Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label bisnis online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis online. Tampilkan semua postingan
Mau Bisnis Online Tanpa Modal, Ini Media Marketing Gratis yang Bisa Dipilih

Mau Bisnis Online Tanpa Modal, Ini Media Marketing Gratis yang Bisa Dipilih


Segelintir pengusaha membatalkan niat mencari peruntungan di dunia maya lantaran dibutuhkan biaya untuk go digital dan mereka kurang percaya bahwa ada bisnis online tanpa modal. Dilema ini seringkali dihadapi oleh pebisnis pemula terutama yang masuk ke dalam kategori usaha kecil dan menengah. Memang tidak bisa dinafikan, kenyataannya sebagian orang mengeluarkan modal dalam memasarkan produk atau jasa mereka secara digital. Jumlah modalnya beragam mulai dari ratusan ribu, jutaan hingga puluhan juta. Namun, ini tergantung dengan pilihan mereka masing-masing.

Bagi teman-teman yang minim modal jangan berkecil hati dulu. Siapa bilang kalau mau bisnis go online harus pakai biaya. Saat ini tersedia berbagai media yang bisa dimanfaat kan untuk digital marketing. Ada yang berbayar dan ada juga yang gratis alias cuma-cuma. Bahkan banyak juga kisah mereka yang sukses membangun bisnis online tanpa modal dengan media gratisan. Jika kamu masih awam banget dan memulai dari nol, berikut daftar media pemasaran online gratis yang bisa kamu coba :


1. Membuka toko online di marketplace

Jika kamu saat ini sedang memproduksi sebuah produk fisik atau berniat menjadi distributor sebuah barang, maka membuka online shop di marketplace adalah salah satu solusi terbaik. Mengapa demikian? Marketplace merupakan pasar tempat berkumpulnya orang-orang melakukan jual beli. Dengan demikian, target konsumennya lebih jelas. Memang masyarakat yang memiliki ketertarikan belanja online.

Saya pernah punya pengalaman membuka cabang toko online di berbagai marketplace diantaranya Tokopedia, Shopee dan Bukalapak. Dari pengalaman saya dulu memang tidak dipungut biaya sama sekali. Kecuali mau upgrade keanggotaan atau mau nambah fitur khusus tertentu seperti asisten toko. Begitu juga kalau mau pasang iklan berbayar agar toko dan produkmu berada di bagian teratas ya pastilah mengeluarkan biaya. Sebab, pada masing-masing marketplace memang tersedia layanan paket iklan berbayar. Namun, juga ada kok iklan gratis walau dengan jumlah terbatas.

Nah itu, soal mengiklankan produk dan toko di marketplace itu sendiri. Sementara, diluar itu marketplace juga akan mengiklankan namanya dengan alokasi pemasaran perusahaan. Hal ini otomatis akan menggaet lebih banyak konsumen mendatangi marketplace dan berpengaruh positif pada para penjual disana. Itulah enaknya di marketplace hampir semua kebutuhan sudah disiapkan yang sangat mendukung bisnis online tanpa modal. Setelah membuat akun dan sebuah toko, maka kamu langsung bisa upload berbagai foto produk. Pengaturannya juga tergolong mudah dan sederhana, bisa dipahami sendiri tanpa belajar dari tutorial. Begitu juga dengan biaya pengiriman yang sudah otomatis dan terintegrasi sehingga sudah tidak perlu cek manual. 


2. Membuat website toko online di situs tak berbayar

Pada artikel sebelumnya saya sudah mengulas mengenai 6 manfaat yang akan diperoleh jika seseorang membuat website bisnis online. Memiliki sebuah situs di dunia maya merupakan salah satu alternatif untuk mendongkrak pemasaran. Namun, kendala yang pernah saya alami dan juga mungkin teman-teman pemula adalah biaya pembuatan website berbayar yang lumayan. Bersyukurlah ada pilihan lain berupa layanan membuat situs gratis seperti Blogger, Worpress, Medium, Wix dan lainnya yang memungkinkan kamu memiliki sebuah website bisnis tanpa mengeluarkan uang. 

Secara kualitas dan fitur yang ditawarkan, situs gratisan memang tidak sesempurna bila kita membeli sebuah website di jasa pembuatan website. Akan tetapi, untuk pemula yang sedang membangun usaha, menurut saya tidaklah masalah. Daripada belum punya situs sama sekali atau diundur-undur sampai punya uang untuk membeli. Lebih baik dimulai dari situs gratis dulu, dari hal sederhana. Nanti kalau sudah mulai ada rezeki mau ganti dengan yang lebih profesional sah-sah saja. Situs gratisan yang telah dibuat juga tetap ada manfaatnya. Tidak ada yang sia-sia atau mubazir. 

Hal yang penting, kontak yang kamu cantumkan di situs haruslah sama agar calon konsumen bisa menghubungi. Walaupun kamu pindah dari Medium ke Wordpress dengan domain dan hosting berbayar, maka tidak masalah. Tidak mempengaruhi bisnis online tanpa modal alias gratisan yang telah dibangun. Jika sewaktu-waktu mau ganti kontak, jangan lupa ikut ganti kontak di situs gratisnya. Sesekali harus tetap dibuka agar aktif. Saya bahkan masih mendapatkan chat dan telepon menanyakan produk walaupun sudah tidak berjualan. Mereka menghubungi karena berminat membeli karena melihat produk dan kontak yang pernah saya buat di situs gratis. 


3. Membuat akun bisnis di media sosial

Selain dua pilihan diatas, media marketing gratis yang bisa kamu coba adalah media sosial. Saat ini sudah semakin banyak pilihan dan juga fiturnya makin keren dibanding beberapa tahun yang lalu. Diantara yang ramai digunakan yaitu Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube, Twitter dan lainnya. Tiktok, Youtube dan Instagram merupakan media yang lagi kekikian, booming serta sering viral dimana usernya lebih banyak diisi oleh generasi muda. Nah, para anak-anak muda tersebut rata-rata juga suka belanja secara online. Tak heran jika ini dimanfaatkan oleh Tiktok dimana saat ini sudah ada fitur untuk melakukan jual beli. 

Ada namanya Tiktok Shop yang memungkinkan kamu bisa memasarkan produk dan menjadi Tiktok Seller. Disamping itu, fitur live di Facebook juga termasuk sering dimanfaatkan oleh sebagian pebisnis untuk menggelar barang dagangan. Cara ini cocok sekali buat yang ingin punya bisnis online tanpa modal. Tak jarang saya menyaksikannya, ada yang punya toko offline di pasar kemudian melakukan live dan mendapatkan pesanan. Strategi ini juga lagi digemari karena zaman sekarang orang mulai suka melihat produk secara langsung secara online. Tidak sekadar gambar saja, konsumen ingin mengetahui realnya seperti apa. 

Jika kamu senang dengan konten video, maka membuat vlog yang isinya mengenalkan produk juga bisa dicoba. Saat ini bahkan emak-emak yang berjualan di pasar Tanah Abang membuat vlog dan berhasil mendaparkan pembeli berkat video di Youtube. Di zaman dimana teknologi berkembang pesat yang dibutuhkan adalah kemauan karena sudah tersedia wadah-wadah gratis yang bisa dicoba. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah mempelajari bagaimana strategi pemasaran yang tepat agar media gratisan tersebut mampu mendatangkan hasil yang maksimal. Misalnya dengan menyempurnakan desain gambar produk, mempelajari cara edit video yang lebih profesional atau bahkan belajar merangkai kata-kata yang menjual (sales letter). 


***

Tidak satu jalan ke Roma, pepatah ini juga dapat diterapkan dalam membangun bisnis online tanpa modal. Yup, banyak jalan yang dapat dilalui untuk mencapai tujuan agar sebuah bisnis masuk ke dalam dunia maya. Namun, terkadang saya menemukan kasus dimana seseorang fokus pada satu cara saja. Walaupun pilihan tersebut kurang membuahkan hasil, mereka tetap berpegang teguh. 

Jika ada kesempatan memilih beberapa media sekaligus untuk memasarkan bisnis online tanpa modal, mengapa harus mempertahankan satu media saja. Kita tidak pernah tahu akan mendapatkan rezeki dari mana. Oleh karena itu, tugas kita sebagai manusia adalah berusaha. Daftar media diatas memang tidak perlu mengeluarkan biaya, namun membutuhkan niat yang bulat, kesugguhan, waktu dan kerja keras. Sebab kesuksesan itu tidaklah instan. []


Pengalaman Membuat Website Bisnis Online Untuk Usaha Jilbab dan Buku

Pengalaman Membuat Website Bisnis Online Untuk Usaha Jilbab dan Buku



Sekitar tahun 2013-2014 saya membuat beberapa website sekaligus karena saya tergiur informasi kalau membuat website bisnis online itu sangat bagus untuk usaha rumahan dan sangat menjanjikan. Informasi tersebut saya dapatkan dari menghadiri seminar langsung maupun secara daring.  Mendengar kisah sukses orang dalam menjalankan website untuk bisnis online, akhirnya saya termotivasi. Ada yang cuma menjual arang batok kelapa kemudian memasarkan online bisa sampai ekspor ke luar negeri sana. Ada juga yang berhasil menjual pakaian, pernak pernik dan sebagainya berkat online marketing. 

Mereka melakoninya hanya dari rumah. Ini impian saya banget, bisa sukses punya bisnis online dari rumah. Entah mengapa, saya sangat yakin bakal ikut sukses juga seperti mereka. Terlebih pada waktu itu ada gerakan UMKM go online. Orang berbondong-bondong mengonlinekan usahanya. Hal tersebut membuat saya semakin bersemangat. Kebetulan saat itu saya sudah punya bisnis kerudung kecil-kecilan. So, saya menaruh harapan menjadi besar setelah go digital.


Nekat Membuat 2 Website Bisnis Online Sekaligus dengan Modal Hutang

Semangat yang menggebu seakan membuat saya tidak berpikir logis. Meskipun lagi tidak punya budget untuk itu, saya tetap berani mengusahakannya dengan berbagai cara tapi halal ya guys. Soalnya biaya untuk memiliki website bisnis online tidaklah murah, sementara saya masih berstatus mahasiswa dan kerja lepas. Pada pertama kali, tanpa pikir panjang saya langsung order membuat 2 situs pada satu jasa pembuatan website. Keduanya saya gunakan untuk memasarkan produk jilbab dan buku. 

Saya ambil paket website bisnis online kategori menengah yang waktu itu dibanderol sekitar 350.000. Jadi, saya mengeluarkan modal sekitar Rp 700.000. Kapasitas hosting yang standar saja cukup untuk menyimpan serta memposting produk. Fiturnya lumayan keren karena terdapat puluhan pilihan template gratis untuk gonta ganti, sudah dilengkapi form order dan keranjang belanja. Saya juga bisa memposting produk disana secara lengkap. 

Saya yang belajar website benar-benar dari nol banget sempat pusing tujuh keliling. Beberapa minggu lamanya hingga dini hari mencoba belajar utak atik settingan dan tampilan situs. Ceritanya jasa pembuatan website tersebut hanya membuatkan saja, sampai sudah jadi domain dan templatenya. Kemudian saya diberi panduan untuk melakukan berbagai pengaturan. 


Mencoba Memasarkan Bisnis Online dengan Blog Gratisan

Tidak terasa sudah hampir setahun saja usia websitenya dan tibalah masa jatuh tempo. Performa yang tidak sesuai harapan dan juga sudah tidak punya uang, saya pun memutuskan tidak memperpanjang domainnya. Saya masih ingat betul kalau pembicara seminar bisnis online bercerita kalau ada salah satu peserta yang sukses jualan tas rajut dengan mengonlinekan di blog gratisan khususnya di blogger dan wordpress. Tanpa pikir-pikir, saya pun juga mencoba blog gratisan tersebut untuk menjual produk dan jasa. Lagi-lagi saya tetap menawarkan jilbab dan buku. 

Agar lebih menarik dan menyerupai website bisnis online saya yang dulu dibeli, saya mencari template gratis yang menampilkan produk seperti sebuah toko. Upaya memakai blog gratisan ini juga tidak membuahkan hasil. Tidak kelihatan malah. Nah, saya bingung gimana cara mereka memasarkan ya bisa sampai sukses begitu. Sempat juga saya mengunjungi blog gratisan yang katanya sukses jualan tas rajut tersebut untuk perbandingan. Yah, mungkin beda orang beda rezeki dan takdirnya ya.


So, Bagaimana Hasil Website dan Blog Bisnis Online Tersebut?

Karena sudah lama, untuk detail cuannya sudah tidak ada catatannya ya tetapi intinya belum bisa diandalkan untuk makan sehari-hari. Bahkan pada akhirnya, percobaan bisnis online tersebut malah membuat saya terjebak ke dalam hutang modal. Kalau modal membuat websitenya sih bisa terbayarkan. Namun, modal pembelian bahan kerudung yang tidak mampu saya bayar karena beberapa rekan bisnis juga menunggak pembayaran bahkan ada yang kabur. Membuat saya jatuh dalam tekanan keuangan dan berpikir keras untuk membayarnya. 

Jadi sementara waktu, saya putuskan berhenti menjalankan bisnis online. Saya fokus kerja online saja menjadi penulis freelance di penerbitan agar mendapatkan pemasukan yang pasti. Hingga pada tahun 2014 saya mengenal pemasaran lewat Tokopedia dan pada tahun 2015 mengenal Shopee serta Bukalapak. Jadi, hanya satu kali itu saja pengalaman saya membuat website khusus bisnis online. Sampai sekarang sudah tidak pernah lagi. Saya masih punya website tetapi bukan untuk jualan online tetapi untuk mempublish konten. 


Mengenalkan Website Bisnis Online di Media Sosial

Pada akhirnya, fungsi website yang saya beli tersebut jadinya hanya untuk mengenalkan memajang produk saja dan nomor kontak. Fitur keranjang belanja via website malah tidak satupun berguna lantaran orang melakukan order langsung dengan telepon. Kemudian kekurangan yang saya rasakan adalah website tersebut tidak bisa dipakai untuk menulis artikel pendukung bisnis karena ternyata khusus template toko online saja. Nah, saya bertanya-tanya kok orang bisa menjual produk sekaligus menulis artikel pemasaran? 

Meskipun pemasaran bisnis online dengan website tidak berjalan sesuai harapan, saya tidak putus asa. Berhubung lagi ramai media sosial, saya pun melirik dan mencoba mengenalkan website saya disana. Saya pun membuat berbagai berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter dan Kaskus. Tidak hanya satu akun tetapi ada yang sampai 5 akun. Barulah mulai ada hasilnya walaupun sedikit. Belakangan saya ketahui kalau orang mendapatkan informasi malah dari sini. Yup, order yang saya dapatkan setelah calon pembeli melihat nomor kontak yang saya cantumkan di media sosial. 


Tak Kenal SEO, Tak Ada Traffic, Maka Bisnis Online pun Suram

Sekarang kalau saya pikir-pikir betapa minim sekali ilmu saya soal internet marketing waktu itu. Selama mengikuti seminar dan membaca berbagai sumber, belum pernah saya mendengar ada yang namanya SEO dan keyword. Walau website yang dibeli katanya sudah dioptimasi oleh penjual nyatanya pas saya ketik kata kunci di pencarian tidak ditemukan webnya. Kemudian pengunjungnya hanya 1,2 dalam sehari. Saya pun dibuat heran. 

Saya jadi geleng-geleng kepala dengan kepolosan dan awamnya saya pada waktu itu. Saya pikir sudah go online dengan website maka orang langsung berdatangan. Ternyata, setelah dibuat pekerjaan belum selesai. Selain menggunakan jawa pembuatan website ternyata orang-orang bermodal juga menyewa jasa seo expert dan optimasi situs, jasa internet marketer. Lha, saya?

Disinilah letak ketidaktahuan saya. Karena katanya sudah dioptimasi dengan meta, title dan macam-macam yang saya tidak ngerti, saya pikir sudah bisa diandalkan semua.  Begitu juga dengan blog meski gratisan, tidak cukup punya blog dan publish produk atau tulisan saja tetapi harus memuat kata kunci relevan agar dikunjungi. Kalau tidak ada pengunjung website, siapa yang mau melihat produk dan belanja?


Kesimpulan dan Saran : 

Dalam kasus saya, pembuatan website online tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan bisnis online disebabkan saya tidak mengerti strateginya. Saya cuma buat website saja tanpa optimasi, hasilnya begitulah. Sebenarnya, saya salah pilih jalan. 

Sebagai orang awam, memasarkan lewat media sosial serta e-commerce lebih cocok buat saya karena selain tidak perlu ribet dengan ilmu optimasi juga gratis hampir tanpa biaya pembuatan akun. Hanya saja saya belum mengetahui saat itu. Kesimpulan ini saya dapatkan beberapa tahun setelah kejadian. Nah, bagi yang berencana membuat website untuk pemasaran bisnis online dari rumah, sebaiknya memperhatikan beberapa poin dibawah ini :

1. Sebenarnya membuat website untuk bisnis online baik itu untuk memasarkan produk fisik, produk digital maupun jasa memang bisa menjadi ladang cuan asalkan menemukan jenis produk yang tepat. Barang yang memang permintaannya tinggi tetapi orang yang menawarkan masih sedikit. Dalam kasus saya, saya memilih kerudung dan buku dimana tingkat persaingannya termasuk tinggi. Apalagi bisnis skala kecil. Pemain bisnis kerudung saat itu mereka yang mampu memproduksi dalam jumlah besar. Saat ada permintaan 1.000 pcs dalam 2 minggu saja saya malah tidak bisa menyanggupi.

2. Agar website teman-teman dikenal dan dikunjungi banyak orang, maka harus bisa masuk halaman 1 pencarian google. Untuk itu dibutuhkan ilmu SEO. Kalau tidak maka situs tidak akan dikenal meskipun harganya mahal, fiturnya sangat keren dan lengkap. Makin di posisi diatas maka akan semakin baik karena biasanya pengunjung di Google suka klik website bagian atas atau yang ada di urutan pertama dan cenderung malas scroll sampai ke bawah. 

3. Jangan buru-buru dan putuskan dengan matang. Terlebih dahulu lakukanlah riset mendalam model pemasaran digital manakah yang kira-kira efisien dan efektif untuk bisnis online yang akan teman-teman jalankan. Sekarang sudah semakin banyak pilihan medianya. Selain website bisnis, ada Youtube, Tiktok, Instagram dan lainnya. Jangan seperti saya yang memilih website bisnis online tanpa ada riset dan hanya ikut-ikutan orang yang katanya sudah sukses saja.


***

Nah, demikianlah pengalaman saya dalam membuat webiste untuk pemasaran bisnis online. Semoga dapat diambil pelajaran buat teman-teman agar tidak mengalami kegagalan seperti saya. Kesalahan dan kegagalan adalah guru paling berharga baik kegagalan diri sendiri maupun orang lain. Besar harapan saya agar bisnis yang sedang teman-teman jalankan atau yang mau dirintis bisa berkembang sesuai dengan harapan. Bagaimanapun, sekarang go digital adalah keharusan, kalau tidak bisa terlindas zaman. Tinggal mencari media yang tepat untuk memasarkannya serta fokus membesarkan. []



6 Keuntungan & Manfaat Yang Bisa Diperoleh Ketika Memiliki Website Bisnis Online

6 Keuntungan & Manfaat Yang Bisa Diperoleh Ketika Memiliki Website Bisnis Online


Penggunaan website bisnis online masih bertahan dari dulu hingga sekarang. Walaupun masa awal-awal meledaknya sudah lebih dari 10 tahun, ternyata tetap diminati. Menurut hemat saya akan selalu ada seiring dengan perkembangan internet. Salah satu buktinya adalah masih mudahnya menemukan berbagai situs yang ditampilkan di hasil mesin pencarian.

Banyak yang mengibaratkan internet tak ubahnya seperti sebuah kampung, desa,  kota dan apapun itu yang mengambarkan bahwa ada sebuah tempat yang tidak  nyata secara fisik tapi keberadaannya terasa. Bagi saya membuat sebuah website seperti mendirikan sebuah rumah online. Salah satu jalan bisa masuk ke dalam hiruk pikuk di kampung maya tersebut. 

Meski penggunaan website bisnis online sudah bukan hal baru, sangat disayangkan masih ada yang belum mengenalnya. Ada juga yang bingung dan kurang paham apa tujuannya. Nah, bagi teman-teman yang masih ragu, berikut saya paparkan apa saja manfaat jika memiliki sebuah website bisnis online. 


1. Untuk meningkatkan kepercayaan

Cobalah sesekali teman-teman lakukan pengecekan di mesin pencari. Mayoritas perusahaan besar baik nasional maupun international sudah membuat website masing-masing. Yup, mereka sudah mengambil tempat di internet. Siapapun orang bisa.Tak dibatasi, semua perusaaan bisa go digital baik itu makanan, minuman, sepatu, tas, pakaian, souvenir, perhiasan, produk digital, jasa dan sebagainya.

Ikut andil dalam dunia internet tidak harus menunggu punya usaha besar dulu seperti perusahaan multinasional. Justru karena belum apa-apa dan masih kecil kita membutuhkan sebuah situs karena manfaatnya yang luas. Salah satunya adalah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. 

Memiliki sebuah bisnis yang masih dalam proses pengembangan pasti dihadapkan pada tantangan. Tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari publik. Semuanya butuh proses dan tidak bisa instan. Situs bisnis online memang tidak menjanjikan bahwa bisnismu akan langsung sukses mendapatkan tempat di hati masyarakat tetapi merupakan sebuah jalan. Sebuah ikhtiar agar kualitas produk dan layanan bisa diterima oleh umum. Salah satu jalan yang diharapkan dapat memupuk rasa percaya kepada perusahaan. Jika sudah percaya, biasanya konsumen akan loyal dan setia.


2. Untuk meyakinkan calon konsumen

Belum lama ini saya berpikir untuk mengkonsumsi susu kambing bubuk. Saya cobalah cek di e-commerce tempat langganan. Berhubung belum pernah membeli saya belum punya gambaran dan referensi. Pertama sekali saya ingin mengetahui siapa saja produsen susu kambing yang paling digemari. Saya melakukan filter agar mendapatkan informasi produk terlaris. Saya pikir kalau terjual laris manis maka kualitasnya pasti bagus. 

Tidak sampai disitu, saya mencatat beberapa merk untuk dibandingkan satu sama lain baik dari segi kualitas maupun harga. Tak lupa saya juga membaca berbagai testimoni dan review mereka yang telah membeli. Akhirnya, saya menemukan dua produk yang menarik minat saya. Satu produk usaha rumahan harga murah dengan kemasan standar tapi penjualannya tinggi. Satu lagi produk yang sudah dikemas dengan bagus, iklannya bertebaran di dunia maya bahkan oleh selebritis dan harganya lumayan mahal.

Namun, karena ragu mau pilih yang mana, sayapun masih mencari informasi yang kira-kira bisa membuat saya yakin dan bisa mengambil keputusan. Saya sampai melihat di Youtube, media sosial dan websitenya di Google. Berharap menemukan berita tentang kedua produsen susu kambing tersebut. Saya pikir pastilah ada gambar atau video peternakan kambingnya, bagaimana proses pembuatan dan sebagainya. Eh ternyata hasilnya nihil guys. 

Saya tidak menemukan informasi perusahaannya di internet sehingga saya putuskan tidak jadi membeli. Ragu itu produk beneran terbuat dari susu kambing atau malah dari bubuk yang tidak jelas begiru. Saya parno karena pernah baca berita ada oknum yang menjual susu palsu, merajik-rajik saja katanya. Di dunia maya yang saya temukan hanyalah review pembeli kemudian iklan oleh distributor. Nah, produsennya betul malah susah dicari informasinya. Entah berantah tidak tahu dimana rimbanya. Kalau begini kan kita sebagai konsumen jadi tidak yakin dan urung.

Seandainya si produsen membuat website yang mencantumkan lokasi detail pabriknya, nomor kontak, informasi peternakan, bagaimana pengolahan dari susu cari menjadi susu bubuk dan lainnya. Tentu saja akan lebih banyak konsumen yang yakin membeli. Apalagi kalau berani jujur komposisi bubuk susu kambingnya apa saja dan berapa persen kandungannya.


3. Menjangkau lebih banyak pembeli

Penggunaan website bisnis online memungkinkan kamu menggaet konsumen dari seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke bahkan luar negeri sana. Seperti yang telah saya singgung tadi, internet membuat dunia seperti kampung kecil. Seperti tidak ada batas lagi. 

Jangan heran kalau kamu jualan di Jakarta tetapi yang beli dari Papua dan dari kota-kota lainnya. Saya sendiri pernah menjual kerudung melalui website online dengan lokasi produksi di Jawa Tengah tetapi pembelinya ada yang dari Pekanbaru, Jakarta dan lainnya. Juga pernah mencoba jualan buku dimana para pembeli hampir dari semua kota. 

Bayangkan kalau kamu hanya membuka bisnis offline, maka target pembelinya tentu hanya yang berada di area sana saja. Sebaliknya, menggunakan website bisnis online calon konsumen bisa berasal dari daerah mana saja. Tak peduli jauh maupun dekat.


4. Mempopulerkan brand atau merek

Kata orang tidak kenal maka tidak sayang. Begitu juga dalam dunia bisnis. Jika tidak kenal baik dengan sebuah produk maupun layanan, maka biasanya orang enggan membeli. Meski diberikan diskon besar sekalipun kadang mereka tetap tidak tertarik dengan alasan tidak kenal mereknya. Kalau saya sendiri setiap ketemu produk merek baru rasanya was-was. Selalu muncul pertanyaan " ini bagus gak ya produknya" soalnya belum pernah dengar. 

Berbeda dengan produk-produk yang sudah lama beredar atau sudah lama berdiri. Pasti sudah familiar, sudah melekat baik di mata, telinga maupun ingatan. Terutama perusahaan yang sering muncul iklannya di layar kaca maupun media. Biasanya sudah tidak ada ketakutan saat membeli. Kualitas produknya sudah teruji. 

Walau sudah terkenal sebuah perusahaan masih gencar mengenalkan merk mereka agar bisa mengjangkau lapisan masyarakat tertentu. Makin sering sebuah brand dikenalkan maka akan melekat pada ingatan seseorang. Nah, bahkan yang brand terkenal saja masih membuat website untuk mempromosikan brand apalagi kalau usaha kecil yang merk nya belum dikenal. Tentunya harus lebih aktif lagi karena butuh waktu agar sebuah brand baru dikenal orang. Tidak cukup dengan menggunakan website saja tapi harus didukung dengan strategi promosi lain. 


5. Untuk company profile

Sebuah website merupakan salah satu sarana paling elegan untuk mengenalkan profil perusahaan. Walaupun juga bisa dilakukan di media sosial tetapi biasanya hanyalah pendukung. Tak jarang informasi daftar akun media sosial hanya dilampirkan dalam halaman kontak sebuah situs. Bagaimanapun, website lebih profesional kesannya dibanding sebuah akun media sosial. 

Belum lama ini saya pernah melihat sebuah iklan lowongan kerja online di sebuah situs. Posisi dan gaji yang ditawarkan lumayan bagus sehingga saya tertarik untuk sharing informasinya kepada saudara yang kemaren minta dicarikan pekerjaan. Berhubung saya baru dengar dan belum kenal dengan perusahaan tersebut, maka saya putuskan mencaritahu lebih detail.

Alhamdulillah saya senang bisa melihat profile perusahaan tersebut secara lengkap di website perusahaannya. Mulai dari sejarah berdiri, tahun berdiri, nama pendiri, jenis-jenis bidang usaha, jumlah karyawan, penghargaan, alamat kantor cabang dan sebagainya. Benar-benar lengkap datanya. Tak hanya itu, juga dilampirkan foto-foto suasana tempat kerja dan kebersamaan karyawan.

Bayangkan kalau sebuah perusahaan belum memiliki website, mereka yang tertarik melamar pekerjaan mungkin kesulitan mencari tahu seluk beluk tentang perusahaan yang akan dilamar. Inilah urgensi website karena bisa sebagai wadah untuk publikasi profil perusahaan. Tak hanya profil, beberapa perusahaan bahkan mempublikasikan berita terbaru dan bahkan ada yang memberikan laporan keuangan tahunan secara terbuka.


6. Untuk memperluas relasi dan koneksi

Keberadaan situs sebuah bisnis di internet secara tidak langsung akan membuka peluang yang lebih besar lagi. Dari pengalaman saya, sebagian pembeli ada yang memiliki jiwa bisnis. Kalau mereka puas dengan produk dan layanan, mereka kadang tertarik menjadi reseller dan distributor. Oleh karena itu, mereka biasanya lebih senang jika berhubungan langsung dengan produsen. Dengan demikian, mereka bisa belanja dengan harga lebih murah. Selain itu, juga dapat membeli dalam partai besar.

Berkat menggunakan website bisnis online, tidak tertutup kemungkinan akan mendapatkan penawaran dan kerjasama tertentu yang dapat menguntungkan. Misalnya tawaran kemitraan dari perusahaan bonafit nasional bahkan bisa saja relasi untuk ekspor ke luar negeri. Berkat internet, tidak ada yang tidak mungkin sekarang. Jual beli beda negara seakan bukan hal baru lagi dan mudah dilakukan. 


****

Nah, demikianlah manfaat yang bisa didapatkan dari website bisnis online. Perlu digarisbawahi, beberapa manfaat yang saya kemukakan dalam daftar diatas tidak serta merta langsung didapatkan begitu saja. Setelah membuat sebuah situs, tentu saja situs tersebut perlu disetting dan dikelola dengan baik agar manfaatnya tercapai maksimal. 

Tak hanya itu, informasi yang dicantumkan di website bisnis online haruslah sesuai dengan situasi dan kondisi bisnis offline. Tidak mengada-ada dan melebih-lebihlan data. Walau situs sangat bagus tetapi kualitas produk dan layanan rendah, maka manfaat diatas juga sulit didapatkan. Website sebagai sarana pemasaran digital merupakan satu kesatuan dengan kualitas produk itu sendiri, dengan kredibilitas perusahaan dan rofesionalitas layanan. []


Apakah Membuat Website Bisnis Online Masih Menjanjikan Sekarang?

Apakah Membuat Website Bisnis Online Masih Menjanjikan Sekarang?



Postingan kali ini saya tujukan bagi teman-teman yang mungkin baru merintis sebuah usaha ataupun bagi yang sudah punya bisnis dalam jangka waktu lama namun baru terpikir untuk ekspansi ke dunia internet dengan memiliki sebuah website bisnis online

Terutama untuk yang bingung sebaiknya membuat website bisnis online untuk produk atau bagaimana? Apakah jika memiliki website bisnis online beneran menjanjikan, akan mendongkrak pertumbuhan usaha? Apakah pemasaran bisnis online dengan website masih relevan sekarang ini mengingat boomingnya sudah lama banget?

Pertanyaan- pertanyaan tersebut pernah bergelayut di benak saya sekitar 10 tahun yang lalu saat masih awam dengan website bisnis online. Saat dimana saya berencana membuat website untuk bisnis rumahan kecil saya. Tak hanya berencana, saya juga sudah mencoba membuatnya baik yang berbayar melalui jasa pembuatan website maupun yang gratis. So, saya ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas di postingan kali ini. Semuanya berdasarkan pengalaman saya sendiri yang sudah pernah mencoba. 
 

Memiliki Website Bisnis Online itu Pilihan

Memasuki dunia internet memang sebuah hal yang tidak dapat ditolak terutama bagi seorang pebisnis. Kalau tidak akan jauh tertinggal oleh kemajuan teknologi. Apalagi sekarang semuanya serba online, tidak hanya bisnis online, kerja hingga kuliah pun sudah online. Jika tidak ambil bagian di ranah internet, bisa-bisa sebuah usaha tenggelam. Soalnya jumlah masyarakat yang suka belanja secara daring meningkat dari tahun ke tahun. Terlebih para generasi muda mayoritas sudah terjun ke transaksi digital. 

Sayang sekali kalau kesempatan ini dilewatkan begitu saja bagi pelaku usaha khususnya bagi home industri skala UMKM. Nah, membuat website bisnis online merupakan salah satu jalan untuk go online atau masuk ke dunia digital. Ingat ya guys, salah satu jalan bukan satu-satunya jalan. Jadi hanya alternatif pilihan. Jika bisnis teman-teman masih kecil banget, mau bikin website boleh dan jika tidak juga tidak masalah. Murni keputusan ditangan sendiri. 

Menurut saya intinya teman-teman kan ingin bisnisnya go digital, ya banyak cara tersedia di dunia maya yang bisa dipilih untuk mengenalkan bisnis. Entah itu lewat Facebook, Twitter, Instagram, Tiktok, Youtube dan media sosial lainnya. Selain itu, juga ada berbagai marketplace dan e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada dan lain-lain. So, pilihan untuk go online itu tidak terpaku pada satu pilihan saja. 


Tidak Ada Jaminan Bisnis Akan Sukses Berkat Website

Saya pernah menjumpai, sebagian oknum penjual jasa menawarkan berbagai paket website  dengan kalimat-kalimat yang seolah-olah membuat situs bisnis online merupakan solusi jitu untuk usaha yang sedang lesu.  Namanya orang jualan ya guys, mereka juga punya hak merangkai kata untuk mempromosikan jasanya. Hanya saja, kadang ada yang tidak masuk diakal. Tidak objektif memaparkan apa saja kelebihan, kekurangan dan tantangan jika mengelola sebuah website untuk bisnis. 

Jika tidak memaparkan, minimalnya ya mengarahkan kalau tidak cukup berhenti pas webiste sudah jadi. Masih banyak pekerjaan agar website tersebut bisa mendatangkan hasil maksimal. 

Begitu juga dengan oknum internet marketer yang gencar memberikan seminar-seminar bisnis online. Oknum tersebut seringkali menyuguhkan cerita kesuksesan orang-orang dalam mengelola bisnis dengan website online. Sangat jarang bahkan hampir tidak pernah menceritakan orang yang gagal dengan bisnis onlinenya. Tidak memberikan pencerahan bagaimana strategi agar bisnis online bisa berhasil dan apa yang harus dilakukan agar tidak jatuh pada kegagalan. 

Ini dari yang pernah saya alami ya karena saya termasuk salah satu masyarakat awam yang memiliki ketertarikan tinggi pada tema bisnis digital dan lumayan sering mengikuti seminar. Cerita-cerita tersebut membuat saya berksimpulan wah jika mau sukses, maka milikilah website online. Testimoni-testimoni kesuksesan yang ditampilkan kadang bisa melenakan. Berhasil membuat saya terbang ke dalam angan-angan dan lupa bahwa tidak ada yang mudah di dunia ini melainkan butuh perjuangan. 

Saya ingin meluruskan mindet bahwa ketika sudah go online, maka otomatis bisnis akan berkembang pesat. Ini merupakan pikiran dangkal, beranggapan bahwa saat mempunyai website online maka cuan akan mengalir deras. Saya pernah terjebak dalam pikiran tersebut. Fakta yang benar adalah membuat website untuk bisnis online merupakan ikhtiar mencari rezeki. Sama dengan ikhtiar lainnya. Namanya ikhtiar, ya bisa membuahkan hasil dan bisa juga tidak berhasil ya guys.
 

Dibutuhkan Faktor Lain Untuk Mendongkrak Website Bisnis Online

Dari penjelasan saya di atas dapat dipahami bahwa sebenarnya mau sukses dengan website bisnis online itu tidaklah berdiri sendiri. Melainkan harus didukung oleh faktor lain. Saya bahkan sering menemukan situs bisnis online yang dimiliki oleh public figur tetapi masih di iklan kan di halaman pencarian dan media. Tentunya situs udah dioptimasi dan menggunakan SEO Expert dan masih melontorkan biaya untuk periklanan. 

Jika disederhanakan, website bisnis online hanyalah satu bagian kecil dari pemasaran. Jadi, tidak bisa menggantungkan nasib hanya pada website saja. Pada salah satu strategi marketing saja. Selain dikenalkan di jagat maya, agar maksimal website bisnis online tersebut sebaiknya juga dipublikasikan secara di dunia offline. 

Tak heran ada yang membuat banner kemudian mencantumkan link website, ada yang membagikan kartu nama serta kartu ucapan dengan mencantumkan link website, ada yang membuat event atas nama website bisnis onlinenya. Berbagai macam perjuangannya guys.

Oya, faktor penentu yang tidak kalah penting bahkan sangat urgen posisinya adalah kategori bisnis yang di mau di onlinekan. Kalau bidang usaha yang dipilih sudah sangat ramai, tentu akan didominasi oleh pemain besar dan senior. Kecuali teman-teman punya ciri khas sebagai pembeda. Sebaliknya, terdapat peluang besar jika memiliki produk yang terjadi kesenjangan antara supply dan demand. Orang yang menjual sedikit tetapi permintaan tinggi. 


So, Apakah Website Bisnis Online Masih Cocok Digunakan Saat Ini?

Terlepas dari pembahasan pada poin sebelumnya, website bisnis online masih cocok dan tetap menjanjikan saat ini dengan syarat dan ketentuan berlaku. Memang sih boomingnya sudah lama banget, sudah lebih dari 10 tahun. Pada tahun 2011-2014 merupakan masa-masa awal dimana penawarannya sangat gencar. Namun, kalau dikelola dengan bagus maka masih bisa kok mendatangkan pundi-pundi. Ya, besaran cuannya tergantung pada rezeki dan usaha masing-masing. Bagaimanapun hasil sesuai dengan usaha. Syarat dan ketentuan berlaku yang saya maksud adalah :

1. Masih cocok digunakan jika website tersebut benar-benar dimaksimalkan SEO dan periklanannya.

Persaingan masuk halaman 1 Google sekarang semakin sengit dibanding dengan beberapa tahun silam. Dulu diawal-awal internet mulai dikenalkan belum banyak yang membuat website, kalau akhir ini jumlah website sudah bejibun alias menjamur. Bayangkan saja semuanya ingin masuk halaman satu, semuanya berlomba-lomba mendapatkan pengunjung dan pembeli. 

So, menurut saya memiliki website bisnis online itu wajib hukumnya satu paket dengan SEOnya. Bahkan ada yang sudah dilengkapi seabrek ilmu SEO saja masih bisa kalah di bagian teratas page one Google karena berbagai faktor seperti adanya perubahan algoritma. Bisa juga karena kehadiran situs lain yang lebih senior dengan bidikan kata kunci yang sama. Oleh karena itu, menurut saya butuh ikhtiar lain seperti memaksimalkan periklanan. 


2. Tidak cocok jika teman-teman tidak punya cukup dana untuk membayar jasa SEO dan biaya iklan serta awam dengan SEO

Memiliki website tanpa optimasi SEO ibarat membeli rumah di lokasi entah berantah yang jauh dari pemukiman warga. Sangat jarang ditemukan orang bahkan jika ada sesekali mungkin hanyalah orang yang kesasar atau singgah dari perjalanan. Maksud saya, websitenya ada berdiri tapi orang-orang tidak banyak yang tahu tentang keberadaannya. 

Dengan kondisi seperti itu, artinya tidak tepat sasaran. Bukankah tujuan memiliki website untuk mengenalkan perusahaan atau produk ke publik? Dengan harapan, jika sudah diketahui masyarakat maka mereka menjadi tertarik untuk membeli. 

Oya, jika menggunakan jasa ahli SEO otomatis harus mengalokasikan budget dan merogoh kocek yang tidak sedikit. Ilmu dan keterampilan SEO bukanlah jasa yang bisa dibayar murah. Itupun tidak cukup sekali mengeluarkan uang, kalau mau optimal ya dituntut beberapa kali. Perlu dianalisis secara berkala bagaimana implementasi SEOnya apakah masih bagus sesuai target atau tidak. 

Kecuali teman-teman punya kemauan keras belajar SEO sendiri. Mau mengorbankan waktu, tenaga dan uang untuk mempopulerkan website bisnis onlinenya. Ya monggo, masih bisa dicoba. Hal terparah itu pengen sukses tapi gak mau keluarkan uang dan juga gak mau belajar.  


***

Nah demikianlah pandangan saya pribadi mengenai penggunaan website bisnis online atas beberapa pertanyaan di pembuka postingan ini. Sekali lagi ini adalah murni pendapat saya berdasarkan pengalaman dimana saya pernah gagal dalam menjalankan webite bisnis online. Kegagalan tersebut salah satunya karena ketidaktahuan SEO.

Kemudian juga karena tidak memaksimalkan publikasi website bisnis online saya. Saya yang tidak punya budget untuk SEO dan iklan online seperti Google Adword, sempat mengenalkan situs saya ke berbagai media sosial pada waktu itu. Ada terjadi penjualan dan dapat cuan tetapi bisa dibilang tidaklah sukses karena hasilnya belum mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pemilihan ide bisnis. Hal yang jelas mungkin belum rezeki saya dari menjual produk melalui website bisnis online. Rezeki saya alhamdulillah malah dari bisnis online lain seperti menulis konten di website dan mendapatkan cuan dengan menjadi publisher. Walau belum seberapa tapi konsisten. Saya memang pernah tidak sukses di website bisnis online khususnya menjual jilbab dan buku, bukan berarti teman-teman juga akan berakhir gagal seperti saya. Mana tahu rezeki teman-teman. Nah, semoga pengalaman saya dapat menjadi pertimbangan dan berguna.[]



 Jatuh Bangun 13 Tahun Kerja Online dari Rumah dan Bisnis di Internet (Part 2)

Jatuh Bangun 13 Tahun Kerja Online dari Rumah dan Bisnis di Internet (Part 2)

Postingan ini merupakan bagian ke 2 dari sharing pengalaman dan suka duka saya kerja online dari rumah  dan membangun bisnis di internet selama 13 tahun terakhir. Terdapat 16 cara yang pernah saya coba jalani untuk mencari cuan di dunia digital. Nah, poin 11 hingga 16 ada di halaman ini beserta penutup. 

Sementara itu, poin 1-10 terdapat di artikel part 1 yaitu tentang membuat website bisnis online, jual beli domain, jual e-book di amazon, jualan produk di marketplace, menjadi freelance writer, mengelola blog dan monetisasi, mengisi survei online, membaca dan menonton dibayar, mengetik captcha, dan menjual jasa online. Agar tidak terdapat miss informasi dan mendapatkan sesi sharing secara menyeluruh, saya sarankan agar teman-teman terlebih dahulu membaca part 1 disini


11. Menjadi Publisher Adsense. Saya pertama kali membaca tentang bagaimana mendapatkan uang dari adsense sekitar tahun 2013-2014. Saya langsung tertarik membeli beberapa domain untuk blog. Akan tetapi semuanya terbengkalai sebab saya malas-malasan menulis. Barulah pada Juni 2020 saya bertekad menulis konten secara rutin karena ingin mendaftar sebagai publisher adsense. Singkat cerita saya diterima pada Desember 2020. Jujur, tidak mudah gajian dari adsense karena nilai per klik yang murah seperti Rp 100, Rp 200. Sampai sekarang saya masih belum bisa gajian setiap bulan dari adsense. Kadang kalau rezeki bisa payout per 3 bulan. Saat ini mungkin akan butuh waktu 1-2 tahunl lagi untuk gajian karena penghasilan harian menurun drastis.

12. Menjadi Affiliate Marketer. Tidak jauh berbeda dengan adsense, saya mendengar bisnis online menjadi afiliate juga dari para mastah internet marketer. Pada waktu itu, bertebaran kisah seseorang yang sukses dengan afiliate produk luar negeri seperti di Amazon. Katanya hasil afiliate di Amazon jauh lebih gurih dibanding di dalam negeri. Berhubung saya tidak begitu paham bahasa Inggris, saya pun tertarik mencoba afiliate dalam negeri tetapi saya tidak tahu harus mulai dari mana. Terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sehingga saya mengalami penolakan. Mayoritas harus punya sekian ribu followers dan saya tipikal yang tidak aktif bermedia sosial. Pada awal tahun 2022 saya mendapatkan email penawaran afiliate marketing. Alhamdulillah sejak saat itu sampai sekarang saya menghasilkan uang dari sini setiap bulan. Ya, bisalah buat beli snack beberapa bungkus. 

13. Review Berbayar. Setiap blogwalking ke beberapa situs yang saya senangi, saya mendapati kalau mereka menerima paid review. Malahan ada salah satu blogger yang penghasilan utamanya berasal dari sini dan jauh lebih besar dari iklan seperti adsense. Hanya saja bisnis ini sifatnya menunggu harus ada orang yang menghubungi atau mencari reviewer. Beberapa kali saya pernah melihat di situs freelancer lowongan menjadi reviewer di blog tetapi niche nya tidak relevan dengan blog saya. Akhirnya, pada bulan Agustus 2022 saya untuk pertama kalinya mendapatkan tawaran paid review dari salah satu pelaku bisnis. Memang harganya lumayan, satu kali review dibayar Rp 250.000. Sayangnya, belum ada penawaran selanjutnya hingga saat ini. 

14. Investasi dan Trading Saham. Hm, sampai saya berumur 35 tahun, saya benar-benar awam sekali soal saham. Tidak tahu dan tidak pernah mendengar karena selama ini tidak pernah terbesit keinginan untuk investasi karena memang belum ada dana untuk itu. Berhubung sudah berkeluarga dan punya anak yang masih kecil-kecil, saya mulai belajar melakukan pengaturan keuangan. Selain searching sana sini mempelajari bagaimana mengelola uang, saya juga menonton video dan membeli buku. Barulah saya kenal dengan saham dan mulai tertarik mendalami. 

Saya memberanikan diri membeli beberapa lot saham dengan modal awal sekitar Rp 750.000 dan sudah berjalan sekitar 2 tahun belakangan. Memang bisa menghasilkan uang tapi tidak mudah seperti dibayangkan. Adakalanya hijau dan beruntun. Adakalanya merah dan buntung. Resikonya memang tinggi dan membuat jantungan apalagi day trading. Saat ini saya memilih menjadi swing trading saja dan invetasi jangka pendek hingga menengah.

15. Investasi Reksadana. Saya pertama kali mengenal istilah reksadana beriringan dengan saham, sama-sama dari belajar macam-macam produk investasi. Ditambah dengan gencarnya iklan reksadana berseliweran di dunia maya yang dipromosikan oleh para artis papan atas. Yup, invetasi ini memang lagi naik daun dan booming dikalangan anak muda. Akhirnya saya pun mencoba membuat akun reksadana. Saya ingin membuktikan apakah beneran menghasilkan atau tidak. Setelah invetasi sekitar 6 bulan, ternyata benar bisa mendapatkan uang dari sini. Sekali beberapa hari uang yang diakun selalu bertambah beberapa ribu tergantung jumlah modal. Ketika hendak mencairkan, lumayan saya bisa mendapatkan sekitar Rp 250.000 dari reksadana. 

16. Investasi Emas. Pada tahun 2021 saya sekaligus melakukan uji coba menggunakan 3 instrumen investasi online sekaligus yaitu saham, reksadana dan emas. Saya pun membuat akun di pegadaian digital service. Pernah juga membuat akun di salah satu marketplace karena bisa beli mulai dari Rp 5.000 saja. Jadi, duit hasil diskon dan cashback belanja online dibelikan ke emas saja agar terkumpul. Setelah mencoba sekitar 2 tahun, menurut saya pertumbuhannya cenderung lambat. Kayak siput berjalan. Bahkan sampai sekarang saja kurang lebih balik modal saja. Memang ada dapat selisih harga beli dan jual tetapi hasilnya tidak bisa dinikmati. Masih kecil baru bisa buat membayar biaya penyimpanan saja. Memang ini tergantung modal juga sih. Kalau modal besar mungkin dapat agak lebih. Namun, secara umum returnya gak sebesar reksadana dan saham. 


***

Mungkin teman-teman bertanya dari 16 kerja online dari rumah dan bisnis di internet diatas, mana yang berhasil? Belum ada sebenarnya yang berhasil sesuai dengan harapan tapi baru berhasil mendapatkan cuan secara konsisten yaitu dengan menjadi publisher adsense dan affiliate marketer. Sebab harapan saya adalah bisa gajian sebesar UMR setiap bulan dari internet. Sampai detik ini saya pun masih mengejar harapan tersebut.

Kalau sukses yang dimaksud patokannya kaya, ya saya belumlah sukses karena sejauh ini internet belum membuat saya tajir. Namun, saya merasa sukses telah berhasil membuktikan ke diri sendiri dan orang tua kalau internet memang bisa menghasilkan uang. Membuktikan kalau bekerja juga bisa dirumah, tidak harus kerja diluar. 

Saya ingin membuka mata orang terdekat kalau di zaman teknologi yang berkembang pesat, kantor pun sudah tidak harus di suatu tempat karena ada virtual office. Tidak asing lagi di zaman sekarang ada orang yang mulai bekerja untuk perusahaan Afrika dengan hanya stay di sebuah kosan di jogja. 


Berapa cuan yang saya dapatkan dari kerja online dari rumah dan bisnis di internet?

Untuk cuan nya alhamdulillah bisa gajian setiap bulan walau beberapa ratus ribu saja. Pada tahun 2023 ini, cuan nya antara 200.000-500.000 perbulan. Yup, masih jauh dibawah target yang sebesar UMR.  Saya baru berada di tahap penghasilan online yang konsisten setiap bulan tetapi jumlahnya masih fluktuatif. Naik turun tergantung rezeki. Paling rendah Rp 30.000 sebulan dan paling tinggi pernah mencapai Rp 900.000 ribuan dalam sebulan. Berapapun itu saya bersyukur karena tidak mudah mendapatkan uang secara online dengan internet. Kemaren, kini dan hingga nanti, insaallah saya terus berjuang. Semoga nanti rezeki saya semakin membaik dari bisnis online. []




 Jatuh Bangun 13 Tahun Kerja Online dari Rumah dan Bisnis di Internet (Part 1)

Jatuh Bangun 13 Tahun Kerja Online dari Rumah dan Bisnis di Internet (Part 1)




Pada postingan kali ini saya bermaksud merangkum perjalanan saya dalam menghasilkan uang dengan bantuan teknologi internet. Khususnya dengan cara bisnis online dan kerja online dari rumah. Perkenalan saya yang dengan internet dimulai sekitar tahun 2007-2008 pada saat saya mencari informasi untuk tugas akhir. Pada tahun 2009 saya sangat intens menggunakan internet tetapi masih sebatas untuk bermedia sosial. Yup, pada waktu itu lagi booming Facebook dan saya pun ikut-ikutan sampai menghabiskan waktu berjam-jam. 

Pada satu titik saya merasa bosan setiap hari dengan media sosial. Merasa tidak banyak manfaat yang saya peroleh. Merasa waktu seakan habis terbuang saja untuk hal yang tidak begitu penting. Bukan hanya waktu tapi uang pun habis untuk membeli kuota modem. Rasanya saya jenuh ditambah merasa waktu dan uang habis untuk hal yang tidak begitu produktif. Alhamdulillah pada tahun 2010 saya mendapatkan tawaran bekerja menulis naskah buku dari rumah untuk pertama kalinya dimana jobdesk dan pembayaran dilakukan secara online.

Berbekal pengalaman tersebut saya merasa internet itu sangat keren karena memudahkan pekerjaan saya. Tidak perlu datang ke kantor dan semuanya serba online. Sejak itu penasaran saya bagaimana caranya   kerja online dari rumah semakin mendalam. Saya bahkan sering insomnia gegara mempelajari cara menghasilkan uang lewat internet yang informasinya bersileweran di dunia maya. Sudah berbagai macam tutorial yang saya coba praktekkan. Bahkan ada sampai beli ebook dari para mastah. Hasilnya ada yang nol, ada yang tidak balik modal, ada yang dapat beberapa perak, dan ada yang alhamdulillah banget. 

Perjalanan yang cukup panjang dalam dunia bisnis online dan kerja online, hampir 13 tahun lamanya. Trial error yang memakan waktu, tenaga dan juga uang. Nah, inilah 16 jenis kerja online dari rumah dan bisnis online ang saya pernah saya coba untuk mewujudkan mimpi punya penghasilan dari rumah. Saya share disini secara singkat saja ya biar tidak terlalu panjang. Saya akan mengulas masing-masing di postingan berbeda supaya pembahasannya lebih detail dan maksimal dalam pengalaman serta berbagi informasi buat teman-teman.

1. Membuat Website Bisnis Online. Hm, seingat saya ini adalah langkah pertama yang saya coba. Yup, saya menggunakan kata coba karena berangkat dari penasaran dan awam soal internet. Hanya berbekal motivasi kesuksesan para suhu di bisnis online saja. Pada waktu itu saya belajar membawa usaha kerudung sulam go digital. Bisnis rumahan yang sebelumnya beberapa tahun saya jalankan offline. Cara ini tidak begitu membuahkan hasil karena berbagai sebab. Bukannya untung, saya malah buntung. Cerita selengkapnya bisa dibaca disini. 

2. Jual Beli Domain di Godaddy Auctions. Pada suatu ketika saya berselancar di dunia maya dan bertemu dengan seorang internet marketer yang membagikan pengalaman jual beli domain. Katanya ada yang sukses meraup cuan berkat domain tersebut. Lagi-lagi karena penasaran, saya pun mencoba mana tahu rezeki saya disini. Ternyata, saya juga tidak mendapatkan untung dan malah buntung juga. Syukurlah modal yang saya keluarkan tidak terlalu besar untuk uji coba ini. Dimana saya membeli 2 domain masing-masing seharga Rp 150.000.

3. Jual Ebook di Amazon. Lebih tepatnya menerbitkan buku digital melalui Kindle Direct Publishing yang setelah dipublish akan muncul di Amazon Store. Saya mengetahui hal ini dari salah satu dosen orang Indonesia yang sedang kuliah di Jepang. Dia membagikan pengalaman dan caranya melalui sebuah e-book. Saya pun tertarik dan harus merogoh kocek sekitar Rp 500.000. Hm, memang menghasilkan sih tetapi sangat jauh dari penghasilan dosen tersebut. Dia bisa mendapatkan belasan juta katanya setiap bulan, kalau saya sebulan sekitar Rp 50.000. Akhirnya, saya pun memutuskan mundur dan menyerah dengan bisnis ini. Tidak balik modal sama sekali.

4. Jual Produk di Marketplace. Nah, bagian ini merupakan hal yang selalu saya kenang karena sangat berjasa untuk orang-orang yang saya sayangi. Berhubung gagal membangun website bisnis online, maka saya mencoba masuk ke marketplace. Pertama sekali pada tahun 2014 di Tokopedia, lanjut Shopee pada tahun 2015 dan Bukalapak. Cara ini kemudian diteruskan oleh adik saya dan juga suami. Mereka mampu mendapatkan omset puluhan juta perbulan. Namun, ini bertahan hanya beberapa tahun saja, makin kesini makin turun drastis. Saat ini tokonya sudah tidak jalan lagi.

5. Menjadi Frelancer Writer. Ini adalah salah satu cara kerja online terbaik menurut saya. Dimana saya tidak lagi menjual produk fisik melainkan menjual keterampilan atau jasa menulis kepada yang membutuhkan. Seperti yang saya ceritakan di awal, saya sempat bekerja menjadi penulis naskah buku di beberapa penerbitan. Kemudian lanjut menjadi penulis konten untuk beberapa media online. Saya berhasil mendapatkan gaji sekitar Rp 500.000-Rp 1.000.000 perbulan. Berhubung saya jenuh dan membutuhkan lebih banyak uang, maka saya berhenti. Kemudian memutuskan kerja kantoran sementara waktu.

6. Mengelola Blog dan Monetisasi. Merasa tertekan kerja menulis dengan media dan penerbit, saya bermimpi bisa menulis dengan nyaman dan menggaji diri saya sendiri. Saya pun mencoba peruntungan menjadi blogger. Tak tanggung-tanggung, saya membuat dua blog sekaligus yaitu blog tentang menulis dan blog agama. Blog agama sudah mencapai kunjungan 1.000 perhari dan pernah saya daftarkan ke salah satu perusahaan iklan berbasis di luar negeri. Namun, hasilnya beberapa sen saja bahkan kemudian perusahaan periklanannnya hilang bak ditelan bumi. Saya mencoba lagi dan diterima menjadi publisher adsense. Alhamdulillah pada tahun pertama hasilnya lumayan. Pada tahun kedua hingga sekarang hasilnya menurun drastis tidak tahu kenapa.

7. Mengisi Survei Online. Pada suatu waktu saya membaca informasi dan berita di sebuah situs komunitas menulis. Ketika saya lagi scroll ke bawah eh nongol iklan yang berisi kerja online mengisi survei. Wah, kalau cuma mengisi survei kan mudah ya. Tidak bikin capek. Sangat menggiurkan dan saya langsung action membuat akun. Benar saja, sebagai ucapan selamat datang saya diberikan satu survei dan berhasil dapat komisi Rp 5.000. Akan tetapi, berminggu-minggu hingga berbulan-bulan saya tak kunjung mendapatkan kerja mengisi survei lanjutan. Dengan kecewa sayapun keluar dari sini.

8. Membaca dan Menonton Online Dibayar. Ini sih karena saya terjebak pola pikir ingin cepat dapat uang. Mindset pengen cepat kaya raya dengan kerja mudah hampir tanpa usaha dan modal. Saya mencoba salah satu aplikasi membaca online yang katanya dibayar. Tak lupa, sekalian saya coba kerja menonton online dibayar. Memang ada cuan beberapa sen ya guys dan lama banget untuk bisa terkumpul buat payout. Waduh, rasanya gak cocok deh dan saya pun memutuskan pergi tanpa pernah mencicipi hasilnya.

9. Mengetik Captcha Online Dibayar. Ini juga saya coba karena iming-iming pekerjaan mudah tapi dibayar. Kalau diingat-ingat rasanya tindakan saya ini sedikit konyol. Berharap dapat uang banyak dengan minim usaha. Saya mendengar kabar mengetik captcha dari salah satu blog. Saya pun searching dan mencoba membuat akun di salah satu penyedia. Setiap kali mengetik memang ada nilainya, beberapa sen. Namun, sampai keriting jari-jari cuannya segitu segitu saja. Mengetik pun tanpa jeda dari pagi hingga malam tetap tidak bisa buat makan. 

10. Menjual Jasa Secara Online. Jika sebelumnya saya menjual produk fisik melalui website online, selang beberapa waktu saya mencoba menjual jasa. Soalnya, jual produk fisik berupa jilbab harus diproduksi dulu. Prosesnya memakan waktu dan juga membutuhkan banyak modal. Saya pikir kalau usahanya menjual jasa maka tidak perlu modal dan juga lebih efisien serta efektif. Benar saja, saya berhasil mengumpulkan cuan dari menyediakan layanan jasa pencarian jurnal serta buku referensi untuk penulisan tugas akhir. Cuan yang saya peroleh adalah dari selisih harga buku dan pembayaran jasa oleh pemesan yang sifatnya sukarela. Usaha ini berjalan mengembirakan dalam tiga bulan pertama. Pada bulan berikutnya tidak tahu kenapa berubah sepi dan cuan pun menurun.

***

Postingan ini merupakan bagian ke 1 dari sharing pengalaman dan suka duka saya kerja online dari rumah  dan membangun bisnis di internet selama 13 tahun terakhir. Terdapat 16 cara yang pernah saya coba jalani untuk mencari cuan di dunia digital. Nah, poin 1-10 terdapat di artikel part 1. Sementara itu,  poin 11 hingga 16 ada di halaman selanjutnya yaitu menjadi publisher adsense, affiliate marketer, paid review, invetasi saham, investasi reksadana dan invetasi emas online

Di bagian penutup, teman-teman juga akan mendapatkan informasi mana saja yang masih menghasilkan sampai sekarang beserta gambaran hasil cuan yang saya peroleh di part 2. So, agar tidak terdapat miss informasi dan mendapatkan sesi sharing secara menyeluruh, tidak setengah-setengah. Saya sarankan agar teman-teman melanjutkan membaca part 2 disini. []



Alternatif Website Bisnis Online Gratis dan Murah Yang Pernah Saya Coba

Alternatif Website Bisnis Online Gratis dan Murah Yang Pernah Saya Coba



Memiliki website bisnis online gratis menjadi pilihan bagi sebagian orang. Soalnya harga sebuah website yang ditawarkan oleh penjual jasa pembuatan website tidaklah murah. Berdasarkan pengamataan saya, saat ini ada yang ditawarkan dengan sistem bulanan dibanderol mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 200.000 perbulan. Dengan kata lain jika dihitung biayanya mencapai 2.000.000 hingga Rp 2.400.000 per tahun. 

Ada juga jasa pembuatan website profesional sistem paketan, contohnya saja di Niagahoster ditawarkan mulai dari Rp 2.000.000 hingga Rp 2.900.000. Variasi harga tersebut dibedakan untuk company profile atau toko online karena fiturnya juga berbeda. Oya, perlu diketahui setiap penyedia mematok tarif yang tidak sama. Bisa saja ada website bisnis online yang ditawarkan jauh lebih murah dibawah Rp 1.000.000 atau bahkan dibawah Rp 500.000. 

Kendati demikian, website bisnis online harga paling murah sekalipun mungkin masih dirasa mahal bagi segelintir orang. Terutama bagi teman-teman yang baru merintis usaha dan bagi yang modalnya terbatas. Membeli website bagi seorang pebisnis kecil mungkin akan terasa membebani keuangan. Ada juga sebagian yang bermaksud untuk mencoba karena penasaran saja. So, menurut mereka sayang saja rasanya kalau untuk sebuah uji coba harus mengeluarkan uang. 


Pengalaman Nebeng Cuma-Cuma di Website Populer

Alasan mengapa saya menulis postingan ini adalah karena saya pernah merasakan berada di posisi yang sama. Saya tidak mampu membayar jasa pembuatan website seharga Rp 700.000 untuk 2 situs toko online tetapi saya malah memaksakan diri dengan cara berhutang. Alhasil saya kesulitan mengembalikan modal pinjaman tersebut. Tidak hanya itu saja, saya juga tidak mampu memperpanjang hosting dan domain websitenya sehingga expired. Tentunya ini bukanlah contoh yang baik dan sebaiknya teman-teman hindari karena hasil bisnis online belumlah pasti dan tidak menentu.

Ketika situs bisnis online yang saya beli pada jasa pembuatan website sudah tidak dapat diakses karena gagal bayar perpanjangan, saat itu saya mencari tahu alternatif lain. Hal ini karena saya masih kepo dengan bisnis digital tapi disisi lain juga tidak mampu memiliki website berbayar. Akhirnya, saya menemukan solusi membuat website bisnis online secara gratis. Yup, benar tidak perlu mengeluarkan uang sepersen pun. 

Saat ini, terdapat beragam pilihan tempat membuat website bisnis online gratis. Diantara yang terkenal dan banyak digunakan adalah Blogger, Wordpress, Medium dan Wix. Nah, saya sendiri pernah mencoba menggunakan Blogger dan Wordpress. Tinggal buat akun, maka website pun jadi. Fiturnya sederhana dan mudah digunakan. Namun, kamu yang masih nol soal pengoperasian blog mungkin akan sedikit perlu waktu mempelajarinya.  

Jika berminat membuat situs secara gratis dengan cara nebeng pada website populer, sebaiknya ketahui dulu kekurangannya. 

1.  Kesan kurang profesional dan kelihatan sekali tidak bermodal

Hal ini lantaran  situs kita pada bagian akhirnya akan terdapat nama pemilik situsnya. Misalnya, teman-teman membuat website dengan nama Produsen Sepatu. Maka nama domainnya akan muncul www.produsensepatu.blogspot.com atau www.produsensepatu.wordpress.com. Akhiran nama website menunjukkan dimana kita menumpang ya guys 😃. 

Disamping itu, biasanya pada tampilan halaman juga akan ada nama pemilik situs seperti "diberdayakan oleh blogger". Begitulah kalau nebeng gratis di website populer, otomatis kita pun membawa nama dari website tersebut. Saat kita mengenalkan situs bisnis online ke orang lain, maka secara tidak langsung juga mengenalkan situs tempat kita nebeng membuat website. 

Sebagian calon konsumen memang ada yang tidak mempermasalahkan hal ini karena yang terpenting adalah produk yang ditawarkan. Sebaliknya, ada juga konsumen yang menganggap bisnismu seperti gak bermodal dan kurang profesional. Bagaimanapun sebuah website dengan nama domain berbayar misalnya yang berakhiran www.produsensepatu.com akan terlihat lebih elegan dan profesional di mata pengunjung. 

2. Resiko dihapus oleh pemilik situs 

Ya namanya kita menumpang ya guys tentu tidak bisa berbuat semau gue. Kita harus mematuhi dan mengikuti syarat maupun ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemilik. Jika tidak, bisa-bisa website atau blog bisnis kita di nonaktifkan. Jika ini terjadi maka akan sangat merugikan apalagi kalau website tersebut sudah berumur tua serta diisi dengan konten yang banyak. Pastilah sangat kecewa.

Seringkali website yang sudah dihapus tidak bisa didapatkan kembali. Untuk antisipasi supaya tidak terjadi, kamu disarankan melakukan back up data atau menyimpan data website secara berkala. Jika situsmu dimatikan secara sepihak tanpa ada data cadangan, mau tidak mau harus memulai mengelola situs baru lagi dari nol. 

Saya pernah mendengar cerita salah satu pemilik blog yang merasa sangat kecewa. Blognya sudah sekian tahun dikelola dengan baik bahkan sudah menjadi referensi mayoritas para blogger, sudah cukup ternama. Namun, secara tiba-tiba hilang dan tidak ditemukan. Dia pun menyadari kalau ternyata blognya di nonaktifkan. Hal yang membuatnya sedih adalah tidak hanya kehilangan segalanya tetapi dia merasa tidak melakukan pelanggaran peraturan apapun. 

Kejadian tersebut memang tidak bisa dipukul rata akan menimpa semua orang. Ada juga kok yang blognya sampai puluhan tahun masih aman-aman saja. Intinya pasti ada resiko yang membayangi kalau kita nebeng sama pihak lain. Kita tidak bisa leluasa dan seperti dalam pengawasan.

3. Template bawaan yang disediakan kurang relevan untuk bisnis online

Cocoknya digunakan untuk membuat jurnal atau tulisan saja dengan beberapa gambar. Bisa juga sih dijadikan sebagai website untuk company profile atau personal branding namun desain-desain templatenya sangat basic, cocok untuk pemula yang belajar ngeblog. Dari segi desain menurut saya sedikit tertinggal dari  template berbayar. Dari awal menggunakan website gratisan sekitar 10 tahun lalu sampai sekarang, saya nyaman dengan template berdesain modern yang dibagikan gratis para desainer template. 

Jika membuat situs untuk toko online, mau tidak mau harus mencari template yang memiliki fitur seperti toko online yaitu bisa memajang banyak produk sekaligus. Selain itu, juga disertai dengan keranjang belanja dan pembayaran.  Pada waktu itu sih banyak yang membagikan template toko online secara free juga dengan syarat tidak boleh menghapus link kredit ke situs mereka. 


Membuat Blogspot Custom Domain, Biaya Lebih Murah

Berhubung saya kurang begitu nyaman melihat URL website yang harus mencantumkan nama website pemilik di belakangnya, maka saya pun mencari alternatif lain. Saya ingin situs saya  tampak sedikit lebih profesional. Saya pun mengupayakan website yang sedikit bermodal tetapi budgetnya ya sangat minimalis. Akhirnya, saya menemukan istilah Blogspot Custom Domain. Sederhananya, kita membeli nama domain sendiri tetapi untuk hostingnya saja yang masih nebeng. 

Berkat Blogspot Custom Domain kita jadi bisa punya domain berakhiran.com, akhiran .co.id dan sebagainya. Untuk memilikinya maka diperlukan biaya pembelian domain mulai dari Rp 150.000 bahkan dibawah itu kalau lagi ada promo. Nominal ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membuat website pada jasa profesional. 

Biaya ini untuk setahun dan harus membayar lagi jika mau diperpanjang domainnya. Sekali lagi hanya membeli domain saja, hosting atau penyimpanannya masih berstatus nebeng di blogger. So, agar terkoneksi dengan baik antara domain dan hosting harus ada pengaturan. Kalau saya belajar melakukan setting sendiri dari tutorial yang beredar di dunia maya. Bagi teman-teman yang awam, ada juga yang menyediakan jasa blogspot custom domain sehingga terima beres saja.

Oya, walaupun URL website sudah terlihat profesional dengan membeli domain, resiko dinonaktifkan masih ada. Masih dibayangi kekhawatiran karena hostingnya masih menumpang tadi. Namun, kalau menggunakan domain TLD kabarnya pemilik seperti blogger tidak akan langsung main non aktif begitu saja. Ini kabarnya sih, belum tentu benar 100% juga. Untuk berjaga-jaga dari hal yang tidak diharapkan seperti data hilang, memang harus dilakukan back up data secara disiplin.


Blogspot Custom + Template Khusus Agar Makin Profesional

Dari pemaparan saya diatas, bisa dipahami bahwa saya mencoba naik kelas. Dari yang awalnya memakai webiste bisnis online 100 % gratisan baik hosting, domain maupun templatenya, kemudian naik sedikit ke website dengan domain berbayar. Berhubung website tersebut sudah mulai menghasilkan sedikit cuan yang bisa digunakan untuk biaya perawatan dan perbaikan, maka demi kenyamanan pengunjung saya pun memutuskan membeli template khusus. 

Selain itu, tujuannya agar tampilan situsnya makin sempurna dan profesional. Saya cenderung menyukai template dengan fitur-fitur unik, desain kekinian, fast loading, ringan, bersih dan pastinya sudah SEO friendly juga. Harga juga sangat terjangkau, sekitar Rp 150.000 dan itu hanya satu kali beli saja. Tidak perlu diperpanjang setiap tahun. Asyiknya, template tersebut dapat digunakan untuk banyak website asalkan masih milik sendiri. Tidak perlu menambah biaya. 

Sehingga kalau ditotal secara keseluruhan, biaya yang saya keluarkan adalah sekitar Rp 300.000 untuk tahun pertama dimana domain sekitar Rp 150.000 dan template Rp 150.000. Sementara, pada tahun kedua dan seterusnya, saya hanya mengeluarkan Rp 150.000 untuk renewal domain saja. Jika dibandingkan dengan website yang dibuat dengan jasa pembuatan website sangat jauh hemat dan murah bukan? Saat ini perjalanan saya baru sampai di tahap ini. Meski demikian, suatu hari saya berharap memiliki rezeki yang cukup agar bisa migrasi ke hosting berbayar sehingga saya betul-betul mandiri dan tidak nebeng lagi. 


***

Nah, demikianlah alternatif website bisnis online gratis serta cara memiliki website bisnis murah hemat yang pernah saya coba. Sesuatu yang gratis memang punya kelebihan dari segi ekonomi ya dimana tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali. Sementara, untuk website custom beli domain dan beli template khusus pun hanya mengeluarkan uang dalam jumlah sedikit dan jauh lebih hemat. Namun, setiap pilihan sebenarnya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing 

Membuat situs bisnis online dari jasa pembuatan website dipercaya lebih bagus walaupun harus merogoh kocek sedikit lebih dalam. Terdapat keunggulan tertentu yang tidak dimiliki oleh situs gratisan. Misalnya saja soal kebebasan. Jika menggunakan website bisnis online gratis harus tunduk pada syarat dan ketentuan si pemilik. Maka pada situs berbayar, teman-teman memiliki kebebasan dalam mengelola. Hal yang sangat penting tidak perlu lagi khawatir akan di nonaktifkan secara sepihak karena situsnya berdiri sendiri, sudah tidak menumpang sama siapapun.[]



3 Bisnis Online yang Menjanjikan Berdasarkan Pengalaman Saya Bertahun-Tahun di Internet

3 Bisnis Online yang Menjanjikan Berdasarkan Pengalaman Saya Bertahun-Tahun di Internet

Jika teman-teman sudah membaca artikel jatuh bangun 13 tahun kerja online dari rumah dan bisnis internet, pasti sudah mengetahui kalau saya sudah mencoba 16 cara untuk mendapatkan rezeki dari internet. Dari pengalaman tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak semua bisnis online yang menjanjikan. Sebaliknya, malah ada yang hanya menawarkan angan-angan cepat kaya dalam semalam. Tidak bisa diterima oleh akal sehat. 

Bisa dibilang ke 16 cara tersebut adalah bagian uji coba saya untuk menemukan apa saja daftar bisnis online yang menjanjikan yang benar-benar punya potensi. So, sebagian besar sudah saya tinggalkan dan akhiri sejak lama. Namun, ada 3 bisnis online yang menjanjikan menurut saya. Ketiga hal ini saya masih saya jalani dan perjuangkan baik sekarang maupun akan datang.


1. Menjual Skill dan Hobi Lewat Internet

Ide bisnis ini merupakan yang paling pertama saya rekomendasikan. Soalnya, hampir tanpa modal uang. Cobalah buka pikiran dan hati teman-teman, apakah ada skill maupun hobi yang bisa jadi ladang cuan. Saya pernah mengenal orang yang suka desain kemudian sukses mendapatkan ratusan juta dengan menjual desain-desainnya di internet. Ada yang hobi menggambar dan melukis kemudian menjual hasil karyanya. Ada juga yang sukses menjual jasa menulis bahasa Inggris di situs freelance di luar negeri seperti Fiverr. Masih banyak lagi cerita kesuksesan mereka membisniskan keterampilan dan hobi.

Sebelumnya saya sendiri memang tidak pernah terpikirkan tentang hal ini. Lantaran saya masih terikat dengan mindset lama bahwa bisnis itu harus ada barangnya, produk fisik. Tak heran jika masa awal- awal saya mencoba mendirikan usaha saya memilih produk seperti kerudung, buku, baju dan sejenisnya. Setelah gagal bertahan dan gulung tikar, barulah saya berpikir keras mau mencoba usaha apa lagi. Modal sudah ludes dan hutang usaha pun menumpuk menuntut untuk dibayar. 

Sudah tidak memungkinkan lagi jualan produk fisik dari modal sendiri. Akhirnya, saya mencoba mencari bisnis online tanpa modal. Saya membuat toko online di marketplace dengan menjadi reseller dropship dimana saya tidak perlu keluarkan uang untuk jualan. Pada tahap ini saya merasa senang karena mengenal bisnis yang setingkat lebih keren. Keren karena hanya membantu memposting foto produk milik orang lain. Jika ada yang order, maka orang tersebut yang akan mengirimkan produk secara langsung. Saya tinggal mendapatkan komisi. 

Berhubung rezeki saya di jualan online terus mengalami penurunan. Saya pun kembali berpikir keras, kira-kira bisnis apa yang harus dilakukan? 

Menawarkan jasa pencarian referensi tugas akhir merupakan ide pertama saya yang memungkinkan saya jualan produk non fisik tanpa modal. Usaha ini pun tidak berjalan lancar hingga akhirnya saya menemukan solusi terbaik yang pernah saya miliki yaitu menjual skill yang saya miliki. Berbekal keterampilan menulis saya kemudian mendapatkan pekerjaan di media, penerbit dan pebisni sebagai penulis freelance. Berbekal skill menulis saya bisa mendapatkan uang dari jasa review produk hingga membuat konten di website dan memulai bisnis periklanan.


2 . Menjadi Content Creator dan Publisher Periklanan

Beberapa tahun terakhir menjadi publisher salah satu bisnis online yang menjanjikan. Tak sedikit orang memilihnya lantaran memiliki prospek yang bagus. Tidak hanya masyarakat biasa, para selebritis juga memanfaatkan peluang ini. Misalnya Rafi Ahmad yang mendulang uang dari periklanan adsense melalui kanal Youtubenya. Ada banyak cara menjadi publisher seperti membuat konten video dan tulisan. Medianya pun beragam bisa Youtube, website, Tiktok, Instagram, Twitter dan lainnya.

Kalau saya mengambil spesialisasi konten artikel. Sebagaimana yang telah saya singgung sedikit di poin pertama bahwa saya kemudian menjual jasa menulis baik penulisan buku maupun artikel konten. Berkat menjual skill tersebut saya jadi punya klien dari bermacam-macam seperti penjahit baju, pemilik rental motor mobil hingga dokter yang menawarkan produk di internet. Tak hanya itu, saya juga bekerja di beberapa situs online dan penerbitan buku. Uang yang saya dapatkan dari sini lumayan sekali dan alhamdulillah sangat membantu biaya kehidupan sehari-hari saya yang saat itu masih berstatus mahasiswa. Teman-teman bisa membaca kisah lengkapnya disini.

Namun, sejak saya melahirkan dan punya anak, saya tidak punya cukup waktu untuk mengerjakan tawaran job dari berbagai klien yang memakai jasa penulisan saya. Beberapa sengaja saya tolak lantaran khawatir tidak sanggup menyelesaikan. Walaupun mereka ada yang menyerahkan waktu pengerjaan job terserah saya saja, saya tetap tidak enak hati. Saya merasa sedikit tertekan dengan deadline yang saya janjikan sendiri.

Dengan pertimbangan tersebut, kemudian saya memutuskan membangun bisnis online melalui website. Yup, saya menulis artikel konten dan kemudian mendaftar menjadi publisher. Alhamdulillah saya diterima oleh Google Adsense. Beberapa bulan kemudian disusul menjadi publisher affiliate salah satu markerplace di tanah air. Pilihan ini membuat saya sedikit lebih bisa bernafas bebas karena saya menulis kapan ada waktu saja. Tidak ada tuntutan sebab bekerja untuk diri sendiri saja, jadi leluasa. Hanya saja hasilnya tergantung tingkat ketekunan dan keaktifan menulis. Makin banyak memproduksi artikel, maka cuannya akan meningkat.


3. Membisniskan Uang ke Investasi Online

Walaupun saya sudah masuk ke dalam lingkaran bagaimana bekerja online dari rumah tanpa modal, saya merasa masih belum puas. Sebab, harus tetap meluangkan waktu untuk bekerja. Sementara sebagai ibu rumah tangga dengan 2 balita tentu susah mendapatkan waktu untuk itu. Dalam sehari, kadang bisa dapat waktu 1-2 jam kalau anak tidur. Kalau tidak tidur, ya tidak bisa. Saya pun berpikir, apa yang harus dilakukan agar menghasilkan uang tanpa harus meluangkan waktu banyak. 

Saya pernah membaca sebuah buku yang intinya menceritakan bahwa sebagian orang-orang sukses tidaklah bekerja melainkan memperkerjakan uang. Yup, mereka membuat uang yang bekerja keras untuk menghasilkan uang. Dengan kata lain, uang yang bekerja untuk mereka. Bukan mereka bekerja untuk uang. Konsep ini tinggal begitu dalam di benak saya. Mengapa? Sebab sangat keren sekali. Berangkat dari mindset ini saya kemudian belajar investasi uang secara online khususnya saham dan reksadana. 

Saat ini saya sudah masuk tahun ketiga belajar membisniskan uang secara online. Dari kedua instrumen tersebut, saya punya ketertarikan tinggi pada saham. Saham dikenal dengan return tinggi dengan resiko yang tinggi pula. Nah, saat ini ada banyak cara memanfaatkan uang untuk menghasilkan uang. Jika tertarik mencoba bisnis keren ini, carilah yang sesuai dengan profil resiko kamu. Sebab tidak semuanya yang cocok buat setiap orang terutama bagi pemula. Setiap jenis investasi memiliki tingkat resiko berbeda mulai dari rendah, sedang dan tinggi.


****

Sekali lagi 3 bisnis online yang menjanjikan diatas merupakan pendapat saya sendiri setelah belajar dari pengalaman dan kegagalan. Saya telah mendapatkan cuan dari bisnis tersebut. Meskipun penghasilannya masih jauh dari harapan karena semuanya masih dalam proses. Setidaknya sudah terbukti menambah pundi-pundi dan saya berhasil mencicipinya.

Oya, walaupun menurut saya ketiganya merupakan bisnis online yang menjanjikan, bisa saja orang lain kurang sepakat karena menemukan peluang rezeki lebih baik di usaha lain. Saran saya, ketahui minat dan bakat teman-teman dimana dulu. Bagaimanapun, tidak ada cara instan untuk memperoleh penghasilan dari internet. Butuh perjuangan. Jika kita menyenangi sesuatu, setidaknya perjuangan akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Ketiga jenis tersebut tidak lepas dari kecenderungan saya yang memang antusias praktik belajar bagaimana cara menghasilkan uang online dari rumah. Disamping itu, saya juga punya ketertarikan tinggi dengan menghasilkan uang dengan uang.[]



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik