produk fisik melainkan menjual keterampilan atau jasa menulis kepada yang membutuhkan. Seperti yang saya ceritakan di awal, saya sempat bekerja menjadi penulis naskah buku di beberapa penerbitan. Kemudian lanjut menjadi penulis konten untuk beberapa media online. Saya berhasil mendapatkan gaji sekitar Rp 500.000-Rp 1.000.000 perbulan. Berhubung saya jenuh dan membutuhkan lebih banyak uang, maka saya berhenti. Kemudian memutuskan kerja kantoran sementara waktu.

6. Mengelola Blog dan Monetisasi. Merasa tertekan kerja menulis dengan media dan penerbit, saya bermimpi bisa menulis dengan nyaman dan menggaji diri saya sendiri. Saya pun mencoba peruntungan menjadi blogger. Tak tanggung-tanggung, saya membuat dua blog sekaligus yaitu blog tentang menulis dan blog agama. Blog agama sudah mencapai kunjungan 1.000 perhari dan pernah saya daftarkan ke salah satu perusahaan iklan berbasis di luar negeri. Namun, hasilnya beberapa sen saja bahkan kemudian perusahaan periklanannnya hilang bak ditelan bumi. Saya mencoba lagi dan diterima menjadi publisher adsense. Alhamdulillah pada tahun pertama hasilnya lumayan. Pada tahun kedua hingga sekarang hasilnya menurun drastis tidak tahu kenapa.

7. Mengisi Survei Online. Pada suatu waktu saya membaca informasi dan berita di sebuah situs komunitas menulis. Ketika saya lagi scroll ke bawah eh nongol iklan yang berisi kerja online mengisi survei. Wah, kalau cuma mengisi survei kan mudah ya. Tidak bikin capek. Sangat menggiurkan dan saya langsung action membuat akun. Benar saja, sebagai ucapan selamat datang saya diberikan satu survei dan berhasil dapat komisi Rp 5.000. Akan tetapi, berminggu-minggu hingga berbulan-bulan saya tak kunjung mendapatkan kerja mengisi survei lanjutan. Dengan kecewa sayapun keluar dari sini.

8. Membaca dan Menonton Online Dibayar. Ini sih karena saya terjebak pola pikir ingin cepat dapat uang. Mindset pengen cepat kaya raya dengan kerja mudah hampir tanpa usaha dan modal. Saya mencoba salah satu aplikasi membaca online yang katanya dibayar. Tak lupa, sekalian saya coba kerja menonton online dibayar. Memang ada cuan beberapa sen ya guys dan lama banget untuk bisa terkumpul buat payout. Waduh, rasanya gak cocok deh dan saya pun memutuskan pergi tanpa pernah mencicipi hasilnya.

9. Mengetik Captcha Online Dibayar. Ini juga saya coba karena iming-iming pekerjaan mudah tapi dibayar. Kalau diingat-ingat rasanya tindakan saya ini sedikit konyol. Berharap dapat uang banyak dengan minim usaha. Saya mendengar kabar mengetik captcha dari salah satu blog. Saya pun searching dan mencoba membuat akun di salah satu penyedia. Setiap kali mengetik memang ada nilainya, beberapa sen. Namun, sampai keriting jari-jari cuannya segitu segitu saja. Mengetik pun tanpa jeda dari pagi hingga malam tetap tidak bisa buat makan. 

10. Menjual Jasa Secara Online. Jika sebelumnya saya menjual produk fisik melalui website online, selang beberapa waktu saya mencoba menjual jasa. Soalnya, jual produk fisik berupa jilbab harus diproduksi dulu. Prosesnya memakan waktu dan juga membutuhkan banyak modal. Saya pikir kalau usahanya menjual jasa maka tidak perlu modal dan juga lebih efisien serta efektif. Benar saja, saya berhasil mengumpulkan cuan dari menyediakan layanan jasa pencarian jurnal serta buku referensi untuk penulisan tugas akhir. Cuan yang saya peroleh adalah dari selisih harga buku dan pembayaran jasa oleh pemesan yang sifatnya sukarela. Usaha ini berjalan mengembirakan dalam tiga bulan pertama. Pada bulan berikutnya tidak tahu kenapa berubah sepi dan cuan pun menurun.

***

Postingan ini merupakan bagian ke 1 dari sharing pengalaman dan suka duka saya kerja online dari rumah  dan membangun bisnis di internet selama 13 tahun terakhir. Terdapat 16 cara yang pernah saya coba jalani untuk mencari cuan di dunia digital. Nah, poin 1-10 terdapat di artikel part 1. Sementara itu,  poin 11 hingga 16 ada di halaman selanjutnya yaitu menjadi publisher adsense, affiliate marketer, paid review, invetasi saham, investasi reksadana dan invetasi emas online

Di bagian penutup, teman-teman juga akan mendapatkan informasi mana saja yang masih menghasilkan sampai sekarang beserta gambaran hasil cuan yang saya peroleh di part 2. So, agar tidak terdapat miss informasi dan mendapatkan sesi sharing secara menyeluruh, tidak setengah-setengah. Saya sarankan agar teman-teman melanjutkan membaca part 2 disini. []



Lowongan Kerja Online dari Rumah Menulis 30 Artikel Konten Untuk Website

Lowongan Kerja Online dari Rumah Menulis 30 Artikel Konten Untuk Website


Hallo guys, pada kali ini saya ingin sharing informasi penting nih. Ada kabar gembira buat teman-teman yang saat ini lagi membutuhkan penghasilan tambahan. Salah satu solusinya adalah dengan kerja online dari rumah. Yup, bekerja secara remote merupakan pilihan terbaik saat ini karena waktunya bisa disesuaikan dengan pekerjaan utama. Lebih leluasa dan yang paling penting adalah tidak perlu masuk kantor. Cocok juga bagi ibu rumah tangga yang ingin bekerja sambil mengasuh anak. 

Ada banyak pilihan kerja online dari rumah sebagai freelancer. Salah satunya menjadi content writer atau penulis artikel konten. Saya sendiri sudah pernah bekerja sebagai content writer secara online. Hasilnya, lumayan dan benaran membayar asalkan mendapatkan penyedia kerja yang kredibel dan profesional. Yuk pelajari dan dipertimbangkan lowongan kerja berikut ini mana tahu kamu berminat !

Nah, demikianlah informasi lowongan pada kesempatan ini. Bagaimana guys? Tertarik kerja online dari rumah sebagai penulis artikel konten diatas? Lowongan ini dipublikasikan per hari ini, tanggal 8 Juli 2023 dimana batas pengumpulan berkas atau lamaran deadlinenya tanggal 7 Agustus 2023. Meski demikian, jika tertarik saran saya sebaiknya jangan ditunda-tunda sebab juga banyak orang yang sudah melamar. 

Mana tahu si penyedia kerja berubah pikiran dan menutup lowongan lebih awal dari waktu yang ditentukan. Makin cepat makin baik bukan guys. Mana tahu rezekimu ada di pekerjaan ini. Yuk persiapkan portofolio terbaikmu dan lakukan bid atau apply pekerjaan tersebut disini. 

Jangan lupa membuat akun terlebih dahulu, baru bid projectnya. Disini kamu juga bakalan bisa mendapatkan informasi pekerjaan lainnya, meskipun kamu terlambat menemukan informasi pekerjaan ini atau sudah ditutup. Masih banyak lowongan kerja online dari rumah lainnya yang menunggumu. Semoga beruntung dan selalu semangat meraih rezeki. []



Sharing Gaji Kerja Online Tanpa Modal Sebagai Penulis Naskah Buku dan Penulis Artikel

Sharing Gaji Kerja Online Tanpa Modal Sebagai Penulis Naskah Buku dan Penulis Artikel


Bisa mendapatkan kerja online tanpa modal merupakan impian sebagian orang dengan berbagai alasan dan motivasi. Ada yang kurang nyaman kerja di sebuah kantor seharian, ada juga yang ingin sedikit kebebasan karena tidak suka terikat jam kerja, ada yang buat tambahan atau sampingan seperti pelajar atau mahasiswa. Kalau saya motivasinya agar tetap bisa bersama anak-anak di rumah. Yup, saya tipe yang tidak yakin meninggalkan anak dengan baby sitter. Sementara, sebagai seorang ibu saya juga ingin produktif dan menghasilkan cuan. Solusinya adalah ikut ambil bagian dalam digitalisasi profesi. 

Salah satu kerja online tanpa modal yang pernah saya jalani bertahun-tahun adalah menjadi freelance writer. Ini beneran modalnya tidak ada sama sekali. Maksudnya modal materi atau uang. Modalnya hanya meluangkan waktu dan skill menulis saja. Sementara itu, internetnya saya tidak masukkan ke dalam modal. Mengapa? Menulis atau tidak, pengeluaran internet saya tetap ada dan jumlahnya segitu-segitu saja. Walau dipakai buat bekerja budgetnya tidak bertambah. Malah internet yang semula hanya untuk bermedsos sia, nonton dan baca informasi bisa kemudian menghasilkan uang.

Nah, mungkin ada yang penasaran. Berapa ya gaji kerja online tanpa modal sebagai penulis naskah dan penulis konten? Yuk simak sharing saya selengkapnya sampai akhir ya.


Besaran Gaji Beragam Alias Tidak Sama

Penghasilan kerja online tanpa modal sebagai freelance writer berbeda satu orang dengan yang lainnya. Berdasarkan pengalaman saya, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti :

1. Tingkat pengalaman, kualitas dan profesionalitas di dalam menulis. Saya merasakan benar hal ini, ketika saya masih berada di tingkat nol alias pemula sekali. Biasanya kalau mau apply sebuah job harus melampirkan pengalaman kerja dan juga portfolio. Penulis yang pengalamannya banyak,  portfolionya penuh dan tulisannya berkualitas akan diincar oleh perusahaan yang bonafid dengan bayaran bagus pula. Penulis pemula cenderung dalam proses belajar menulis sehingga kualitas tulisannya masih standar. Sehingga jasanya cenderung dipakai oleh perusahaan yang masih alokasi budget kecil dan dalam proses pertumbuhan.

2. Terkenal atau belum. Selain faktor pertama diatas, saya mengalami sendiri pengaruh faktor kedua ini selama membangun karier. Terkait kerja sebagai penulis naskah buku, orang yang namanya sudah dikenal otomatis harga jasanya lebih tinggi dibanding yang belum dikenal. Jika penulis biasa dibayar Rp 2.000.000 maka penulis terkenal bisa berkali-kali lipat misalnya Rp 20.000.000. Tak hanya beda bayaran, perlakuan letak karya di toko buku pun berbeda. Biasanya di toko buku ada rak khusus karya penulis-penulis bestseller. 

3. Jenis tulisan. Ada banyak job yang dikerjakan freelance writer diantaranya naskah buku, novel, script film, artikel konten SEO, proposal bisnis, paid review produk dan masih banyak lagi. Kalau saya pernah mengambil 3 kategori yaitu naskah buku, artikel konten dan paid review. Masing-masing pekerjaan tersebut berbeda bayarannya. Gaji penulisan 1 artikel dengan 1 naskah film tentu akan sangat jauh bedanya. 

4. Berapa jumlah yang ditulis atau kuantitas. Penulis yang aktif dan fokus menulis setiap hari menghasilkan lebih banyak cuan dibanding yang tujuannya hanya sebagai kerja sampingan. Ada salah satu anggota di komunitas penulis yang pernah saya ikuti yang bekerja pada sebuah media. Setiap hari dia diwajibkan memposting sekitar 10 artikel dan digaji sekitar Rp 5.000.000 perbulan. Dengan kata lain, total jumlah artikel yang ditulis 300 dengan rate harga Rp 16.000/artikel. 

5. Status pemberi job. Jika menulis artikel konten untuk blogger dan situs kecil biasanya budget mereka kecil juga. Mereka rata-rata memiliki penghasilan yang belum stabil. Bahkan saya pernah kerja di salah satu website dimana gaji saya baru dibayarkan setelah si pemilik menerima pencairan dari Google adsense. Kecuali kerja pada blogger sukses yang penghasilannya sudah puluhan juta hingga ratusan juta. Jika menulis untuk pebisnis yang usahanya berjalan bagus dan sukses bayarannya biasanya akan lebih besar dan lancar. 


Nah, Berapa Gaji Saya?

Sebagaimana yang saya singgung diatas kalau penghasilan kerja online tanpa modal sebagai freelance writer tidak sama satu sama lain. Dengan demikian, tidak ada patokan atau standarnya. Namun, agar teman-teman mendapatkan gambaran, maka disini akan saya infokan berapa kisaran gaji yang saya peroleh selama ini.

1. Gaji Sebagai Penulis Naskah Buku

Saat pertama kali saya menulis naskah buku dan diterbirkan penerbit pada tahun 2010, naskah sekitar 100 halaman dibayar Rp 750.000. Artinya pada waktu itu saya dihargai 7.500/halaman. Kalau dipikir-pikir sekarang, bayaran tersebut murah sekali ya guys. Namun, 13 tahun silam uang segitu sudah lumayan dan membuat saya sangat bersyukur. Bahkan bisa digunakan untuk membeli komputer dekstop bekas.

Sekitar tahun 2014 saya mulai pindah kerja dengan penerbit lain. Si pemilik mengetahui kalau saya sudah pernah menulis dan kenal dengan pemilik penerbit lama tempat saya kerja. Nah, disini saya mendapatkan bayaran yang lebih baik yaitu 100 halaman naskah buku saya dihargai sekitar Rp 2.000.000 atau 20.000 per halaman. 

Oya, saya juga pernah membantu dalam penulisan naskah jurnal dimana satu halaman dibayar Rp 50.000. Ketika saya menulis 20 halaman, maka saya mendapatkan Rp 1.000.000 belum termasuk bonus THR lebaran. Sayangnya job ini seingat saya hanya sekali saja soalnya saya merasa kurang nyaman. 

Membantu penulisan jurnal ilmiah agak sedikit sensitif sama seperti naskah skripsi. Khawatir dianggap jual beli jurnal atau tugas akhir. Pada kasus saya bukan jual beli sih, si pemberi kerja mengatakan kalau dia juga ikut berkontribusi dalam penulisan. Setelah selesai nanti dia akan menambahkan dan menyempurnakan tulisan yang saya buat sebelum dipublikasi. Namun, ya begitulah saya tetap merasa kurang nyaman.

2. Gaji Sebagai Penulis Artikel Konten

Sementara untuk penulisan artikel, di awal-awal dapat job saya dibayar Rp 10.000. Ini terjadi pada tahun 2013-2014.  Saya masih ingat kalau saya mengirimkan lamaran pada sebuah media online yang berpusat di Makasar dan beberapa hari kemudian diterima. Sistem penggajiannya berdasarkan berapa jumlah artikel yang berhasil ditulis dan sudah dipublikasi oleh admin. Rata-rata saya bisa menyelesaikan mulai dari 50-100 artikel perbulan. Dengan kata lain gajinya sekitar Rp 500.000- Rp 1.000.000 setiap bulan.

Beberapa bulan kemudian jobnya semakin berkurang dan media tersebut sudah kurang aktif memproduksi konten. Akhirnya saya melamar ke media lain dan juga mendapatkan gaji yang sama dengan media sebelumnya. Pada tahun 2017, saya memutuskan mendaftar ke situs freelance. Jika ada pekerjaan yang dirasa cocok saya apply. Disini saya mengambil job penulisan artikel sekitar 1.000 kata dengan bayaran Rp 25.000/ artikel. Jadi, sistemnya berdasarkan jumlah kata. Kalau saya menulis artikel 3.000 kata  maka dibayar Rp 75.000 per artikelnya.

Hemat saya bayaran sekarang tidak jauh berbeda dengan pengalaman saya. Saat saya riset ke situs freelance masih ada tawaran menulis artikel Rp 10.000 bahkan di bawah harga itu. Begitu juga soal bayaran penulisan buku saya kira juga kurang lebih masih sama untuk pemula. Apalagi pandemi berpengaruh pada penerbitan dan akhir-akhir ini toko buku besar ada yang gulung tikar. 


***

Untuk total gaji atau penghasilan selama kerja online tanpa modal sebagai penulis naskah buku dan penulis artikel konten, saya tidak pernah mencatat secara rinci. Namun, masih segar di ingatan berapa bayaran yang saya terima. Kalau saya taksir totalnya mencapai lebih dari Rp 50 juta - Rp 75 jt. Sekilas kelihatan wow ya tapi hasil ini bukan satu bulan ya guys tapi selama 9 tahun. Kalau diambil rata-rata jadinya sekitar Rp 500.000-  Rp 800.000 perbulan. 

Saya telah menulis lebih dari 1.000 artikel untuk media online. Menulis lebih dari 20 naskah buku untuk dua penerbit. Sayang sekali gaji tersebut tidak sedikit pun diinvestasikan karena pada waktu itu saya belum mengenal pengaturan keuangan. Jadi, ya habis begitu saja untuk belanja sehari-hari. Berapapun yang saya dapatkan baik sudah sesuai target atau belum, saya tetap bersyukur karena bisa kerja dari rumah. Pengalaman ini jauh lebih berharga dari uang walaupun saya berharap cuan nya lebih baik. 

Di lingkungan saya sangat jarang bahkan hampir tidak ada yang kerja online tanpa modal seperti yang saya jalani. Suami saya sering mengingatkan bahwa keterampilan yang saya miliki adalah sesuatu yang langka untuk ukuran orang di kampung. Kalau di kota sih tidak asing lagi ya. Nah, bagaimana? Tertarik jadi penulis naskah buku dan penulis artikel online? []



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik