Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Tabungan Emas Pegadaian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tabungan Emas Pegadaian. Tampilkan semua postingan
Berapa Biaya Tabungan Emas Pegadaian? Cek Rinciannya Disini!

Berapa Biaya Tabungan Emas Pegadaian? Cek Rinciannya Disini!


Pada postingan sebelumnya, saya sudah sempat menyinggung sedikit tentang berapa biaya tabungan emas Pegadaian ini. Namun, baru secara umum saja. Nah, di artikel ini saya ingin membahas secara lebih rinci. Tujuan saya adalah untuk memberikan informasi sehingga bisa menjadi pertimbangan bagi teman-teman pemula. Jangan asal buka tabungan emas tanpa lebih dulu mengerti apa saja beban biaya yang akan timbul. 

Sebab, dulu saya tidak pernah terpikirkan berapa biaya tabungan emas Pegadaian. Pikirannya malah tabungan emas pasti untung, untung dan untung. Begitu mengetahui biaya barulah saya bisa mengambil keputusan secara bijaksana soalnya kalau untung tentu harus dikurangi biaya bukan. Harga emas memang cenderung naik setiap tahun tetapi persentase kenaikannya berbeda-beda. Tidak menentu alias tidak stabil. Estimasi atau perkiraan ya tidak selalu tepat. Pada berbagai data jual beli emas, kenaikannya berada di rentang 5 % hingga 20 %. 

Di tengah keuntungan emas yang tidak pasti, namun biaya tabungan emas adalah sesuatu yang pasti dan wajib dikeluarkan. Sebelum memikiran laba sebaiknya hitung dulu total biaya yang musti dikeluarkan ketika memiliki tabungan emas. Biar nanti kalau untung sudah tahu berapa laba bersihnya setelah menghitung biaya-biaya yang sudah dibayarkan. Bagaimanapun biaya-biaya tersebut menambah modal investasi emas sehingga benar-benar harus dicermati.  


1. Biaya pembukaan tabungan emas Pegadaian

Tidak jauh berbeda dengan pembukaan rekening tabungan biasa di berbagai bank dimana seseorang dikenakan sejumlah biaya administrasi. Maka saat mengajukan pembuatan tabungan emas Pegadaian juga ada biaya yang harus dikeluarkan. Khusus pendaftan dan pembukaan rekening tabungan emas secara online baik melalui pegadaian digital service maupun melalui e-commerce pegadaian seperti Shopee dan Tokopedia, maka tidak dikenakan biaya pembukaan rekening.

Namun, jika membuat tabungan emas langsung mendatangi kantor Pegadaian terdekat akan dikenakan biaya Rp 10.000. Setelah saya pikir-pikir mungkin biaya ini untuk pembuatan buku tabungan emas. Soalnya, kalau membuat tabungan emas secara online tidak ada buku tabungannya. Mungkin inilah sebabnya mengapa gratis alias tanpa biaya pembukaan.


2. Setoran awal atau minimal pembelian tabungan emas pertama kali

Meski mendaftar di Pegadaian Digital Service gratis namun nasabah tetap diwajibkan melakukan setoran awal. Pada saat saya dulu tahun 2021 setoran awal ditetapkan minimal Rp 50.000. Jumlah ini malah lebih tinggi dari saldo minimal awal jika langsung ke kantor Pegadaian.

Jika membuat rekening tabungan emas langsung di kantor pegadaian maka setoran awalnya hanya minimal 0,01 gram. Berapa jumlah uangnya? Nilainya tergantung harga emas per hari itu. Jika teman-teman membuka tabungan emas hari ini tanggal 28 Juli 2023, pembelian awalnya minimal 0,01 gram dari Rp 996.000 yaitu Rp 9.960.

Oya, jumlah pembelian awal tersebut sudah dikonversi ke dalam gram emas dan dihitung sebagai bagian dari tabungan ya guys. Setoran awal tabungan emas Pegadaian baik offline maupun online memang terbilang lebih ringan dan murah. Jika dibandingkan dengan membuka tabungan di bank, saldo minimal awal saat membuka rekening bisa mencapai ratusan ribu. Saya pernah membuka akun di sebuah bank dikenakan setoran awal Rp 500.000. 


3. Biaya transaksi saat pembelian emas

Dulu awalnya saya tidak pernah kepikiran juga soal biaya admin transaksi pembelian emas. Biaya ini dikeluarkan jika membeli emas secara online melalui akun tabungan emas di Pegadaian Digital Service. Setiap akan membeli emas, maka akan mengeluarkan biaya transfer dari bank. Sama seperti saat melakukan transfer kemana saja. Dikenakan biaya administrasi Rp 6.500 per transaksi. Jika kamu menabung emas 1 kali sebulan maka membayar biaya transaksi sekali saja. Mungkin terlihat kecil.

Bayangkan jika kamu menabung emas 10 kali dalam sebulan, biaya transaksi malah mencapai Rp 65.000 guys. Kelihatan besar bukan? Untuk tabungan emas saja entah kapan bisa dapat segitu. Nah, agar biaya transaksi tidak membengkak, sebaiknya menabung emasnya sekaligus saja. Uangnya dikumpulkan saja dulu, setelah terkumpul seharga minimal 1 gram emas baru beli. Lucu rasanya, nabung emas Rp 10.000 tapi biaya admin Rp 6.500. Berapa persen itu? Menabung serba sedikit memang kelihatan gampang dan murah tapi biaya admin malah membengkak.

Kalau biaya transfer hasil penjualan emas ya mungkin tidak begitu masalah ya karena minimal jual 1 gram. Jika harga hasil penjualan 1 gram emas bernilai Rp 1.000.000 maka cuma sekali saja membayar biaya transfer Rp 6.500. Beda dengan pembelian emas serba sedikit. Seperti tadi nabung emas Rp 10.000 tapi biaya transfer Rp 6.500. 

Ada satu solusi agar tidak mengeluarkan biaya transaksi pembelian emas yaitu membuka tabungan emas melalui Shopee dan Tokopedia. Saya sudah pernah mencoba rasanya lebih enteng saja disini. Lebih leluasa karena selain online juga lebih hemat biaya. Tidak perlu beli emas dari transfer rekening bank. Beli saja menggunakan Shopeepay. Jika pun harus mengisi saldo Shopeepay dulu, biaya top up Shopeepay dari rekening bank hanya Rp 1.000 saja. Bahkan saya bisa membeli emas menggunakan koin Shopee hasil diskon dan cashback belanja online.


4. Biaya titip emas Pegadaian

Ini merupakan salah satu beda antara menabung emas di rumah secara mandiri dengan menabung emas di Pegadaian. Jika membeli dan menyimpan emas di rumah tidak ada uang penitipan, maka di Pegadaian tabungan emas tersebut secara tidak langsung dititipkan pada pihak Pegadaian. 

Berapa biaya penitipan emas di Pegadaian? Saat artikel ini ditulis biayanya sekitar Rp 30.000 pertahun. Dengan kata lain, sekitar Rp 2.500 perbulan. Ketika saya membuat tabungan emas di Pegadaian Digital Service kemaren, alhamdulillah saya mendapatkan promo gratis biaya penitipan emas untuk tahun pertama. Saya baru dikenakan biaya penitipan pada tahun kedua. Lumayan banget bukan? Pegadaian lumayan sering mengadakan promo bagi pengguna baru. Jika tertarik, teman-teman bisa cek langsung di website Pegadaian apa saja promo terbaru yang tersedia.


Tambahan Biaya Lain-Lain Tergantung Kondisi

Keempat biaya diatas merupakan biaya yang bersifat rutin, tetap atau wajib pada saat menabung emas di Pegadaian. Biaya pembukaan rekening baru, biaya saldo awal, biaya transaksi hingga biaya penitipan merupakan biaya yang mau tidak mau pasti dikeluarkan. Kecuali jika teman-teman mendapatkan promo . 

Selain empat biaya diatas, masih ada biaya lain yang bersifat tambahan pada keadaan tertentu. Dengan kata lain, biaya kondisional tergantung kondisi dan situasi. Biaya-biaya tersebut diantaranya :

1. Biaya saldo mengendap tabungan emas Pegadaian. Saya baru tahu soal ini pas berencana mau jual saldo tabungan emas kemaren. Ternyata tabungan emas itu tidak bisa dijual semua, harus ada saldo minimal yang tinggal di rekening. Nilainya ditetapkan berdasarkan satun emas yaitu 0,1 gram. Dengan demikian kalau dirupiahlan tergantung pada harga emas pada hari teman-teman menjual. Jika hari ini harga emas Rp 996.000 per gram, maka 0,1 gram adalah 96.600.

2. Biaya mencetak emas Pegadaian. Di Pegadaian tersedia layanan jika nasabah ingin melakukan cetak tabungan emas. Yup, tabungan emas sebagaimana yang tertera di dalam buku tabungan maupun akun Pegadaian Digital itu bisa dicetak menjadi emas fisik. Hanya saja teman-teman akan dikenakan biaya cetak yang menurut saya lumayan merogoh kocek.

Per artikel ini ditulis, biaya mencetak emas Antam adalah Rp 120.000 jika 1 gram, Rp 140.000 jika 2 gram, 250.000 jika 5 gram dan 420.000 jika 10 gram.  Nah, beda besar emas beda biayanya alias makin tinggi. Bahkan mencetak emas 1 gram saja rasanya biayanya lumayan berat. Bayangkan harga emas per gram hari ini Rp 996.000 kalau mau dicetak dikenakan biaya Rp 120.000. Malah rugi rasanya ya. Kalau saya sendiri, jika hanya punya beberapa gram saja mendingan buat investasi saja yaitu jual beli emas secara online. Tidak usah dicetak segala malah nambah biaya dan mengurangi laba.

3. Biaya menutup rekening. Bagi yang berencana berhenti menabung emas di Pegadaian maka tersedia layanannya. Hanya saja nasabah akan dikenakak biaya penutupan rekening sebesar Rp 30.000.

4. Biaya cetak buku tabungan emas Pegadaian atau print out. Bagi sebagian orang rasanya kurang afdhal bila tidak melakukan update saldo melalui buku tabungan. Bagi yang suka print out buku tabungan setiap selesai menabung emas, maka bisa dilakukan di kantor Pegadaian. Untuk print out rekening koran tabungan emas ini dikenakan biaya sebesar Rp 2.000 per lembarnya.  

5. Biaya transfer antar rekening tabungan emas. Sekedar informasi, tabungan emas bisa ditransfer ke rekening sesama pengguna tabungan emas. Misalnya, teman-teman mau ngasih saldo emas untuk keluarga atau hadiah ulang tahun. Caranya mudah banget tetapi dikenakan biaya Rp 2.000 per transaksi.

6. Biaya penggantian buku tabungan hilang. Kadang seseorang lupa dimana menaruh buku tabungan emas atau memang tercecer di suatu tempat. Jangan khawatir, teman-teman bisa mendapatkan buku tabungan emas yang baru dengan biaya sebesar Rp 10.000.


 ***

Nah, bagaimana dengan rincian biaya tabungan emas Pegadaian diatas? Menurut kamu murah atau mahal, ringan atau membebani? Pastinya jika sudah punya gambaran biaya diatas, kamu bisa memutuskan secara mantap apakah akan lanjut membuka rekening tabungan emas atau malah urung. Menabung emas di rumah dan tabungan emas pegadaian memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jika kamu tipe yang malas dengan biaya-biaya, maka membeli emas dan simpan sendiri di rumah bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika kamu memiliki emas dalam jumlah banyak dan khawatir kurang aman bila disimpan di rumah serta tidak masalah dengan sejumlah biaya diatas, maka menitipkan emas melalui tabungan emas Pegadaian ini bisa menjadi solusi terbaik. Terakhir, sekali lagi itu adalah biaya per artikel ini ditulis ya. Biaya tersebut dapat berubah-rubah sewaktu-waktu berdasarkan kebijakan tabungan emas Pegadaian.[]



Apakah Tabungan Emas Pegadaian Bisa Rugi? Yuk Temukan Jawabannya Disini

Apakah Tabungan Emas Pegadaian Bisa Rugi? Yuk Temukan Jawabannya Disini



Postingan kali ini masih tentang ulasan dan jawaban terkait investasi emas yaitu rugikah menabung emas di Pegadaian. Seperti yang diketahui, tabungan emas sedang naik daun dalam beberapa waktu terakhir. Jumlah pengguna tabungan emas Pegadaian mengalami kenaikan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Nah, sebagai pemula dalam investasi tentu sebaiknya seseorang harus bijaksana sebelum mengalokasikan dana pada sebuah instrumen investasi. Kudu mengetahui seluk beluknya dulu, tidak ikut-ikutan karena lagi ramai saja. 

Nah, apakah tabungan emas Pegadaian bisa rugi? Tentu saja bisa rugi sebab setiap investasi selalu dibayangi resiko. Tabungan emas memang namanya tabungan tapi sebenarnya transaksi yang terjadi adalah jual beli. Yup, beli emas dan berharap jual tinggi merupakan bagian dari investasi. Situasi dan kondisi tertentu bisa menyebabkan hasil investasi tidak sesuai dengan harapan. Persentase kenaikan harga emas dan investasi lainnya hanyalah prediksi. Namanya perkiraan ada yang sesuai dan ada yang meleset bukan? So, semua investasi bisa saja mengalami rugi tak terkecuali tabungan emas pegadaian ini. 

Segala sesuatu dalam kehidupan selalu berpasangan, ada siang ada malam, ada untung dan ada rugi. Hal ini sudah menjadi sunatullah dan wajar terjadi. Jika ada investasi yang pasti mendatangkan keuntungan saja tanpa ada rugi, pastinya sudah pada kaya raya semua orang. Ini menurut pendapat saya ya, logika saya sebagai orang awam dan sederhana. Jadi tidak bisa dipukul rata atau digeneralisir. 


3 Kemungkinan Hasil Saat Menabung Emas di Pegadaian

Meskipun saya tahu bahwa hasil investasi tidak pasti dan selalu dibayangi resiko, hal tersebut tidaklah menyurutkan niat saya untuk belajar investasi. Ketika dulu saya membuka rekening tabungan emas untuk pertama kali, selain berharap untung saya juga sudah menyiapkan mental jika tabungan emas Pegadaian rugi

Sebagai investor, saya hanya bisa berdoa dan berusaha untuk meminimalkan kerugian. Bagaimana agar tidak terjatuh terlalu dalam dan mempelajari strategi menghindarkan diri dari kerugian yang lebih besar. Sebab, saya sangat menyadari selalu ada berbagai kemungkinan dalam tabungan emas. Secara umum, saya menyimpulkan ada 3 kemungkinan yang terjadi terkait hasil tabungan emas di Pegadaian yaitu :


1. Tabungan Emas Pegadaian Rugi

Hal ini terjadi jika harga jual emas ternyata berada dibawah harga saat membeli. Sebagaimana diketahui harga emas selalu naik turun dan fluktuatif. Emas juga merupakan instrumen investasi yang liquid. Banyak orang memilih membeli emas karena menjualnya mudah bisa kapan saja jika tiba-tiba membutuhkan uang secara mendadak.  Nah, karena dijual secara mendadak bisa saja pada saat menjual tersebut harga jualnya lebih rendah. 

Tabungan emas Pegadaian rugi jika seseorang membeli ketika harga mahal dan ternyata menjual ketika harga murah atau lebih rendah. Menurut data jual beli emas, harga emas memang cenderung naik dari tahun ke tahun dimana persentase kenaikannya berkisar antara 5 %- 20 %. Nah, ini perkiraan dihitung pertahun ya guys. Artinya, jika aktifitas membeli dan menjual emas terjadi dalam hitungan hari atau bulan, maka belum tentu mendapatkan keuntungan sesuai estimasi persentase tersebut.

Misalnya, Hanifah membeli 1 gram emas pada tanggal 26 Juli 2023 seharga Rp 989.000. Kemudian berubah pikiran sehingga menjual kembali 1 hari setelahnya dimana pada tanggal 27 Juli harga jualnya adalah Rp 962.000/gram. Dengan demikian, Hanifah mengalami rugi Rp 27.000. Contoh kasus lainnya, Ibu Putri memutuskan menabung emas pada tanggal 11 Mei 2023 dengan harga beli Rp 1.007.000/gram. Setelah 2 bulan ternyata anaknya membutuhkan uang untuk tambahan biaya sekolah. 

Ibu Putri kemudian menjual emas tersebut dimana ternyata harga jual emas pada tanggal 11 Juli 2023 adalah Rp 981.000. Disini dapat dipahami bahwa dia menjual ketika harga lebih rendah dibanding saat dia membeli. Jika dihitung, maka Ibu Putri mengalami kerugian Rp 26.000.  Salah satu faktor penyebab mengapa harga jual lebih rendah karena seseorang menjual dalam waktu relatif singkat. 

Seyogianya tabungan emas merupakan investasi yang cocok untuk jangka panjang atau tahunan. Sebab dalam hitungan harian dan bulanan, harga emas cenderung lambat dan pelan. Bahkan balik modal saja sulit karena selisih harga beli dan jual yang besar. Walaupun dalam keadaan tertentu pernah terjadi kenaikan tetapi tidak bersifat umum. 


2. Tabungan Emas Untung

Poin kedua ini merupakan kebalikan dari yang pertama. Seperti yang sudah saya singgung tadi bahwa seorang akan mendapatkan keuntungan dari tabungan emas jika harga jual lebih tinggi dari harga beli. Seyogianya keuntungan baru diperoleh jika harga jual lebih besar dari harga beli. Selisih harga tersebutlah yang dinamakan dengan laba.

Misalnya Yasmin membeli 2 gram emas pada April tahun 2021 dengan harga Rp 870.000 per gram. Saat artikel ini ditulis pada tanggal 26 Juli 2023 harga jual emas di Pegadaian berada di harga Rp 959.000 per gram. Artinya, jika Yasmin menjual tabungan emas hari ini maka dia akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 89.000 per gram. Karena dia memiliki 2 gram maka keuntungan yang didapatkan adalah Rp 178.000. Ini adalah laba kotor. 

Mengapa saya katakan keuntungan kotor? Sebab, saat seseorang membuka tabungan emas Pegadaian maka otomatis akan dikenai beberapa biaya. Jika membuat tabungan emas langsung di kantor Pegadaian atau melalui agen Pegadaian maka akan dikenakan biaya pembukaan rekening sebesar Rp 10.000. Kemudian juga ada biaya penitipan emas setahun sebesar Rp 30.000. Tak hanya itu, juga ada ketentuan saldo minimal di rekening agar tetap aktif adalah 0,1 gram. Jika harga beli emas per gram pada tanggal 26 Juli 989.000, maka saldo minimal 0,1 gram adalah sebesar Rp 98.900. 

Mau tidak mau sebagai investor, kita perlu menghitung laba bersih. Tentu keuntungan tadi harus dikurangi dengan biaya-biaya tersebut. Jika dikurangi dengan biaya pembukaan rekening di outlet Rp 10.000, biaya penitipan emas selama 2 tahun setahun sebesar Rp 30.000 x 2 = Rp 60.000 dan saldo harus mengendap minimal 0,1 gram Rp 98.900. Maka keuntungan tabungan emas Pegadaian bersih yang diperoleh adalah Rp 9.100. Yup, laba bersihnya tidak sampai 10.000 guys. 


3. Tabungan Emas Balik Modal Saja 

Selain memiliki potensi untung dan rugi, tak jarang seseorang juga mengalami break even point. Yup, sebuah keadaan dimana harga pada waktu membeli sama dengan harga ketika menjual. Apakah hal ini memang terjadi? Bisa saja terjadi kapan saja mengingat harga emas yang selalu bervariasi dan fluktuatif. Terdapat banyak kemungkinan, pada momen tertentu harga beli bisa sama dalam beberapa hari atau berada dalam posisi mendatar. Pada waktu lain mungkin harga jual yang sama beberapa hari secara berturut-turut. Harga hari ini pun bisa sama dengan bulan depan. Begitulah gambaran harga emas yang senantiasa berubah-rubah.

Oya, selain harga beli sama dengan harga jual. Kondisi lain yang menyebabkan seseorang mengalami balik modal adalah jumlah keuntungan yang diperoleh sama besar dengan biaya yang dikeluarkan seperti biaya pembukaan rekening, biaya penitipan dan saldo minimal. Ini merupakan kasus yang lebih khusus. Sebab, jika dilihat harga beli dan jual maka akan terdapat keuntungan. Namun, setelah keuntungan kotor tersebut dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan ternyata hasilnya nol alias impas. Tidak untung dan juga tidak rugi, balik modal saja.


***

Nah, semoga ulasan diatas bisa menjawab rasa penasaran teman-teman pemula apakah tabungan emas pegadaian bisa rugi? Jujur saya sangat tertarik dengan investasi emas tetapi saya merasa berat ketika melihat rate harga jual dan beli yang selisihnya menurut saya agak besar. Misalnya saja, kalau saya beli hari ini harganya Rp 994.000. Sementara harga jualnya hari ini juga hanya Rp 944.000. So, di pegadaian rata-rata selisih harga beli dan jualnya bisa mencapai Rp 50.000 di hari yang sama. Dari pengalaman saya, untuk menutup gap atau kembali mencapai harga jual yang sama dengan modal awal itu butuh waktu yang tidak singkat, berbulan-bulan.

Sebenarnya jika baru memulai investasi emas dalam jumlah yang sedikit, misalnya masih dibawah 10 gram, menurut saya lebih unggul kalau beli langsung di toko perhiasan. Lebih enak disimpan sendiri saja di rumah. Jika ada untung maka potongan saat menjual biasanya tidak begitu besar. Sebab tidak perlu mengeluarkan biaya pembukaan rekening, biaya penitipan maupun saldo minimum mengendap. Namun, jika teman-teman mau investasi dalam jumlah banyak memang lebih tenang jika dititipkan di Pegadaian melalui tabungan emas. 

Meskipun tabungan emas Pegadaian bisa rugi, asalkan belum menjual disaat harga murah maka kerugiannya tidak akan menjadi nyata. Misalnya, harga lagi jatuh ya biarkan saja dulu dan sabar menunggu sampai naik lagi. Menyimpan emas dalam jumlah besar di rumah rasanya malah was-was dan juga tidak mungkin akan selalu dibawa kemana-mana. Malah repot dan lebih mengkhawatirkan lagi. Baik menabung emas sendiri di rumah maupun menabung emas di Pegadaian memiliki kelebihan kekurangan masing-masing. So, semua pilihan kembali ke pribadi masing-masing. []



Apakah Tabungan Emas di Pegadaian Bisa Diambil Semua?

Apakah Tabungan Emas di Pegadaian Bisa Diambil Semua?


Banyak teman-teman pemula yang ingin tahu apakah uang tabungan emas di Pegadaian bisa diambil? Tentu saja bisa diambil guys. Tidak jauh berbeda dengan tabungan uang di bank yang bisa diambil kapan saja seseorang butuh. Hanya saja pada tabungan emas, tabungan dalam bentuk emas sehingga perlu dijual terlebih dahulu. 

Kemudian lebih lanjut ada yang bertanya apakah tabungan emas bisa diambil dalam bentuk uang? Bisa banget, setelah tabungan emas dijual maka hasil penjualan sudah berupa uang yang bisa dicairkan atau ditransfer ke rekening sendiri yang terdaftar di akun tabungan emas Pegadaian. Setelah transfer ke rekening pribadi tersebut berhasil maka barulaj teman-teman bisa mengambil uang tunai hasil penjualan tabungan emas tersebut di ATM terdekat. 

Apakah tabungan emas bisa ditarik tunai? Tabungan emas bisa ditarik sebagaimana yang saya jelaskan sebelumnya tapi tidak bisa tarik tunai secara langsung sebab tabungan emas tidak ada ATMnya dan Pegadaian juga bukan bank. So, isi tabungan tidak berupa uang melainkan gram emas. Dengan demikian, tarik tunai tabungan emas hanya bisa dilakukan melalui bank yang kamu daftarkan di akun tabungan emas. Setelah terlebih dahulu diuangkan dengan cara dijual.


Tabungan Emas di Pegadaian Bisa Diambil Tapi Tidak Bisa Semuanya Kecuali Tutup Rekening

Sudah saya singgung diatas bahwa tabungan emas memang bisa diambil tapi tidak bisa diambil semua. Seperti menabung uang di bank yang juga tidak bisa diambil semua, harus ada saldo tinggal. Begitu juga aturan uang berlaku pada tabungan emas. Saldo tabungan emas tidak bisa dijadikan nol atau kosong.

Jika teman-teman berencana mengambil tabungan emas, maka poin yang harus diperhatikan dan penting diketahui bahwa tabungan emas Pegadaian tidak bisa dijual seluruhnya. Dengan kata lain harus ada saldo mengendap dalam jumlah tertentu sesuai kebijakan dari pihak Pegadaian selaku penyedia layanan tabungan emas.

Kalau dipikir-pikir memang sih agak sedikit disayangkan saja ada emas yang mengendap direkening dalam jumlah lumayan juga tapi ketentuan ini juga bukan tanpa tujuan. Sebenarnya untuk kepentingan nasabah sendiri. Yup, saldo emas tidak bisa dijual semua dan harus disisakan tujuannya adalah untuk menjaga agar rekening emas tetap aktif. Ini jika teman-teman masih berencana menabung kedepannya. 

Namun, kalau memutuskan berhenti menabung atau mau menutup tabungan ya secara logika emasnya bisa diambil semua. Hanya saja nanti akan dikenai biaya penutupan rekening sebesar Rp 30.000. 

Lantas, berapa saldo mengendap tabungan emas Pegadaian?

Pada saat artikel ini saya tulis, pihak Pegadaian menetapkan biaya saldo minimal wajib tinggal di rekening adalah 0,1 gram. Berapa ya jumlahnya kira-kira kalau dalam bentuk uang? Tergantung berapa harga beli emas saat teman-teman menjual. 

Sebab harga emas naik turun dari waktu ke waktu. Jadi, besaran saldo minimal dalam satuan uang rupiah akan berbeda-beda. Hal yang jelas patokannya 0,1 gram. Jika saat ini harga emas Rp 996.000, maka kalau dikonversikan dalam bentuk uang 0,1 gram dari Rp 996.000 adalah 96.600. 


Ketentuan Minimal dan Maksimal Penjualan Saldo Tabungan Emas

Nah, selain mengetahui berapa saldo mengendap, poin yang tidak kalah penting saat mengambil tabungan emas adalah berapa minimal penjualan. Saat mendaftar tabungan emas di Pegadaian Digital, saya dulu tidak pernah membaca informasi tentang ini, saya pikir bisa dijual berapa saja. Soalnya berdasarkan pengalaman saya membuka tabungan emas di Shopee yang juga bekerja sama dengan Pegadaian, bisa dijual berapapun.

Yup, beneran tidak sampai 1 gram pun boleh dijual. Mau jual 0,5 gram pun bisa. Ceritanya itu saya aktif belanja online di Shopee dan sering dapat cashback serta diskon. Nah, hasil cashback, diskon dan sisa belanja tersebut kemudian saya tabung di tabungan emas Shopee. Beberapa bulan kemudian, tabungan emas saya sudah mencapai 0,5 gram kurang sedikit. Ketika saya hendak menjual, saldo yang bisa dijual hanya 0,3997 graman hampir 0,4 gram karena harus disisakan di akun 0,1 gram. Nah, setelah dijual maka saya nendapatkan uang sebesar Rp 351. 736.

Namun berbeda, saat suami saya membuat tabungan emas langsung di Pegadaian Digital secara online dimana ditetapkan minimal saldo penjualan tabungan emas adalah 1 gram. Yup, jika tabungan emas masih dibawah 1 gram otomatis tidak bisa dijual alias tidak bisa diambil. Agar bisa diambil, maka mau tidak mau tabungannya harus ditambah dulu. Harus lebih dari 1 gram yaitu minimal 1,1 gram dimana 1 gram untuk dijual dan 0,1 gramnya untuk saldo mengendap.

Sementara itu, pihak Pegadaian juga membuat kebijakan dan pembatasan penjualan dimana tabungan emas maksimal bisa dijual 100 gram per harinya untuk satu rekening. Jika teman-teman punya beberapa rekening maka bisa melakukan total penjualan lebih dari itu dengan cara masing-masing rekening dijual 100 gram.


***

Nah, demikianlah ulasan saya kali ini tentang apakah tabungan emas Pegadaian bisa diambil semua atau tidak. Jika bisa seperti apa ketentuannya, jika tidak apa alasannya. Semoga informasi diatas bisa menjawab berbagai tanda tanya yang muncul di pikiran teman-teman pemula. Kalau ada pertanyaan lagi dan hal-hal yang ragu soal tabungan emas ini, silahkan bertanya di kolom komentar di bawah. Begitu juga kalau seandainya teman-teman punya pengalaman berbeda ketika menjual atau mengambil tabungan emas Pegadaian, yuk sharing disini. []


Tabungan Emas di Pegadaian Apakah Aman? Berdasarkan Pengalaman 2 Tahun Menggunakan

Tabungan Emas di Pegadaian Apakah Aman? Berdasarkan Pengalaman 2 Tahun Menggunakan

 

Pada postingan kali ini saya ingin menjawab pertanyaan tabungan emas di pegadaian apakah aman? Sebuah pertanyaan sederhana yang sering dilontarkan oleh calon investor maupun para pemula. Saya mafhum, dulu saya juga berpikiran yang sama bahkan ada keraguan. Hal ini karena masih awam dan juga tidak ada keluarga maupun kenalan yang sudah berpengalaman mencoba. Pada waktu itu, saya hanya mempelajari segala sesuatu melalui website Pegadaian, dari media massa dan membaca pengalaman para blogger yang pernah memakai produk tersebut. 

Berangkat dari rasa penasaran dan niat untuk membandingkan beberapa produk investasi,  maka saya pun berinisiatif membuka akun. Tidak terasa, sudah 2 tahun saja berlalu. Yup, awal membuka rekening pada bulan Juni 2021 lalu. Sejauh ini alhamdulillah aman-aman saja. Nah, diantara hal yang sering khawatirkan dan ditakutkan oleh pemula adalah tabungan emas pegadaian bermasalah, saldo tabungan emas pegadaian hilang hingga penipuan tabungan emas. Selain untuk studi kasus instrumen investasi, berikut beberapa faktor yang dulu membuat saya memantapkan hati membuka tabungan emas : 


1. Sudah Go Digital, Bisa Dicek Setiap Saat

Jika seandainya sistemnya masih manual dan offline, maka saya batal membuka akun. Sebab sedikit repot untuk melakukan pengecekan secara berkala. Harus masuk kantor Pegadaian, sangat tidak efisien dan efektif. Namun, karena sudah ada Pegadaian Digital Service, makanya saya jadi mantap. Saat akun sudah terhubung secara online, artinya saldo tabungan akan bisa dipantau real time kapan saja dan dimana saja. Bisa diawasi dan segera dilaporkan jikalau ada hal-hal yang mencurigakan. 

Tak hanya bisa dicek online 24 jam, pembelian dan penjualan juga bisa dilakukan secara online setiap saat. Akan tetapi, digitalisasi Tabungan Emas ini juga ada sisi negatif terutama untuk pengguna yang masih awam soal menjaga keamanan transaksi online dan perlindungan data pribadi. Akhir-akhir ini banyak penipuan online. Salah satunya phising yang berujung pada pencurian data dan saldo tabungan. Oleh karena itu, bagi kelompok tertentu memiliki tabungan offline mungkin lebih baik dibanding online. 

2. Tabungan Emas Pegadaian Sudah Berusia 6 Tahun

PT. Pegadaian itu sendiri memang sudah populer sejak lama di tengah masyarakat, berdirinya sudah puluhan tahun lalu. Akan tetapi, khusus produk tabungan emas mulai diluncurkan pada tahun 2015. Pada waktu saya mendaftar tahun 2021 berarti usianya memasuki tahun ke 6. Kalau sekarang berarti produk tabungan emas milik Pegadaian tersebut sudah berjalan selama 8 tahun. Bisa dibilang Pegadaian merupakan perusahaan yang menjadi pionir tabungan emas. Setelah diluncurkan, kemudian bermunculan produk-produk serupa oleh perusahaan lain. 

3. Terdapat Sekitar 4.000 Outlet di Seluruh Indonesia

Ada banyak perusahaan yang menyediakan produk tabungan emas. Namun, Tabungan Pegadaian merupakan yang paling besar dan jangkauannya luas. Merujuk pada halaman Sahabat Pegadaian, pada tahun 2021, Pegadaian tercatat memiliki 4.400 kantor cabang di tanah air. Tabungan Emas merupakan salah satu produk Pegadaian, artinya sudah terintegrasi dan juga ikut tersebar dimana pun kantornya berada. Tentunya jumlah ini tidak bisa dianggap sebelah mata. 

4. PT. Pegadaian Merupakan Badan Usaha Milik Negara

Dibandingkan dengan tabungan emas yang berasal dari perusahaan swasta, rasanya lebih yakin saja menabung di perusahaan yang terdaftar sebagai BUMN. Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan milik pemerintah, tentunya pemerintah tidak akan tinggal diam jika seumpama terjadi suatu masalah. 

Secara sederhana, seluruh harta yang ada pada sebuah BUMN adalah milik negara sehingga jika terjadi kerugian atau bermasalah, maka negara juga akan dirugikan. Bukan hanya nasabah yang menjadi korban. Dengan demikian, tanggungjawab para pejabat dan karyawan di sebuah BUMN jauh lebih besar mengingat relasinya dengan pemerintah. 

5. PT. Pegadaian Terdaftar dan Diawasi OJK

Selain milik BUMN, faktor pendukung lain yang membuat Pegadaian bisa dijadikan pertimbangan adalah sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sebagaimana diketahui, OJK merupakan sebuah lembaga khusus yang berdiri sendiri dimana memiliki tugas, fungsi, dan wewenang, pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan yang berhubungan dengan sektor keuangan. 

Sederhananya, OJK berfungsi menjamin keamanan transaksi keuangan dan mencegah terjadinya penipuan. Izin pendirian sebuah lembaga keuangan juga dikeluarkan oleh OJK sehingga OJK juga berwenang memberikan sanksi jika terjadi pelanggaran di sektor keuangan. Tentu saja kehadiran OJK ini sangat bermanfaat dalam melindungi masyarakat sebagai nasabah di lembaga dan sektor keuangan. 


***

So, Tabungan Emas di Pegadaian apakah aman? Berdasarkan pengalaman saya yang punya akun sejak 2 tahun lalu hingga sekarang, alhamdulillah sejauh ini aman-aman saja. Saya belum pernah mengalami tabungan emas pegadaian bermasalah, saldo tabungan emas pegadaian hilang maupun penipuan tabungan emas. Bahkan saya pernah lupa cek akun berbulan-bulan, ketika saya cek kembali alhamdulillah masih tetap dan tidak berubah. Nah, untuk kedepannya siapa yang tahu? Harapannya semoga kedepannya juga berjalan baik dan lancar-lancar saja. Semoga sharing dan ulasan di postingan ini bisa memberikan sedikit pencerahan. 

Kelima faktor tersebut memang membuat saya lumayan tenang. Lumayan terhindar dari berbagai kekhawatiran. Oya, pengalaman setiap orang bisa saja berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, keputusan membuka Tabungan Emas Pegadaian sepenuhnya berada di tangan teman-teman sendiri. Jangan berhenti pada informasi ini saja, lakukanlan riset dan perbandingan dengan informasi lain sehingga teman-teman punya pendapat dan keyakinan sendiri. Sebab, produk investasi apapun jenisnya pada dasarnya selalu dibayangi oleh resiko, potensi keuntungan maupun kerugian. 

Terakhir, dalam kacamata saya segala sesuatu ya tidak ada yang benar-benar aman. Menyimpan emas di rumah saja masih bisa terjadi pencurian, kebakaran bahkan kehilangan. Begitu juga dengan produk digital tidaklah sepenuhnya 100 % aman. Walau pihak Tabungan Emas Pegadaian sudah memperkerjakan ahli IT dan pakar keamanan siber hebat pun, potensi terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan masih ada walaupun persentasenya kecil dan frekuensinya juga sangat jarang terjadi. Misalnya, pemilik akun yang tidak menjaga kerahasiaan sandi dan password sehingga disalahgunakan oknum. Bisa juga mengalami serangan hacker maupun ransomware seperti dialami BSI beberapa waktu lalu. []


Pengalaman Lupa PIN Tabungan Emas Pegadaian Digital, Cara dan Tips Mengurusnya

Pengalaman Lupa PIN Tabungan Emas Pegadaian Digital, Cara dan Tips Mengurusnya



Saya membuat akun tabungan emas pegadaian sekitar bulan April 2021. Tujuan pembuatannya untuk perbandingan beberapa instrumen investasi. Yah, kurang lebih semacam untuk uji cobalah. Jadi, jumlah uang yang saya alokasikan tidak banyak. Saya melakukan pembelian di awal saja setelah itu sudah tidak ada transaksi lagi. Saya ingin melihat setelah beberapa bulan seperti apa pertumbuhan investasi emas tersebut. Eh, berbagai kesibukan sehari-hari ternyata malah membuat saya lupa kalau saya memiliki tabungan emas di pegadaian. Bukannya saya kaya dan tidak membutuhkan uangnya, tapi memang murni untuk riset. 

Nah, awalnya itu saya mendaftar tabungan emas pegadaian secara online melalui pegadaian digital service. Prosesnya sangat mudah sekali, hanya beberapa klik saja saya sudah punya akun dan bisa membeli emas. Ternyata akun ini hanya bisa untuk membeli saja. Tidak bisa untuk menikmati layanan lain seperti menjual, gadai maupun transaksi seperti pembayaran-pembayaran tagihan. Oleh karena itu, saya mencoba mengajukan upgrage ke akun premium secara online tetapi terus ditolak. Akhirnya saya mengunjungi kantor cabang terdekat dan berhasil melakukan upgrade akun. Pada kesempatan tersebut sekalian saya juga mendapatkan PIN untuk transaksi.


Akibat Terburu-Buru dan Kurang Konsentrasi

Saya masih ingat betul, saya melakukan upgrade akun setelah pulang dari rumah sakit. Maksudnya sekali jalan saja karena antara kantor pegadaian dan rumah sakit satu arah. Saya mendatangi kantor tersebut sambil menggendong seorang bayi dan bersama suami. Pada saat itu juga lagi hebohnya pandemi covid dan terjadi pembatasan sosial dimana-mana. Nah, pada saat proses upgrade akun dan pembuatan PIN, anak saya yang masih berusia 2 tahun sedikit rewel. Selain itu, saya datang ke kantor pegadaian juga terburu-buru. Tidak dalam keadaan tenang dan santai. 

Ketika disuruh membuat PIN, saya malah blank. Sempat berpikir keras. Waduuh, mau buat kombinasi PIN apa ya? Berhubung saya tipenya kurang enakan dan tidak mau customer service pegadaian terlalu lama menunggu apalagi masih ada orang yang mengantri, akhirnya saya membuat PIN dengan mengkombinasikan antara jam pada saat itu dan tanggal. Setelah beberapa saat, PIN pun jadi dan ready untuk digunakan. Saya pun pulang ke rumah.

Beberapa bulan kemudian, saya membutuhkan uang dan berniat untuk menjual saldo tabungan emas pegadaian yang ada. Pas saya klik mau jual melalui akun, eh diminta PIN. Saya pun dibuat kebingungan dan kelabakan mencari dimana PIN saya berada. Ternyata pada saat membuat PIN tersebut, saya hanya menghafal saja dan tidak mencatat di suatu tempat. Saya cari-cari diberbagai catatan tidak ada ketemu. Kesibukan sehari-hari tidak hanya membuat saya sempat lupa memiliki tabungan emas tetapi juga sudah tidak ingat dengan PIN tabungan tersebut. 


Pengurusan PIN Baru Yang Sedikit Melelahkan

Saya rasanya sangat jengkel atas keteledoran saya ini. Jika sekiranya saya mencatat di sebuah buku tentu semua transaksi bisa berjalan lancar. Saya tidak perlu membuang waktu dan tenaga. Awalnya, saya berpikir karena akun tabungannya dibuat secara online maka ketika lupa PIN juga bisa diurus secara online. Nah, mayoritas akun-akun yang sudah go online kan bisa kita ganti PIN online juga. Lagian saya lihat video di Youtube katanya mereka bisa membuat PIN baru melalui pegadaian digital service. 

Setelah saya coba, memang ada halaman khusus PIN dan lupa PIN. Namun, ketika saya klik selalu tidak bisa alias bermasalah. Saya disuruh datang langsung ke kantor cabang terdekat. Saya pikir masak ngurus PIN saja harus datang ke kantor, sangat tidak efisien dan efektif. Saya pun bertanya pada teman saya yang kebetulan bekerja di pegadaian. Katanya kalau lupa PIN memang harus mengurus secara langsung di kantor cabang terdekat. Saya lemas setelah mendengar jawabannya guys. Paling malas soalnya datang ke kantor-kantor, bank dan sejenisnya. Malas ngantri. 

Berhubung saya memang lagi butuh uang dan berniat menjual saldo emasnya, mau tidak mau harus semangat. So, akhirnya mendatangi kantor pegadaian dan mengurus PIN baru. Namun, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Terjadi hambatan dan masalah sehingga PIN barunya belum saya dapatkan. Pada proses penggantian PIN itu, ada kode OTP yang akan masuk ke nomor handphone yang didaftarkan di awal pembuatan akun. Nah, disini masalahnya. 

Entah mengapa kode OTP tersebut tidak kunjung masuk. Padahal hapenya juga ada pulsa. Sudah menunggu beberapa saat juga tidak ada notifikasi. Bahkan di customer service sampai menelpon temannya menanyakan bagaimana solusinya. Namun, juga tidak membuahkan hasil. Memang diperlukan kode OTP tersebut tetapi ya tidak masuk-masuk. Akhirnya, ya batal dan gagal deh pada saat itu. Saya dituntut harus datang sekali lagi buat mengurusnya. Rasanya gara-gara lupa PIN kok waktu dan tenaga saya terkuras ya. Tidak hanya sekali tapi sampai dua kali. Kalau ingat kejadian ini, rasanya masih jengkel dan tidak tahu jengkel sama siapa 😀


Tips Mengurus Jika Kamu Juga Lupa PIN 

- Siapkan PIN baru dari rumah. Saran pertama yang sangat direkomendasikan adalah membuat PIN terlebih dahulu di rumah. Jadi, sebelum berangkat ke kantor pegadaian, kamu sudah punya siap sedia. Tidak perlu mikir-mikir lagi saat di lokasi dan biar prosesnya juga tidak pakai lama. Ini terutama bagi yang suka bingung dan ragu-ragu mikir bagusnya menggunakan kombinasi apa. 

- Amankan PIN baru. Jika PIN yang telah kamu siapkan tadi berhasil digunakan pada saat proses penggantian PIN baru, maka sebaiknya langsung disimpan di tempat yang aman. Misalnya, di catatan kecil yang berisi daftar pasword dan sandi-sandi akun kamu. Bukan ngapain? Kalau dihafal, awalnya mungkin masih ingat. Lama-lama bisa lupa apalagi kalau akun pegadaiannya jarang dibuka. Kalau PIN ATM mungkin bisa hafal tanpa dicatat karena sering digunakan. Juga hindari menyimpan di hape supaya tidak disalahgunakan oleh oknum karena akhir-akhir ini marak penipuan melalui cloning hape. 

- Bawa hape yang ada aplikasi pegadaian digitalnya. Ini sering dilupakan oleh sebagian orang. Termasuk saya dulu juga pernah mengalaminya. Hapenya kebetulan terbawa tetapi aplikasinya sudah dihapus. Ya, mau tidak mau harus install aplikasinya dulu baru bisa diproses. Tips ini sangat perlu diperhatikan oleh kamu yang memakai dua hape berbeda. Misalnya, untuk OTP hanya memakai hape biasa saja. Kemudian untuk aplikasi pakai android. Pada saat mengurus PIN baru, pastikan kamu membawa kedua hape tersebut. 

- Pastikan hape ada pulsa untuk menerima OTP. Ini untuk berjaga-jaga saja. Di lapangan, biasanya verifikasi OTP ada yang tidak membebankan pulsa kepada telepon kita dan ada yang memotong pulsa. Saya pernah mengalami kejadian yang kurang menyenangkan terkait hal ini. Pada suatu ketika saya mengurus akun rekening di sebuah bank, namun notifikasi tidak kunjung masuk. Ternyata, hapenya tidak ada pulsa. Jadi harus diisi dulu baru mendapatkan pemberitahuan. Saya pun dibuat kelabakan harus membeli pulsa dulu baru kemudian bisa melanjutkan proses pengurusan. 

- Bawa identitas diri. Mau mengurus apapun ke kantor manapun, wajib selalu siap sedia indentitas diri terutama KTP. Mau diminta atau tidak yang penting sudah disiapkan. Terkadang ada cs yang lupa menanyakan perihal identitas pribadi, terkadang ada yang langsung meminta saat baru datang. Jika kamu memiliki buku tabungan emas, maka tidak ada salahnya juga dibawa serta. Apalagi kalau rumah jauh dari kantor pegadaian, biar tidak wira wiri menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sebenarnya simpel. 


***

Nah, demikianlah pengalaman saya lupa PIN Tabungan Emas Pegadaian Digital dan proses mengurusnya. Saya berharap teman-teman tidak mengalami kejadian seperti yang saya alami diatas. Namun, jika teman-teman sudah terlanjur lupa dengan PIN maupun mengalami PIN yang terblokir, mau tidak mau ya harus datang langsung ke kantor pegadaian terdekat. Nah, semoga pengalaman diatas dapat diambil hikmahnya dan bermanfaat buat teman-teman semuanya dimana pun berada.[]




ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik